9 Kebiasaan Karyawan yang Tidak Disukai Atasan




9 Kebiasaan Karyawan yang Tidak Disukai Atasan


Di dalam pekerjaan tentu tidak ada yang ingin dimarahi setiap harinya, susasana pekerjaan yang menyenangkan nyaman pasti menjadi dambaan bagi setiap pekerja. Tak perlu menjadi penjilat untuk bisa mendapat hati dari atasan karena menjadi penjilat malah akan terlihat buruk di mata karyawan lainnya. Anda cukup melakukan pekerjaan dengan baik sesuai dengan arahan atasan, bekerja dengan sebaik-baiknya. Selain itu, hindari beberapa hal ini agar kamu tidak dimarahi atasan.


1.  Datang Terlambat & Sering Absen

Karyawan yang sering datang terlambat sangat tidak disukai atasan. karyawan selalu menyalahkan kemacetan sebagai penyebab mereka terlambat tiba di kantor. Padahal seharusnya karyawan cukup pintar untuk memperkirakan waktu perjalanan dari rumah ke kantor Jadi sebaiknya mereka berangkat lebih pagi agar tidak Bagi karyawan yang sering bolos selalu menggunakan berbagai macam alasan untuk tidak pergi kerja, misalnya kendaraan mogok, anak sakit, dan sebagainya. Perlu diketahui lama kelamaan atasan anda akan kehilangan rasa percaya terhadap alasan-alasan yang anda berikan dan berpikir bahwa itu hanyalah karangan anda saja padahal alasan yang sebenarnya adalah anda malas pergi kerja. Untuk itu berusahalah untuk rajin berangkat kerja tepat waktu agar anda mendapat penilaian yang baik dari atasan.


2. Tidak Peduli atau Sering Menyepelekan Tugas

Ketidak pedulian anda terhadap pekerjaan yang diserahkan kepada anda mungkin bisa jadi penyebab marahnya atasan kepada anda. Misal Ketika atasan mencari seseorang yang dapat mengambil alih tanggung jawab karena ada salah satu rekan yang sakit, anda memilih mundur dan membiarkan orang lain mengambil tantangan tersebut. Hal tersebut jelas memberikan kerugian pada anda. Karena dengan melakukan pekerjaan orang lain, anda dapat memperbesar ruang lingkup pengetahuan dan keterampilan. Tetapi karena anda memilih mundur, atasan anda menganggap anda sebagai orang yang tidak bisa diandalkan tidak peduli terhadap pekerjaan dan sering menyepelekan pekerjaan.


3. Sering Mengeluh dan Kebiasaan Yang Menyebalkan

Sering mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan dari atasan, tidak bersemangat saat kerja dan kerap memprotes kebijakan perusahaan atau kesal saat harus kerja melebihi waktu kerja namun tidak ada konsekuensi tambahan gaji lembur, loyalitas tapi loyolitas. Atasan tidak suka berurusan dengan karyawan yang sering mengeluh. Ada saja yang dikeluhkan tentang apa saja dan siapa saja di tempat kerja, mulai dari beban kerja yang diberikan kepadanya terlalu berat, waktu kerja yang berlebihan. Kebiasaan mengeluh dapat mengarah ke perilaku negatif lainnya, seperti bersikap sinis atau menindas rekan kerja, acuh ketika ditegur atasan, dan menyebarkan sifat jelek lain pada karyawan. Ini adalah masalah klasik dalam dunia kerja. Sampai kapanpun, akan ada karyawan yang dikenal sebagai orang yang suka mengeluh. Dan ini menjadi catatan tersendiri bagi para atasan. Mereka pasti akan bosan dengan bawahan yang kerjanya cuma mengeluh di kantor. Kalau sehari-hari kamu bicara dan mengeluhkan banyak hal pada atasan, jangan heran kalau suatu hari nanti dia muak padamu. Tugasmu bukan untuk menambah pekerjaan atasanmu, justru untuk membantunya mempermudah pekerjaannya. Yang harus dilakukan Jika memang ada masalah yang ingin dibicarakan, siapkan opinimu terhadap masalah itu. Kalaupun ia tidak menyetujuinya, setidaknya dia sudah melihatmu berusaha untuk menyelesaikan masalah.


4.  Kurang Inisiatif

Atasan merasa kecewa ketika melihat karyawannya kurang inisiatif dan kreativitas dalm bekerja. Karyawan yang seperti ini tidak dapat melakukan apapun sampai diberi tugas dengan intruksi yang sangat spesifik. Bakan setelah menerima instruksi spesifik, karyawan tersebut masih bertanya pada atasan atau meminta bantuan rekan kerja untuk mengerjakan tugasnya. Hal seperti ini membuat penilaian atasan buruk kepada anda sebagai karyawan kurang memiliki inisiatif.

5. Terlalu Terinisiatif

Sebagai karyawan, diperlukan insting tertentu dan kemampuan untuk beradaptasi dengan baik. Memainkan peran sesuai momen. Tak hanya momennya, tapi perhatikan pula siapa yang terlibat di situasi tersebut. Atasan memang cenderung suka dengan karyawan yang memiliki inisiatif. Tapi tetap, perhatikan waktu dan momennya Jangan Terlalu inisiatif juga tidak baik. Misalnya dalam rapat atau presentasi yang dipimpin atasan, walaupun kamu memiliki ide brilian , ide yang bagus, tunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Jangan mendahului atasan. Yang harus dilakukan Pelajari situasi dan siapkan diri untuk mengutarakan pendapat atau ide. Jadi ketika momennya tiba, kamu bisa menunjukkan kemampuan terbaikmu.



6. Tidak Dapat Menyelesaikan Tugas

Karyawan tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dari atasan. Kebiasaan buruk seperti terlambat menyerahkan hasil kerja atau sama sekali tidak dapat menyelesaikannya harus segera diperbaiki. Cobalah untuk mengatur waktu kerja anda sebaik mungkin batlah time schedule atau jadwal penyelesaian tugas. Apabila beban kerja anda terlalu berat, mintalah bantuan rekan kerja atau jelaskan kepada atasan untuk meringankan beban kerja anda. jika anda ingin terus bertahan di perusahaan atau di tempat kerja lainnya dan ingin mendapatkan promosi. Sebaiknya anda bisa mengubah sifat-sifat diatas menjadi karyawan teladan  , selalu menyelesaikan tugas adalah hal yang disukai oleh atasan anda.



7. Terlalu Banyak Bertanya

Jangankan atasan, jika anda ditanyai pertanyaan yang sama dan tidak penting berulang-ulang, kuping anda pasti terasa "panas", bukan? anda terasa jenuh bukan? Karena itu, saat diberi arahan dan tugas, pastikan kamu mendengar dengan baik. Tidak hanya mendengar tapi juga mengerti, ya. Jangan asal mendengar saja. Terlalu banyak bertanya atau mengonfirmasi menandakan kamu adalah pribadi yang kurang memiliki inisiatif dan kepercayaan diri. Yang harus dilakukan Siapkan catatan kecil atau kalau perlu rekam pembicaraan atau arahan atasan jika kamu memang sulit mengingat hal detail. Jika ada rekan kerja yang juga diberi arahan yang sama, diskusikan hal-hal detail dengan rekanmu.


8. Panik 

Bekerja itu bukan sekadar soal menunjukkan skill dalam bidang yang kamu kuasai, tapi juga soal memperlihatkan sikap atau attitude yang sesuai. Kemampuan untuk mengendalikan diri sangat diperlukan dalam kehidupan profesional. Jika ada persoalan, apakah kamu jadi pihak yang sibuk menyalahkan orang atau "buang badan" begitu saja? Atau kamu berusaha mencari jalan keluar? Atasan akan bisa menilai bawahannya dalam kondisi krisis. Jati diri seseorang akan terlihat jika ia diterpa masalah. Panik bereaksi berlebihan tentu akan membuat masalah semakin dalam. Yang harus dilakukan: Dalam kondisi krisis, kamu harus bersikap tenang dan berkepala dingin. Jangan panik dan melakukan tindakan atau mengambil keputusan dalam kondisi emosional.




9. Membuat atasan Terlihat Bodoh

Atasan juga manusia. Dia tidak mungkin mau terlihat bodoh di hadapan rekan kerja dan bawahannya. Seburuk apapun atasanmu, setidaknya kamu menunjukkan sedikit rasa hormat. Kamu tidak harus selalu sepaham dengan dia. Tapi tidak perlu menjatuhkannya di depan orang lain. Jangan membuatnya terlihat bodoh dengan menunjukkan kesalahan-kesalahannya saat meeting, misalnya. Atau kamu sengaja menahan atau tidak membagikan informasi-informasi penting dan terbaru sehingga dia terkesan tidak update. Yang harus dilakukan Perbarui informasi terkini dengan atasanmu termasuk detail-detailnya. Atasan tidak pernah suka dengan kejutan jika menyangkut detail pekerjaan. Rutin berdiskusi dengan atasan untuk mencapai kesuksesan bersama sebagai tim Selain hal itu masih banyak sifat sifat yang tidak Sikap menyebalkan seperti berisik waktu bekerja ,Manajemen waktu tidak teratur,Membawa masalah pribadi di kantor, korupsi waktu, suka bolos waktu kerja, bermalas-malasan di tempat kerja, dan masih banyak lagi sifat sifat jelek yang wajib dihindari karyawan agar atasan tidak marah ada karyawan.

Semoga artikel ini bermanfaat
Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 Response to "9 Kebiasaan Karyawan yang Tidak Disukai Atasan"

Posting Komentar