12 Tips Menyapih Anak Usia 2 Tahun


12 Tips Menyapih Anak Usia 2 Tahun

Hai Bunda pasti pernah merasa kesusahan untuk hal yang satu ini bukan? iya pastinya menyapih atau berhenti memberikan asi , air susu ibu kepada anak memang menjadi masalah tersendiri untuk bunda, karena beberapa anak susah untuk di sapih maunya tetap ngempeng walaupun air susunya sudah tidak keluar lagi. Yang ada apa? iya pasti put1ng ibu terasa sakit bukan? bengkak karena gigitan si anak? Untuk itu berikut adalah beberpa tips yang bisa para ibu praktekan dirumah untuk menyapih anak yang sudah berusia 2 tahun ingat anak ya bukan bapaknya hehehe....

1. Menentukan waktu yang tepat

Hal pertama yang sering muncul di kepala kita tentang kapan saat yang tepat untuk melakukannya adalah hal yang paling dasar ataupun utama. Beberapa dokter dan ahli menyarankan bahwa kegiatan ini bisa atau boleh dilakukan ketika anak menginjak usia 6 bulan karena anak sudah bisa mengonsumsi makanan selain ASI.

2. Lakukan saat anak dalam kondisi sehat

Ketika menyapih anak, ada baiknya jika kita benar-benar memperhatikan kondisi anak seperti memulainya ketika mereka dalam kondisi sehat tanpa kondisi sakit sekalipun sehingga tidak menjadi lebih rewel.

3. Mengubah kebiasaan makan anak sehari-hari
Jika Anda berbagi tempat tidur dengan anak Anda, maka biasakan untuk bangun sebelum ia bangun. Kemudian, segera menyiapkan makanan untuknya sehingga ketika ia bangun makanan sudah siap untuk dimakan. Saat ia bangun, mungkin yang dirasakannya adalah lapar, sehingga berikanlah makanan padat yang bergizi dan mengenyangkan untuknya, untuk mencegah agar ia tidak kelaparan. Selain itu, pastikan juga bahwa makanan padat yang Anda berikan ke anak merupakan makanan yang kaya zat gizi dan disukai oleh anak. Memang membutuhkan waktu untuk membiasakan anak makan makanan padat, jadi lakukanlah dengan perlahan. Biarkan ia makan dengan porsi yang sedikit namun sering.


4. Tetap menjaga kasih sayang

Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak merasa bahwa dirinya diacuhkan oleh ibu mereka dan mengerti bahwa apa yang dilakukan ibu kepada mereka adalah pilihan yang tepat. Agar anak tidak merasa bahwa dirinya kekurangan kasih sayang, kita bisa menunjukkan hal ini dengan berbagai hal lainnya, seperti mengajaknya bercerita, mengajak bermain, memberinya makanan ringan, dan lain-lain. Dalam kegiatan menyapih, satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tidak membiarkan anak merasa sendirian dan tidak merasa diacuhkan.

5. Bertindak tegas

Tidak dapat dipungkiri ketika kita menghentikan pemberian ASI pada anak justru akan membuat anak rewel dan terkadang kita juga tidak tega melihat anak terus menerus merajuk. Untuk mengatasi hal ini, mau tidak mau kita harus dapat bertindak tegas sehingga anak tidak berhasil merajuk pada kita dan membuat ini sebagai suatu celah sehingga dia bisa melakukan cara ini berkali-kali. Seperti yang kita bilang tadi, dalam menyapih anak dibutuhkan cara untuk tetap memperlihatkan kasih sayang dan memberi pengertian bahwa hal ini akan bermanfaat untuk mereka nantinya.


6. Kenakan pakaian yang berbeda
Lebih baik untuk tidak memakai pakaian yang sering Anda kenakan ketika Anda menyusui si kecil, karena dengan begitu akan mengingatkan anak akan kebiasaannya yang telah lalu. Hindari juga untuk membuka baju di depan si anak dengan keadaan payudara yang terbuka, hal ini juga akan membuat anak merasa ingin kembali menyusu pada ibunya.


7. Memperkenalkan jenis makanan baru

Untuk mengenalkan jenis makanan baru, terutama yang lebih bertekstur daripada ASI memang dibutuhkan usaha keras karena anak sudah terbiasa mendapat asupan makanan yang bertekstur lembut. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa mengajak anak untuk mencoba dan makan bersama dengan cara menjelaskan bahwa makanan baru ini tidak kalah enaknya dengan ASI yang biasa mereka dapatkan.

Saat mengenalkan makanan baru, sebaiknya kita menghindari jenis makanan tertentu untuk mencegah terjadinya alergi pada anak ke depannya, seperti: kacang, gluten, susu sapi, telur, dan lain-lain. selain itu, sebaiknya kita juga tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu ketika mereka terlihat tidak menyukaiya karena hal tersebut justru membuat anak tidak menyukai jam makan.


8. Menggunakan hal yang tidak disukai anak

Banyak hal yang disarankan atau mitos yang dipercaya untuk dapat menyapuh anak dalam waktu yang singkat, contohnya saja memberi empedu ikan pada bagian sekitar payudara sehingga anak merasa pahit ketika menyusu dan menjadi tidak menyukai ketika melakukannya, atau membawa telor bebek tiap kali mau tidur yang sebenarnya tidak terlalu jelas alasannya apa.

Daripada hanya percaya pada mitos atau saran orang lain, ada baiknya kita mencari tahu sendiri hal apa yang tidak disukai oleh anak namun juga tidak menimbulkan efek traumatis. Contohnya saja kita bisa mengoleskan minyak telon pada baju karena anak tidak terlalu menyukai bau minyak telon, sehingga anak akan berpikir dua kali untuk meminta susu pada waktu tertentu.

9. Buat si kecil lupa
Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membuatnya lupa untuk menyusu ASI. Anda bisa memberikannya berbagai makanan dengan rasa baru yang mungkin saja akan menariknya untuk mencoba lagi dan lagi. Berikan susu dari botol kemudian bertahap membiasakan memberikannya melalui gelas. Hal ini akan membantu menghilangkan kebiasaannya mengemut yang dapat merusak gigi susunya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa memberikan snack bayi untuk si kecil agar ia tidak merasa kelaparan.

10. Membuat peraturan

Membuat anak sepenuhnya bisa berhenti ASI memanglah tidak mudah. Sebaliknya, kita bisa membuat peraturan dengan mengurangi intensitas anak menyusu sedikit demi sedikit sampai mereka benar-benar berhenti menyusu. Misalnya saja dari 5 kali lalu menjadi 4 kali, begitu seterusnya sampai hingga satu kali sehari yang bisa dilakukan pada siang atau malam hari. Kita juga tidak boleh terlalu keras pada anak sehingga anak tidak menjadi stress.


11. Melibatkan peran ayah

Adanya peran ayah untuk membantu proses penyapihan ini sangat penting tak terkecuali untuk mendekatkan hubungan emosional antara ayah dan anak. Di sini anak juga akan belajar bahwa dia tidak harus membutuhkan susu agar bisa tidur, di mana ayah hanya bisa menemaninya melalui pelukan, membaca ceruta, atau kipas-kipas pada anak sehingga anak semakin cepat terlelap.

12. Cari cara lain untuk membuatnya tertidur
Mungkin Anda sering menidurkan anak Anda di atas pangkuan sambil memberikannya ASI. Mulai sekarang, hentikan cara tersebut dan cari cara lain untuk menidurkan anak Anda. Anda bisa menidurkannya di atas keranjang bayi, kursi goyang, atau di mana pun yang membuat anak Anda nyaman dan mudah tertidur.


0 Response to "12 Tips Menyapih Anak Usia 2 Tahun"

Posting Komentar