12 Cara Ampuh Menghadapi Atasan yang Pemarah


12 Cara Ampuh Menghadapi Atasan yang Pemarah

Jika anda pusing, stress, tertekan oleh atasan yang pemarah, judes ,galak atasan anda tidak mau tahu kesulitan Anda dalam bekerja dan meminta Anda untuk sela lumenyelesaikan pekerjaan setiap waktu. Bahkan, terkadang bos Anda itu sering mengeluarkan kata-kata kasar dan menyuruh Anda bekerja di luar jam kerja tanpa konpensasi bayaran lembur, job yang over atau pekerjaan yang telalu banyak dan diluar kemampuan anda. Anda pun jengkel dan tertekan dibuatnya. Anda merasa tidak bisa bertindak lebih (bahkan anda sempat berpikir untuk resign) anda perlu baca tips berikut.

1. Fokus pada pekerjaan Anda
Anda tetap harus fokus pada pekerjaan anda, selesaikan pekerjaan satu demi satu, selesaikan apa yang anda mulai. Jika anda memiliki banyak pekerjaan , kerjakan pekerjaan yg menurut anda mudah agar cepat selesai, atau kerjakan pekerjaan yang urgent atau dianggap paling penting. Minimalisir kesalahan agar anda tidak kena marah, saya tahu bos anda pemarah mungkin karena beliau terlalu perfectionis.

2. Ikuti aturan dan perintah dari atasan
Cara terbaik agar tidak kena marah atasan adalah dengan mengikuti aturan atasan dan mengerjakan perintah atasan. Jika atasan sudah memberi perintah anda menyekesaikan pekerjaan A maka selesaikan pekerjaan A tersebut jangan menunda pekerjaan tersebut dengan hal lain bahkan hal yang tidak penting. Karena atasan pasti akan menanyakan apakah pekerjaan yang diserahkan tadi sudah seleai atau belum, dan jika sudah diberi batasan waktu namun tidak juga selesai pasti atasan akan marah.

3. Jaga komunikasi yg baik dengan atasan
Cara agar atasan tidak selalu marah kepada kita adalah dengan menjaga komunikasi yang baik dengan atasan. Cobalah untuk memberikan laporan progress atas pekerjaan yang sedang anda kerjakan. Dengan tetap ada komunikasi antara anda dengan atasan bukan berarti anda bodoh dengan selalu bertanya kepada atasan tapi anda cukup memberikan laporan sampai dimana perkembangan anda dalam mengerjakan dan mintalah saran dari atasan. Dan jika sampai di kemudian hari saat semua pekerjaan itu sudah finish atau selesai tapi kok tetap anda di marah marahi anda bisa menunjukkan ke pada atasan anda bahwa ada sudah meminta saran atasan sebelumnya. bilang saja begini "SAYA SUDAH MENGERJAKAN SESUAI DENGAN APA YANG BAPAK SARANKAN , MUNGKIN HASILNYA KURANG SESUAI DENGAN HARAPAN BAPAK, SAYA AKAN MEMPERBAIKINYA LAGI. sampai disini tetep aja bawahan tidak akan beani bilang "LAH SITU YANG SARANIN KOK SEKARANG SAYA KERJAKAN MASIH AJA TETEP DISALAHIN" hahaha namanya juga bawahan jadi tempat di salah salahin....

4. Kenali jalan pikiran atasan
Anda harus mengetahui jalan pikiran atasan, agar anda tidak kena marah caranya bagaimana? anda harus mengerti mood atasan, ketika atasan anda sedang bad mood pasti dia suka marah-marah nah anda harus pandai membuat atasan anda senang agar rasa bad mood tersebut bisa di redam.

5. Bersosialisasi dengan atasan di luar jam kantor
Cara ini mungkin bisa efektif, coba ajak atasan anda ngobrol saat dikantin, atau ajak atasan anda main futsal atau hal hal lain yang bisa membuat keakraban anda dengan atasan dekat, misal atasan hobi bulu tangkis, ok ajak saja atasan bermain  bulu tangkis, anda tak harus pandai olah raga yang jadi kegemaran atasan namun paling tidak anda bisa menjalin keakraban dengan menjadi partner saat berolah raga dengan atasan diluar jam kerja.

6. Hindari konflik dengan atasan
Setiap kali anda merasa ini nanti akan menjadi konflik atau masalah jika saya melakukan hal ini. Hindari saja. maksudnya anda sudah punya feeling jika anda melakukan hal itu malah akan terjadi konflik jadi ya hidari saja, bukan menghindar saat ada masalah, masalah ada di selesaikan, namun jangan sampai kita yg selalu membuat masalah alias TROBLE MAKER.

Baca Juga: 16 Alasan Resign Kerja yang Bijak

7. Bersikap sopan kepada atasan
Sekalipun atasan bersikap judes kepada kita kita tetap harus sopan kepada atasan. Selalu menghormati atasan dan bertutur kata yang sopan. Siapa tahu dengan bersikap sopan hati atasan akan luluh mungkin dalam hatinya juga bertanya "ANAK INI HEBAT, SUDAH SAYA SAKITI, MARAHI TAPI TETAP SABAR DAN TETAP MENGHORMATI SAYA" saya jadi sungkan mau marah lagi...hahaha

8. Jadilah orang yang bisa diandalkan oleh atasan
Mungkin cara ini adalah cara yang paling jitu karena hanya dengan menjadi orang yang paling bisa diandalkan kamu akan memperkecil kemungkinan kena marah. lha gimana mau marah ke kamu kalau hanya kamu orang yang bisa diandalkan untuk melakukan pekerjaan itu.

9. Selalu berusaha untuk melampaui ekspetasi atasan ketika bekerja
Cobalah untuk melampaui ekspektasi atasan. maksudnya ketika atasan memberikan tugas dalam waktu 2 hari , anda bisa mengerjakan selesai hanya dalm satu hari, langsung lapor ke atasan pak pekerjaan sudah selesai silahkan dikoreksi. 

10. Bersikhap Tenang, hilangkan ego dan selalu berpikir positive thinking
Saat atasan marah tetaplah berpikir tenang, kurangi ego diri , dan selalu ber positif thinking bahwa mungkin yang dilakukan atasan itu bukan marah tapi menasehati hanya mungkin caranya saja yang salah dengan membentah-bentak dan kadang menggebrak meja. Ya tiap orang memiliki cara tersendiri dalam mengelarkan isi hatinya mengeluarkan pikirannya , mungkin cara atasan memang begitu.

11. Cobalah untuk Evaluasi diri
Cobalah untuk mengevaluasi diri, mungkin apa yang dikatakan atasan memang benar, kita memang banyak salah, walaupun kita selalu menganggap diri kita selalu benar, dan kalau atasan salah kembali ke pasal pertama ATASAN SELALU BENAR.

12 Tidak usah dimasukkan ke hati, masuk kuping kanan keluar kuping kiri
Cara paling jitu saat dimarahi adalah Tidak usah dimasukkan ke hati. Cukup dicuekin saja biarkan atasan marah sampai habis tenaga dan capek sendiri. Asal dia tidak melakukan kekerasan fisik terhadap kita kita tidak perlu membalasnya. Jika sudah sampai ada kekerasan fisik anda cukup bawa saksi dan fisum ke polisi saja hahahaha.. 


Jika atasan Anda bersikeras benar, tidak ada jalan lain. Anda harus berkonsultasi dengan bagian personalia. Saat berkonsultasi dengan personalia, informasikan kekecewaan Anda pada sikap atasan Anda. Utarakan juga bahwa hal tersebut mengganggu hak, pikiran, dan kinerja Anda. Pihak personalia biasanya akan membantu Anda menyelesaikan masalah tersebut secara persuasif. Jika tindakan yang diambil personalia tidak membantu menyelesaikan masalah tersebut, Anda berhak mengadukan atasan Anda kepada serikat pekerja yang ada di perusahaan Anda.

Saat berkonsultasi dengan serikat pekerja, sampaikan masalah Anda. Informasikan juga bahwa Anda sudah menempuh sejumlah cara namun tidak ada satu pun yang menyelesaikan masalah Anda dengan atasan. Serikat pekerja umumnya akan membawa masalah ini untuk dibahas di rapat internal dan kemudian akan mendiskusikannya dengan pihak perusahaan. Ini merupakan salah satu kewajiban mereka untuk melindungi hak karyawan yang tidak dipenuhi perusahaan.

Jika cara cara diatas gagal berarti memang anda harus resign dan mencari pekerjaan lain. cari lowongan kerja di perusahaan lain. Anda bisa mencarinya dari media cetak atau situs lowongan kerja terpercaya.

0 Response to "12 Cara Ampuh Menghadapi Atasan yang Pemarah"

Posting Komentar