8 Jenis Investasi yang Menguntungkan


8 Jenis Investasi yang Menguntungkan 

Bagi sebagian orang yang awam, berinvestasi masih merupakan hal yang asing. Selain karena risikonya yang tidak bisa diprediksi, banyak orang yang juga kesulitan untuk menyisihkan uang untuk berinvestasi. Apalagi saat masih Muda , masih suka Foya-foya , jalan jalan, jajan, menghabiskan gaji hanya untuk bersenang senang, membeli barang-barang yang sebenarnya hanya mengejar gengsi bukan barang barang kebutuhan pokok yang sifatnya wajib. Ya, investasi itu sebaiknya ketika kamu masih muda. Hal ini dapat menyelamatkan keuangan anda di masa mendatang. Bagaimanapun investasi adalah salah satu strategi terbaik untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Dibutuhkan keberanian serta keuletan untuk mempelajari serta mempraktikkan investasi yang menghasilkan. Bila sudah expert, tentu hasilnya pun akan mengalir dengan lancar. Nah, apakah Anda ingin mencoba berinvestasi? Pelajari sepuluh jenis investasi berikut ini.


1. Emas
Emas adalah investasi yang bisa dibilang low risk alias memiliki tingkat risiko yang rendah. Harga emas bisa dibilang stabil bahkan cenderung meningkat. Menginvestasikan penghasilan dengan membeli emas, baik emas perhiasan maupun emas batangan, cocok dilakukan oleh orang-orang yang konservatif. Modal pertama pun tidak butuh terlalu banyak. Mulailah dengan membeli emas sesuai dengan kemampuan pada saat itu. Kelemahannya, kita perlu ketelitian ekstra untuk menjaga dan menyimpannya supaya tetap aman. Namun jenis emas apa yang bagus untuk investasi? jawabanya adalah emas batangan Antam. Emas Antam sendiri adalah emas batangan yang diproduksi oleh PT. Antam (Aneka Tambang), Tbk yang memiliki ciri-ciri khusus yang sulit untuk dipalsukan. Dalam masing-masing emas Antam sendiri, ada sebuah sertifikat yang menjelaskan tentang dimensi emas, berat emas, kadar kemurnian emas, serta nomor seri dari emas tersebut. Untuk menghindari terjadinya penipuan saat membeli emas Antam, disarankan agar Anda membeli emas Antam ini di tempat-tempat yang menjadi distributor resmi emas Antam. Salah satu tempat yang menjadi distributor emas Antam itu adalah PT. Pegadaian.


2. Tanah
Tanah adalah jenis investasi yang juga cukup menguntungkan. Harga tanah terus meningkat dari waktu ke waktu. Apalagi jika lokasi tanah berada di pusat kota atau di tempat-tempat strategis. Tanah yang sudah dibeli ini pun bisa digunakan untuk membangun usaha atau untuk dijual kembali. Yang harus diperhatikan saat ingin menginvestasikan penghasilan kita dengan membeli tanah adalah kejelasan hak milik. Banyak orang yang akhirnya tertipu oleh penjual tanah yang ternyata bukan pemilik sesungguhnya. Perhatikan pula potensi baik berdasarkan lokasi maupun tekstur tanah jangan membeli tanah yang dulu bekas rawa-rawa, apalagi rawan banjir, jangan membeli tanah yang posisinya di belakang bukit karena bisa jadi pembeli takut jika terjadi gempa akan terkena longsor. Jadi kita harus memperhitungkan baik baik tanah yang akan kita beli, Jika salah membeli, kita bukannya untung malah jadi rugi.

3. Mata Uang Asing
Saat nilai rupiah melemah terhadap dollar, saat ini saja oktober 2019 nilai tukar dollar terhadap rupiah bisa mencapai 15.200 banyak orang berbondong-bondong menukarkan dollar mereka dengan rupiah. Jual beli mata uang asing adalah salah satu jenis investasi yang juga cukup menguntungkan.
Bayangkan jika saat dollar seharga 14.300 anda membeli 1000$ maka saat harga dolar naik mencapai 15.300 anda bisa memperoleh keuntungan berapa?  kalikan saja

15.300 x 1000 = 15.300.000
14.300 x 1000 = 14.300.000
--------------------------  -
                  1000.000 

Nah terlihat bukan anda mendapat keuntungan 1jt ,namun halalkah???
                
Sebelum melakukan investasi ini, kita harus paham tren naik turunnya nilai mata uang supaya tidak terjebak dalam kerugian. Sebenarnya dalam segi agama apalagi islam membeli $ ini termasuk boleh namun.....
Menurut FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 28/DSN-MUI/III/2002 Tentang  JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF) Ketentuan Umum Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut: 
a.    Tidak untuk spekulasi (untung-untungan) 
b.    Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan) 
c.    Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh). 
d.    Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Sebelumnya diatas saya beri kata NAMUN... 
Pertukaran mata uang asing yang beda kurs, ada mahal dan murah, serta setiap hari nilainya bisa berubah itu hukumnya boleh-boleh saja asalkan dilakukan secara kontan. Maksudnya tidak diutang sebagian atau keseluruhan, baik dari pihak rupiah maupun dolarnya. Apalagi ini mengingat perbedaan nilai kurs tidak terjadi asal-asalan begitu saja

Jika Anda menyimpan uang (tabungan) dalam bentuk dolar—karena Anda tau mata uang negara Amerika Serikat itu nilainya stabil—dan menukarkan ke rupiah saat dolar sedang naik, itu juga masih diperbolehkan. Yang tidak boleh adalah jika Anda melakukannya untuk untung-untungan, spekulasi, dan cenderung gambling.


4. Saham
Membeli saham adalah satu satu jenis investasi yang patut anda dicoba. Saham adalah tanda kepemilikan terhadap suatu badan usaha maupun perusahaan. Dalam investas ini, kita bisa membeli serta menjual saham yang dimiliki berdasarkan perkiraan keuntungan yang akan didapatkan. Dengan memiliki saham di suatu perusahaan, kita akan mendapatkan pembagian keuntungan yang disebut dividen. Selain itu, dalam proses jual beli saham, kita bisa mendapatkan capital gain yaitu selisih harga beli dan harga jual saham. Namun, investasi saham harus dilakukan dengan hati-hati karena banyak risiko yang bisa jadi malah menimbulkan kerugian.Pentingnya mempelajari bagaimana memilih saham yang menguntungkan adalah perlu menginvestasikan pengetahuan kepada diri sendiri, seperti dengan membaca buku atau belajar dari berbagai sumber. Investasi itu ibarat memilih dan mengembangkan bebek yang memiliki telur emas, perlu kesabaran dan pengetahuan yang cukup agar berhasil.


5. Deposito
Jenis investasi selanjutnya adalah deposito. Deposito bisa disebut produk investasi yang minim risiko. Kita bisa memiliki deposito dengan mengajukannya pada sebuah bank. Sistem deposito hampir sama dengan menabung secara konvensional yaitu menyimpan sejumlah uang tertentu di bank. Bedanya, deposito menerapkan jangka waktu tertentu sehingga uang yang disimpan tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Namun, jangka waktu yang ditawarkan cukup bervariasi, yaitu 1, 3, 6, atau 12 bulan. Kita bisa memilih sesuai kebutuhan. Keuntungan menabung dalam bentuk deposito adalah bunga yang lebih tinggi. Sayangnya, kita butuh modal yang cukup besar, antara 8 hingga 10 juta rupiah tergantung bank yang menawarkannya.




6. Reksadana
Ada pula investasi yang disebut reksadana. Secara sederhana, reksadana adalah pengelolaan dana atau modal yang terkumpul dari sejumlah investor oleh seorang Manajer Investasi. Modal ini akan diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada instrumen investasi. Kita bisa membeli reksadana pada lembaga yang mengelola, seperti bank atau pada Manajer Investasi. Meskipun menguntungkan, berinvestasi dengan reksadana memiliki risiko yang cukup besar. Pelajari dengan cermat terlebih dahulu sebelum memulai investasi dengan reksadana.

7. Obligasi
Selanjutnya, jenis investasi yang juga bisa dilakukan adalah dengan obligasi. Obligasi adalah sebuah perjanjian dari penerbit obligasi tersebut yang menyatakan akan membayar kembali pokok utang beserta bunganya pada saat jatuh tempo. Jadi, dalam hal ini, kita meminjamkan uang kepada penerbit obligasi dalam jangka waktu tertentu. Pembayaran obligasi dapat dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas yang bersangkutan. Obligasi yang Anda beli akan tercantum dalam rekening perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Selanjutnya, administrasi pembukuan akan dilakukan oleh bank kustodian perusahaan sekuritas.

8 . Rumah
Investasi yang juga menjadi tren adalah properti dalam bentuk rumah. Rumah bisa menghasilkan jika disewakan ,dikontrakkan ataupun diperjualbelikan. Sayangnya, kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk membangun atau memiliki rumah untuk diinvestasikan. Pada lokasi-lokasi tertentu, rumah bisa dijadikan sebagai tempat usaha ataupun kost sehingga nilai investasinya menjadi lebih tinggi.

Semoga Artikel ini bermanfaat
jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar
saya dengan senang hati sebisa mungkin menjawabnya !!!

Wassalamualaikum,wr,wb

0 Response to "8 Jenis Investasi yang Menguntungkan "

Posting Komentar