Advertisment

Dibalik Harga Software yang Murah


Dibalik Harga Software yg Murah 

Tulisan ini dikhususkan untuk pengguna dan mereka yg concern dengan software original dan legal. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kesadaran masyarakat Indonesia akan penggunaan software original beberapa tahun terakhir ada peningkatan. Hal ini kemudian diikuti munculnya para penjual software-software murah di berbagai marketplace. Yang saking murahnya, bahkan diantaranya ada yg tidak masuk akal alias banting bantingan harga.

Bukan sekali dua kali, di berbagai grup maupun via PM (Private Message), banyak teman-teman yg bertanya tentang hal ini. Umumnya pada meragukan keasliannya. Pada takut kalo lisensi yg dibeli adalah lisensi bajakan. Lalu bagaimana sebenarnya? Sependek pengalaman saya beberapa tahun belakangan mengelola toko online software, secara umum.

Software berbayar itu punya 2 tipe lisensi :

1. Lisensi yg berkaitan dgn originalitas software. 

Tipe ini hampir sebagian besar dalam bentuk license key atau serial number. Dengan ini, sebuah software bisa diaktivasi dan diupdate secara online, serta dapat dicek statusnya oleh pihak vendor. Lisensi ini yg dilindungi UU positif Indonesia, sehingga pelanggarnya dapat dikenakan hukum pidana.

2. Lisensi yg berkaitan dgn penggunaan software.

Untuk tipe ini, umumnya hanya berupa klausul hak guna. Isinya mengatur pembeli dalam menggunakan software tersebut, misalnya untuk penggunaan pribadi, untuk keperluan non-profit, dll. Lisensi ini lebih terkait dgn aspek moral. 

Hubungannya dengan harga software yg murah apa? Umumnya, software-software murah tersebut merupakan software original yg dijual tidak sesuai dgn peruntukan penggunaannya atau diperoleh dengan cara ilegal. Misalnya, lisensi yg seharusnya diperuntukkan organisasi non-profit kemudian dijual ke pasar retail. Jadi secara fisik lisensinya memang asli (original), tapi menjadi tidak legal. Karena peruntukannya tidak sesuai dgn yg seharusnya.



Beberapa jenis lisensi yg sering disalahgunakan secara umum antara lain :

(a) Lisensi untuk Pendidikan
Biasanya diperoleh dari hasil kerjasama antara institusi pendidikan dgn vendor software. Sehingga pelajar/mahasiswa, staf, dan pengajar dapat harga khusus atau bahkan gratis untuk software tertentu. 

(b) Lisensi untuk Developer
Umumnya merupakan bagian dari program dukungan vendor software tertentu untuk pengembangan bisnis dan teknologi bagi developer pemula. 

(c) Lisensi untuk Organisasi Non-Profit
Sesuai namanya dikhususkan untuk organisasi non-profit dan lembaga non-Pemerintah. Dialokasikan sebagai bagian dari CSR vendor software tersebut.

(d) Lisensi untuk Corporate dan eks Project
Ini yg sering disalahgunakan oleh oknum pegawai Perusahaan tertentu. Kuota volume license yg seharusnya digunakan untuk Perusahaan, kelebihannya dijual untuk keuntungan pribadi.

(e) Lisensi OEM
Ini juga salah satu yg banyak disalahgunakan. OEM seharusnya dibundling dgn hardware dan hanya boleh diperjualbelikan ke produsen hardware tertentu. Bukan justru dijual untuk pasar retail.

(f) Lisensi "Jalur Belakang"
Jenis ini baru saya dapatkan beberapa bulan lalu. Dapat informasi, bahwa memang ada sales dari vendor software tertentu yg menjual lisensinya dgn harga miring untuk sekedar menambah pemasukan si vendor sales.

(g) Lisensi yg dibeli dgn menggunakan kartu kredit curian
Sekitar 5 tahun lalu, yg seperti ini banyak banget. Beberapa script kiddies melakukan carding dan menggunakan CC curiannya untuk membeli lisensi dan dijual ulang.

(h) Lisensi lintas slab Negara
Ada beberapa software tertentu yg dijual dgn harga berbeda untuk kelompok negara-negara tertentu. Sehingga, penjual ada yg menjual lisensi untuk slab Negara A berharga murah, kemudian dijual mahal ke slab Negara B yg harganya lebih mahal.

Selain menjual lisensi yg disalahgunakan, sebagiannya lagi menjual lisensi palsu dgn memanfaatkan serial number hasil generate keygen atau yg semisalnya. Soalnya beberapa software yg saya tahu memang tidak menggunakan sistem verifikasi online untuk aktivasinya. 

Untuk mengenali lisensi ilegal yg seperti ini gimana caranya? 

Jujur saja sangat sulit. Mengingat secara teknis, license key atau serial numbernya asli. Yg ilegal adalah lisensi peruntukannya. Sehingga satu-satunya cara untuk saat ini adalah dengan melihat harga jualnya. Jika harga jualnya sangat murah ya bisa dipastikan lisensinya ilegal. Soalnya harga modal retailnya saja ndak masuk. Apakah harga software memang mahal dan tidak bisa murah? Sebenarnya tidak juga. Bahkan harga modal untuk lisensi retail ini sebenarnya murah kok. Marginnya dgn harga di situs resminya atau MSRP sangat besar. 

Lalu kenapa harga resminya mahal? Ini sebenarnya sangat erat kaitannya dgn pricing strategy dalam bisnis. Pernah saya singgung di grup Digital Marketing Club sepintas. Kapan-kapan akan coba saya urai lebih jauh masalah ini. Trus solusinya sebagai pembeli gimana? Saran saya, sebaiknya tanyakan status lisensi software tersebut ke penjualnya. Jika yang bersangkutan menjawab bahwa lisensinya original dan retail, maka bismillaah silakan dibeli. 

Demikian semoga artikel ini bermafaat
Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar, saya akan dengan senang hati menjawab pertanyaan anda.


0 Response to "Dibalik Harga Software yang Murah"

Posting Komentar