Sampai Kapan Bertahan Jadi Ayam Padahal Kamu Elang


SAMPAI KAPAN BERTAHAN JADI AYAM PADAHAL KAMU ELANG?


Tulisan ini buat temen-temen yang saat ini masih ber-status karyawan, terutama yang usianya dibawah 30 tahun. Jangan terlena dengan rutinitas, dan bentar-bentar maunya pulang on-time. Pulang on-time itu bukannya gak boleh, tapi setidaknya gunakan juga sedikit waktumu dalam sehari untuk menimba ilmu yang baru, entah itu dari rekan kerja, dari senior, seminar/ws/buku/internet.

Biar gak gagal paham mengenai maksud saya on time. 
Kerjaan selesai on-time itu justru wajib. Karena ya masa kita malah gak etis menggunakan jam kerja kita untuk belajar sesuatu yg diluar job desk kita sendiri. Disini lebih maksudnya adalah, coba minta waktu dengan para senior/rekan kerja yang kamu ingin perdalam ilmunya setelah jam kantor, atau mungkin pas istirahat makan siang?. Nah ketika kita minta waktu itu, tentunya kita yang harus mengikuti kapan mereka bisa available untuk mentoring kita ya toh .

Nah waktu belajar kamu itu justru sebetulnya setelah jam kerja atau di luar jam kerja. Jika perusahaan mengirim kamu untuk seminar/workshop di luar jam kerja --> harusnya kamu senang, karena ilmu bertambah, dibayarin pula, bukannya malah merasa "wah waktu libur gue ilang"

Perhatikan sistem yang ada di perusahaan, flow-nya, apa yang bisa kamu pelajari, milikilah cita cita minimal ingin bisa buka juga usaha seperti tempat kamu kerja. Setelah kamu bisa melihat gambaran besar dari flow yang ada, Coba amati kendala apa saja yang terjadi di lapangan, dan apa saja yang bisa terjadi.

 Lalu coba latih pikiran kamu, 
"jika saya adalah pemimpin perusahaan ini, apa yang akan saya lakukan?"

Kontribusikan ide/masukan kamu di setiap kesempatan yang kamu bisa dapatkan ke atasan. Apalagi jika karyawan makin banyak di perusahaan tersebut. Bagaimanakah agar kamu bisa terlihat menonjol dibanding yang lain?

Cari Muka itu beda dengan Mendapat Muka. Pimpinan yang sering terjun langsung ke team-nya, dan dekat dengan bawahannya pun sebenernya tau kok siapa yang cari muka dan siapa yg betul betul kerja.

Sering tanya ke diri sendiri, ilmu baru apakah yang saya dapatkan di minggu ini dari perusahaan ini?. Gak ngerti excel, tanya ke temen kerja yg ngerti minta belajar. Gak ngerti desain, tanya. Gak ngerti cara closing bisa tanya ke temen CS.

Perkaya diri dengan ilmu selagi muda.

Tahan banting sama kritik oleh atasan submit kerjaan tapi dikritik atasan untuk revisi ini itu jangan langsung baper.  Nggak semua atasan itu gaya kritiknya bisa sehalus molto. Ilmu kalian dan skill kalian itu percaya gak percaya akan berkembang dengan adanya kritik.

Ketika kamu kerja gak pernah ada yg kritik, justru ini yang harus hati hati, ini artinya kamu udah paling pinter sendiri, contoh, kamu misalnya jago bikin desain, semua orang pada muji, hingga suatu ketika ada temen kamu yg tau tau bilang, kayaknya lebih cepet kalau kamu step-nya gini deh.. disini kan kamu jadi belajar hal yang baru.


KESALAHAN yang sering dilakukan para pekerja saat ini yang baru lulus kuliah ,kurang belajar, kurang menyukai tantangan baru, menganggap tantangan itu adalah masalah yang bikin lembur.

Pemikirannya lebih "kerjaan kelar gak kelar" yang penting pulang on-time, dan pas internal meeting malah diem aja nunggu instruksi, gak ada kontribusi atau apapun.

Giliran kelar meeting baru berkicau ke temennya, kalau dia sebetulnya ada ide ini itu, tapi takut dianggap cari muka kalau diomongin pas meeting.

KESALAHAN KRUSIAL LAIN

Membatasi diri dengan atasannya, misalnya nih, kalau makan siang, maunya lunch sama yang kamu anggap selevel,

begitu juga ketika bergaul di kantor, nge-geng sendiri sendiri.

kalau diajak ngumpul sama seniornya, merasa malu, "apalah aku ini hanya serpihan oreo"

PADAHAL ya, pernah dengar cerita seekor Elang yang waktu dia masih jadi telor, nyasar ke kandang ayam?

karena dia selalu berkumpul dengan ayam , dia gak tau kalau dia itu Elang 

Ini aja udah mental block, kamu gak akan bisa maju kalau kelamaan gaulnya sama "ayam", kamu harus bisa merasa potensi diri kamu itu diciptakan "lebih besar" dari yang kamu kira.

Hampir tiap pelamar, nulis di CV, NGAKUNYAAAA:
proaktif  tapi giliran ada sesuatu yg gak beres, misalnya dia melihat ada flow yg bisa dipersingkat, tapi diem aja gak ambil tindakan atau lapor ke atasan.

bisa bekerja dalam tim dibecandain eh malah baper, terus ngambek gak jelas

Memiliki semangat belajar tinggi tapi saklek sama jam kerja, jam pulang ya kudu pulang.. lah terus belajarnya kapan?, nanya ke rekan kerja pas jam kerja ya atuh gimana mau dijawab serius, wong dia lagi kerja. Diminta memanfaatkan tanggal merah untuk ikut workshop, ngeluhnya segambreng.

Jadi, singkat cerita

dalam hidup itu,

Please..

Try to learn something new everyday 

Kita ini hidup kan bukan cuma buat ngegedein badan aja, tapi harus perkaya ilmu kita juga

dan...

mau sampai kapan jadi ayam?




0 Response to "Sampai Kapan Bertahan Jadi Ayam Padahal Kamu Elang "

Posting Komentar