StartUp Pengertian Ciri Contoh Perusahaan Startup


StartUp ?Pengertian ,Ciri , Contoh Perusahaan Startup di Indonesia


Pengertian Startup

Startup adalah perusahaan yang baru saja didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Mengutip dari Wikipedia, perusahaan rintisan atau umum disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.

Ciri-ciri dari startup antara lain adalah :

1. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun,
2. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang,
3. Pendapatan kurang dari US$100.000 per tahun atau Rp1,35 miliar per tahun,
4. Masih dalam tahap berkembang,
5. Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi,
6. Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital,
7. Biasanya beroperasi melalui website.

Beberapa Perusahaan Startup di Indonesia yang Sukses: 

1 BukaLapak
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2010 ini kini telah menjajaki langkahnya hingga menjadi salah satu situs jual beli terbesar di Indonesia. BukaLapak didirikan oleh Achmad Zaky dengan visi untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet. BukaLapak.com pada awalnya lahir dari dana pribadi para pendirinya. Namun seiring dengan pertumbuhannya yang sangat pesat, pendanaan dari beberapa investor mulai bermunculan. Beberapa investor yang tertarik mendanai BukaLapak.com adalah 500 startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan juga Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group). BukaLapak sendiri banyak digemari karena sistem pembayaran yang aman, dimana kasus penipuan dapat diminimalkan dengan cara penahanan pembayaran pada BukaLapak. Pembayaran baru bisa dicairkan apabila barang sudah sampai ke pihak pembeli dengan selamat.

2.Tokopedia
Startup Indonesia ini merupakan salah satu situs belanja online (e-commerce) terlaris di Indonesia sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009 lalu. Perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison ini menjadi perusahaan startup Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan pendanaan sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc. (SIMI). 

Baru-baru ini pada Agustus 2017, startup Indonesia ini menerima investasi dari perusahaan asal Tiongkok, Alibaba, sebesar US$1,1 milyar. Berkat kiprahnya, Tokopedia terpilih sebagai Marketeers of the Year pada Markplus Conference 2015 yang digelar Markplus Inc. serta Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award pada Mei 2016 lalu.


3. Gojek
Dibalik kesuksesan Gojek, ternyata ada sosok pendiri yang bernama Nadiem Makarim yang saat ini menjabat CEO PT Gojek Indonesia. mNadiem memposisikan PT Gojek Indonesia sebagai penyedia jasa transportasi ojek di Indonesia yang berkembang pesat setelah meluncurkan aplikasi di ponsel pada awal 2015. Gojek sendiri bergerak di bidang transportasi dan jasa pengiriman atau kurir. Ide awal munculnya gojek adalah karena Nadiem melihat permasalahan utama tukang ojek adalah waktu tidak produktif yang besar, seperti mangkal dan menunggu penumpang. Saat di pangkalan ojek, pengemudi ojek harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya.

Unicorn Startup, atau startup yang sudah punya nilai jual paling tidak $1 milyar. Berawal dari Go-Ride, layanan ojek daring yang bisa dipesan kapanpun dan dari manapun, startup Indonesia yang berdiri di 2010 ini mengembangkan fitur-fitur lain yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Layanan taksi online Go-Car, pesan antar makanan Go-Food, pengiriman barang Go-Send, pengangkutan barang dalam mobil Go-Box, jasa titip beli Go-Mart, layanan pijat panggilan Go-Massage, jasa pembersihan rumah Go-Clean, hingga perawatan kecantikan yang hadir ke rumah Go-Glam.

Karena kesuksesannya, pada Agustus 2016 startup Indonesia ini memperoleh suntikan dana sebesar US$550 juta dari sebuah konsorsium internasional. Selain itu, GO-JEK juga berhasil mendapatkan ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan pada Oktober 2016 lalu. Startup Indonesia ini tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tapi juga sudah melanglang buana dengan membuka kantor perwakilan di Bengaluru, India.

Baca Juga : 18 Kesalahan Bloger Pemula

4. Tiket.com
Sesuai namanya, Tiket.com menawarkan jasa reservasi tiket secara online, mulai dari tiket pesawat, kereta api, perhotelan, hingga event . Tiket.com menjalin kerja sama bisnis dengan PT Kereta Api Indonesia dan berbagai maskapai penerbangan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pembelian tiket melalui internet.

Tiket.com didirikan oleh Natali Ardianto yang kemudian bergabung dengan beberapa rekannya yaitu Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Mikhael Gaery Undarsa. Tiket.com terus berkembang dan akhirnya pada tahun 2013, dua tahun setelah didirikan, situs ini berhasil meraup omzet hingga 13 kali lipat omzet tahun sebelumnya. Namun hal tersebut tidak cepat membuat Natali puas, ia mengatakan bahwa sistem penerima panggilan yang mereka gunakan belum beroperasi secara maksimal, sehingga masih ada sekitar 60% hingga 70% panggilan terabaikan.

Untuk mengatasinya, Natali langsung memilih solusi terbaik yaitu dengan mempekerjakan lebih banyak orang untuk mengatasi panggilan terabaikan tersebut. Dengan perekrutan yang terus dilakukan, jumlah pegawai Tiket.com telah mencapai lebih dari 150 karyawan pada tahun 2014.

5.Traveloka
Untuk orang-orang yang sering bepergian, baik untuk urusan bisnis maupun berlibur, rasanya slogan “Traveloka dulu” sudah tidak asing lagi. Ya, slogan tersebut sukses membuat Traveloka, startup Indonesia yang didirikan Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design) ini, menjadi pilihan utama dalam memesan tiket transportasi pesawat, kereta api, hingga akomodasi seperti hotel dan penginapan lainnya.

Didirikan pada 2012, startup Indonesia ini awalnya melayani pencarian perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs, hingga pada pertengahan 2013 startup Indonesia ini merambah pelayanan pemesanan tiket pesawat secara mandiri. Setahun kemudian di pertengahan 2014 Traveloka memasuki bisnis pemesanan kamar hotel dan membuat aplikasi yang gratis diunduh di Play Store untuk device berbasis Android dan App Store untuk iOS. Startup Indonesia ini berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain. Total investasi yang diterimanya hingga kini senilai US$500 juta atau Rp6,75 triliun. Layanan Traveloka kini tidak hanya dapat dinikmati di Indonesia, tapi juga negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

6.HijUp
HijUp merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan keperluan fashion bernuansa Islami. Saat ini, HijUp sudah membawahi lebih dari 200 merek fashion Muslim dan dikabarkan akan segera menghadirkan layanannya untuk pasar fashion muslim dunia.

7. PicMix
Satu lagi startup buatan anak Indonesia yang berhasil mendunia. PicMix adalah sebuah aplikasi photo sharing & editing yang digagas Calvin Kizana pada tahun 2012 sebagai aplikasi foto di device berbasis BlackBerry yang saat itu sedang menjamur di Indonesia. PicMix kemudian berhasil menggaet 1 juta pengguna hanya dalam waktu dua bulan sejak peluncurannya. Versi Android dan Windows dirilis pada akhir tahun 2014, dengan diikuti iOS pada 2015. Hingga 2016 lalu, startup Indonesia ini memiliki sekitar 27 juta pengguna terdaftar. Pada Mei 2016 PicMix memperoleh pendanaan Seri A senilai US$3 juta. Pengguna startup ini tidak hanya dari Indonesia, namun sudah merambah Afrika Selatan, India, dan negara-negara lain di benua Asia dan Afrika.

Baca Juga: 10 Hobi yang Menghasilkan Uang 

Startup di Indonesia digolongkan dalam 3 kelompok yaitu 

1. Startup pencipta game
2. Startup aplikasi edukasi
3. Startup perdagangan seperti e-commerce dan informasi

Startup game dan aplikasi edukasi punya pasar yang potensial dan terbuka di Indonesia. Hal ini dikarenakan proses pembuatan game dan aplikasi edukasi relatif mudah. Dengan berkembangnya media sosial dan smartphone, pasar untuk mobile game dan social game semakin besar. Sementara itu untuk aplikasi atau website yang bergerak di bidang e-commerce dan informasi,tantangannya di Indonesia masih cukup besar.

Setelah melihat beberapa contoh bisnis startup dan serba serbinya, kini Anda siap memulai bisnis startup sendiri. Jangan lupa untuk melakukan beberapa riset untuk membentuk jenis usaha yang tepat dan dibutuhkan masyarakat.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat
jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan di kolom komentar !!!

0 Response to "StartUp Pengertian Ciri Contoh Perusahaan Startup"

Posting Komentar