Susu Ibu Hamil Wajibkah ?


SUSU IBU HAMIL: WAJIBKAH?

"Kamu yakin mau merk itu? Nggak yang lain?" Tanya seorang suami pada istrinya. Mereka sedang berdiri di etalase susu ibu hamil di seberang kami.

"Iya Mas, katanya ini paling bagus." Jawab si istri sumringah. Sang suami tampak garuk-garuk kepala. Saya tak heran, susu bubuk berkotak ungu di tangan si istri harganya lumayan mahal dibandingkan merk lain.

Jadi de javu, ingat setahun lalu saya dan suami berada di posisi yang sama dengan mereka.

"Hamil berapa bulan Mbak?" Seorang sales bertanya ramah.

"Alhamdulillah masuk 3 bulan Mbak."

"Masih mual/muntah?" Lanjutnya

"Alhamdulillah udah nggak terlalu."

"Oh ya, bagus Mbak. Susu hamil yang Mbak minum apa aja selama ini?"

"Nggak minum Mbak."

Seandainya tak peduli kesopanan, saya akan mengambil hape dan memvideokan si Mbak saat itu. Ekspresinya begitu priceless. Dalam sepersekian detik berubah drastis dari kaget-tak percaya-dan nyaris horor.


Hari gini ada calon ibu yang nggak minum susu hamil? Mungkin begitu pikirnya.

Saya tak heran. Jangankan sales, kebanyakan masyarakat yang bahkan notabene adalah tenaga kesehatan, mewajibkan ibu hamil untuk minum susu khusus untuk ibu hamil.

Padahal, minum susu khusus tidak diwajibkan untuk ibu hamil.

Gencarnya promosi dan minimnya edukasi membuat hal ini menjadi normal saja. Dan sangat susah dilawan. Sampai di titik banyak ibu hamil khawatir perkembangan janinnya terganggu hanya karena tidak minum susu ibu hamil. Dan yang minum pun, sering memaksakan diri padahal tak suka rasanya.

Susu ibu hamil adalah susu bubuk yang diperkaya dengan zat-zat yang dibutuhkan ibu dan bayi. Namanya diperkaya, ya ditambahkan melalui berbagai proses yang tentunya melibatkan bahan kimia. Seperti kalsium, asam folat, zat besi, serta vitamin dan mineral.

Padahal semua itu sudah ada dalam makanan kita sehari-hari. Dan tak ada sumber gizi yang paling baik selain makanan segar yang diolah secara sehat.

Saya pernah iseng membandingkan kandungan gizi susu ibu hamil dan susu formula untuk anak usia 1-3 tahun, dengan merk yang sama. Hasilnya, justru zat-zat yang diperkaya diatas prosentasenya jauh lebih tinggi pada susu formula anak. Tetapi harga susu yang dibandrol sebagai susu ibu hamil jauh lebih mahal.

Silakan coba sendiri jika tak percaya.

Sebuah artikel luar negeri pernah menyindir Indonesia sebagai negeri korban iklan. Hanya disinilah iklan susu formula begitu bebas dan gencar. Juga ada pembagian-pembagian. Susu untuk bayi, usia 1-3 tahun, usia 4-6 tahun, susu ibu hamil, susu ibu menyusui, susu untuk tulang, susu penggemuk badan, dan seterusnya. Padahal kandungannya tak jauh berbeda.

Aturan WHO pada Mei 2015 tentang susu formula khususnya untuk bayi juga jelas, hanya bisa diberikan dengan resep dokter. Selama ini propaganda hanya dijelaskan keuntungannya, padahal kerugian susu formula juga banyak.

Belum lagi jika diingat urutan susu terbaik untuk dikonsumsi adalah susu segar, susu pasteurisasi, susu UHT, produk susu yang difermentasi, baru susu bubuk. Susu kental manis tidak termasuk susu dan sudah direvisi menjadi krimer kental manis.

Dengan catatan untuk ibu hamil baiknya susu yang sudah dipasteurisasi untuk meminimalkan kontaminasi bakteri.

Saya tak ingin memancing perdebatan. Hanya kasihan. Apalagi pada mereka yang secara ekonomi masih berjuang untuk cukup. Masih harus dibebani 'kewajiban' membeli susu yang harganya Masya Allah.

Padahal uang itu bisa dibelikan bahan makanan segar yang mengandung zat-zat gizi yang baik untuk ibu hamil, seperti:
1. Kalsium
Dari susu (tak harus susu ibu hamil), keju, yogurt, ikan teri, kedelai, tahu.
2. Asam Folat
Dari sayuran berwarna hijau, sereal, roti, jeruk, strawberry, alpukat.
3. Zat besi
Dari bayam, daging merah, dan ikan.
4. Protein
Dari ikan segar, telur, daging sapi/kambing, dan unggas.
5. Vitamin dan mineral
Dari segala jenia sayur dan buah terutama yang berwarna merah, kuning, dan hijau.
6. Karbohidrat
Dari nasi, kentang, gandum, umbi-umbian.
7. Omega 3
Dari biji bunga matahari, kacang kenari, ikan salmon, ikan tuna, dan telur.


Jadi, jika sudah makan makanan yang tercukupi gizinya, tidak perlu tambahan susu. Kecuali jika ibu tidak bisa makan karena mual/muntah yang parah, bisa mengandalkan susu.

Tapi ingat, bukan susu yang harus ditambah. Melainkan bahan makanan pokok. Susu hanya pelengkap jika suka.

Lagipula, minum susu apalagi sering padahal gizi sudah terpenuhi bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Padahal kenaikan berat badan ibu bervariasi sesuai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil. Berat badan berlebih dapat menyebabkan janin menjadi besar dan menyulitkan persalinan.

Jadi, masih mau mewajibkan diri minum susu ibu hamil?

0 Response to "Susu Ibu Hamil Wajibkah ?"

Posting Komentar