9 Cara Meningkatkan Penghasilan Google Adsense


9 Cara Meningkatkan Penghasilan Google Adsense

Meningkatkan penghasilan iklan AdSense tidak hanya terletak pada bagaimana menetapkan strategi pemasangan iklan AdSense yang cocok saja, ada faktor lain diluar itu yang juga turut berperan. Untuk bisa meningkatkan penghasilan AdSense secara kontinyu, terkadang, sebagian atau keseluruhan blog juga memerlukan perlakuan atau usaha tertentu secara kontinyu pula. Berikut ini adalah beberapa praktik terbaik untuk meningkatkan penghasilan AdSense:


1. Ad Balance

Ad balance google adsensePada halaman ini kita bisa mengurangi jumlah iklan yang akan tayang di web kita dengan menggeser slider dibagian bawah sesuai yang kita inginkan 1-100%, saat menaik-turunkan slide “ad fill rate” dibawah, Google akan memberikan estimasi berapa persen revenue yang akan kita dapat (seberapa terpengaruh penghasilan karena berkurangnya iklan), normalnya ad fill rate ini ada di 100% secara default yang artinya setiap ad unit yang kita pasang di blog/website akan selalu menampilkan iklan setiap saat. Yang jadi pertanyaan adalah kok bisa mengurangi jumlah iklan di blog malah menambah penghasilan kita? Ad balance ini bertujuan untuk fokus pada menayangkan iklan-iklan yang paling menghasilkan untuk blog kita (highest ads), jadi iklan yang nilai klik/CPC nya kecil tidak akan tampil diblog kita. Cara melihat ad balance pada akun google adsense yaitu Pada dashboard AdSense dibagian kiri terdapat menu My ads -> Content -> Ad Balance

Tentu kita akan pilih yang CPC nya lebih tinggi walau kliknya lebih sedikit. Jadi cobalah untuk menurunkan persentase jumlah iklan kita dengan ad balance dan lihat seberapa jauh dampaknya pada revenue kita, perhatikan saat menurunkan slider ketika estimasi revenue mulai turun ke 99% artinya pengurangan jumlah iklan mulai mempengaruhi penghasilan kita, saya biasanya memasang 5-10% lebih tinggi dari batas estimasi 100%, jadi kalau saat saya kurangi iklan sampai 62% dan estimasi revenue mulai turun ke 99% maka saya akan taruh ad fill rate di sekitar 70%.

Keuntungan dari ad balance ini adalah selain memaksimalkan penayangan iklan tertinggi, kita juga bisa meningkatkan user experience atau pengalaman yang baik bagi visitor karena mereka akan lebih sedikit melihat iklan dari biasanya, pengalaman pengguna yang baik tentu akan berpengaruh pada engagement dan trafik Anda secara menyeluruh yang nantinya akan berdampak pada penghasilan Anda secara jangka panjang.

Namun kekurangan ad balance ini adalah datanya sering tidak akurat kalau trafik blog kita masih sangat sedikit, estimasi revenue ini bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu, karena estimasi ini diambil dari data trafik dan performa ad unit yang kita pasang di blog, maka kita perlu trafik yang sangat banyak supaya Google juga bisa memberi saran/estimasi yang lebih baik.


2. Blok Iklan CPC Kecil

Pernah melihat iklan suami ng4ceng?  Jika ya maka segera blok karena iklan ini adalah iklan sampah yang sering sekali melukai para publisher di Indonesia. Caranya adalah masuk ke dashboard AdSense Anda, klik bagian Allow & block ads –> Content –> Ad review center. Cari iklan-iklan ini dengan filter keyword pada kolom pencarian, yaitu:


  • Ngac*ng
  • Pemasangan
  • Suami
  • Suamiku
  • Istri
  • Istriku
  • .ru

Yang menjengkelkan adalah walau sudah di block biasanya dalam beberapa hari kedepan akan muncul lagi yang baru karena advertiser ampas ini mungkin punya stok/kloningan akun AdWords yang banyak, jadi bisa terus spam iklan sampah ini sampai mati. Saya sendiri biasanya cek setiap 3-4 hari sekali untuk membersihkan iklan ini, terkadang kalau Anda merasa ada iklan yang tidak pantas/senonoh (sama sekali tidak relevan) kita juga harus membloknya karena biasanya iklan-iklan seperti ini nilai CPC nya sangat-sangat kecil bisa sampai dibawah Rp 100,- perak per klik.


3. Bereksperimen dengan Unit Iklan AdSense.

Setiap blog mempunyai keunikannya sendiri. Meniru strategi pemasangan iklan di blog lain mungkin bukan solusi terbaik. Anda dapat melakukan eksperimen iklan AdSense sendiri untuk menemukan strategi yang cocok untuk blog Anda. Google AdSense menyediakan berbagai ukuran, gaya dan tipe iklan bukan tanpa maksud. Setiap visitor blog bisa mempunyai ketertarikan dan akan mengklik iklan dengan ukuran, gaya dan tipe iklan berbeda. Ketika Anda membuat unit iklan baru, Google merekomendasikan kepada Anda untuk menggunakan beberapa ukuran, gaya dan tipe iklan yang selama ini dianggap berkinerja baik. Anda dapat melakukan eksperimen dengan ukuran, gaya dan tipe iklan yang berbeda. Dari beberapa eksperimen yang telah dilakukan, ambil eksperimen yang memberikan kinerja iklan terbaik untuk meningkatkan penghasilan AdSense.



4. Bereksperimen dengan Posisi Iklan AdSense.

Di laman Bantuan AdSense, Anda dapat menemukan sumber daya terkait dengan cara terbaik menempatkan iklan AdSense di blog, forum, situs berita, situs travel dan situs olah raga. Anda perlu menentukan situs Anda sesuai dengan salah satunya dan kemudian mencoba meniru cara menempatkan iklan AdSense. Meskipun ini juga belum menjamin, Anda dapat melakukan penyesuaian posisi iklan sedikit untuk melihat efeknya. Menempatkan iklan AdSense di dalam artikel atau postingan juga dianggap cara yang tepat. Artikel adalah alasan visitor mengunjungi blog Anda. Visitor blog akan lebih banyak memberi fokus pada artikel dibandingkan area laman lainya seperti header, sidebar atau footer. Iklan AdSense yang relevan dengan konten akan menjadi pelengkap dari artikel dan turut mendapat fokus dari visitor blog. Tata letak (layout) template atau tema memberi peran penting dalam menentukan posisi iklan AdSense. Umumnya, template Blogger memiliki dua kolom dan CMS seperti Joomla memiliki tiga kolom. Bila template atau tema yang digunakan mendukung tiga kolom, Anda dapat mencoba meletakkan iklan AdSense di sidebar kiri atau kanan atau keduanya, di bagian atas, tengah atau bawah untuk menemukan posisi iklan AdSense yang memberi performa terbaik.

Baca Juga: Cara Daftar Google Adsense Non Hosted Terbaru

5. Memilih Iklan Responsif atau Iklan Ukuran Tetap.

Blog atau website yang dibuat saat ini sudah menggunakan teknologi web modern, artinya template atau tema yang digunakan sudah tentu responsif. Google mendorong penggunaan template responsif agar mobil friendly. Konten blog akan menyesuaikan ukuran layar perangkat secara otomatis. Apakah ini artinya Anda juga perlu menggunakan iklan AdSense yang responsif?

Google selalu merekomendasikan untuk menggunakan iklan responsif karena dapat menyesuaikan ukuran perangkat secara otomatis sehingga bisa berkinerja dan dapat memberi pengalaman pengguna yang lebih baik. Iklan ukuran tetap tidak bisa menyesuikan ukuran layar. Bila digunakan iklan ukuran tetap yang cenderung lebar, sebagian dari iklan tidak akan kelihatan ketika lebar iklan melebihi lebar layar perangkat. Namun demikian, ada beberapa iklan ukuran tetap yang cocok di semua perangkat. Iklan dengan lebar 300px atau lebih kecil cocok di semua perangkat.

Melalui Google Analytics, Anda dapat mengetahui jenis perangkat yang digunakan visitor blog. Bila perangkat mobile seperti tablet dan smartphone juga banyak digunakan, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menampilkan iklan yang sesuai ukuran layar perangkat untuk mendapatkan kinerja iklan dan penghasilan yang lebih baik. Anda dapat menggunakan iklan responsif, iklan tetap yang cocok dengan semua ukuran perangkat atau efek responsif dari iklan ukuran tetap melalui kode.

6. Terus Membuat Artikel Baru.

Anda dapat mengetahui seberapa pengaruh trafik visitor ke blog Anda ketika tidak membuat artikel baru dalam kurun waktu tertentu, misalnya seminggu, dua minggu, sebulan atau lebih. Ada blog yang visitornya akan turun drastis ketika lama tidak update artikel dan ada juga blog yang visitornya cenderung stabil atau hanya mengalami penurunan sedikit. Sebagian besar blog menggantungkan trafik visitor pada artikel baru.

Untuk blog yang bergantung pada artikel baru untuk mendatangkan visitor baru maupun menarik kembali visitor berulang (repeated visitor), perlu dibuat artikel baru secara kontinyu. Untuk blog yang tidak terlalu bergantung pada artikel baru, Anda dapat sedikit rileks dan bisa lebih fokus pada kualitas artikel yang dibuat.

7. Terus Melakukan Promosi Konten.

Bila Anda ingin mendapatkan penghasilan yang baik dari Google AdSense secara berkelanjutan, terus promosikan blog dan artikel Anda. Anda perlu mencari dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berpromosi. Anda bisa menggunakan sosial media yang Anda miliki atau forum yang Anda ikuti untuk mempromosikan blog.

Bila Anda aktif menggunakan sosial media, seharus di profil media sosial Anda terdapat tautan /link yang menuju ke blog Anda. Bila Anda ikut serta di forum, Anda dapat menambahkan signature berupa link yang juga menuju ke blog Anda. Untuk diperhatikan, dalam mempromosikan blog dan artikel, tetap ikut pedoman Google webmaster dan kebijakan Google AdSense.


8. Cek Halaman Optimization

Pada dashboard AdSense dibagian kiri ada halaman “Optimization”, cobalah sesekali cek kebagian “Opportunities” karena disini Google akan memberi berbagai rekomendasi bagaimana cara untuk memaksimalkan performa akun AdSense Anda, biasanya kita sering mendapat koreksi iklan/ad unit mana yang jarang terlihat oleh visitor, kekurangan-kekurangan blog kita dan tips-tips untuk menambah penghasilan.

Lalu kita juga bisa gunakan “Experiments” untuk mengetes berbagai format dan jenis iklan mana yang lebih baik untuk blog kita, eksperimen ini berupa percobaan tipe-tipe ad unit dan kategori iklan yang ada, nantinya kita bisa melihat datanya dan tahu jenis/kategori iklan apa yang lebih menghasilkan. Kalau kita ga mau pusing/ribet, kita tinggal jalankan saja automatic experiments, jadi Google akan mengetes beragam iklan dan mengolah datanya sendiri untuk kita secara otomatis.

9. Analisis Data dari Performance Report

Cobalah periksa analitik performa AdSense Anda, beberapa metrik yang perlu diperhatikan:
  • Page views
  • Clicks (jumlah klik iklan)
  • Page RPM (penghasilan per 1.000 PV)

Normalnya adalah jika pageview (PV) semakin bertambah otomatis jumlah klik juga akan bertambah, kalau jumlah trafik Anda naik tapi jumlah pageviews (analitik performance report AdSense) tidak bertambah berarti ada yang salah dengan penempatan iklan diblog Anda, bisa jadi ada iklan yang tidak terlihat atau belum terimplementasi dengan baik.

Jika PV bertambah namun klik cenderung turun mungkin ada yang salah dengan konten-konten Anda, apakah Anda membuat konten clickbait atau miss leading sehingga iklan yang muncul jadi tidak relevan? Hal ini juga bisa dipengaruhi oleh target audience Anda, kebanyakan visitor-visitor yang marketnya blogger/internet marketing biasanya jarang mengeklik iklan advertiser.

Lalu metrik terakhir RPM ini biasanya yang paling fluktuatif bisa naik turun sampai 100%, sayangnya tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk RPM ini karena hal ini dipengaruhi oleh harga bid iklan dipasar, jadi jangan heran kalau misalnya hari ini dapat Rp 50.000,- dari 5.000 PV  besoknya cuma dapat Rp 30.000,- dari 6.000 PV walau trafik/pageview blog kita naik tapi penghasilannya bisa jadi malah turun karena harga iklan yang sedang drop memang akan selalu naik turun tergantung persaingan advertiser yang ada.

Cara terbaik yang bisa kita lakukan agar tidak terkena banned adalah fokus pada konten blog/web kita, cari trafik berkualitas sebanyak-banyaknya jangan melakukan spamming / spam. optimasi AdSense sebaik mungkin, dan jangan berusaha mengakali/melanggar aturan & kebijakan AdSense yang ada.

Semoga artikel ini bermanfaat
Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 Response to "9 Cara Meningkatkan Penghasilan Google Adsense"

Posting Komentar