Advertisment

Cara Meminimalisir Fake Transfer di Online Shop


Cara Meminimalisir Fake Transfer di Online Shop

Dalam bisnis. Uang adalah pompa yang membuat bisnis bisa terus bertumbuh. Ketika orderan masih sedikit. Biasanya kita sangat mudah untuk cek satu persatu transferan yang masuk ke Rekening kita. Tapi, kalau tiap hari orderan semakin banyak. Biasanya kita akan kewalahan untuk cek satu persatu transferan yang masuk ke rekening kita. Dalam dunia olshop. Biasanya akan ada pembeli yang transfer menggunakan resi palsu (editan). Entah, dimana hatinya pembeli dengan tipikal di atas. Tapi, ya karena pas lihat bukti transfernya dikirim ke atas nama kita. Ya, biasanya kita langsung percaya gt aja.


Kalau ingin meminimalisir Fake Transferan dengan sangat mudah. Ada caranya. Yaitu pakai Moota.
Ini sebuah web based untuk cek mutasi online semua no rekening yang kita punya. Moota telah membantu 3.000++ pebisnis Indonesia menghemat waktu untuk login dan cek transaksi di bank. Kenapa? Karena semua tampil dalam dashboard Moota. Anda bisa mencoba gratis Moota untuk 5 hari. Tapi, kalau misal Anda tidak menggunakan Moota. Cara meminimalisir Fake Transfer adalah dengan Tidak Memberi Nama Lengkap saat memberikan Format Transferan.

Contohnya gimana ?

Misal : Nama Asli Saya Ari Putro Alun Bening.

Saat admin Saya memberikan format Transferan ke customer. Saya suruh admin Saya untuk menuliskan nama 'Ari Putro' saja di Format transferan tadi.

Biar apa ?

Biar ketahuan kalau misal bukti transfernya cuma atas nama 'Ari Putro' saja berarti itu ada indikasi Fake Transfer. Lalu, kita bisa buru-buru cek ke Mutasi Rekening apakah dia beneran transfer atau hanya fake.

Sebab, kalau ada orang yang Transfer ke Saya pasti nama penerimanya Lengkap nama Saya 'Ari Putro Alun Bening' walaupun tadi di format transferan cuma 'Ari Putro' saja.


Oh iya, selain cara menyiasati yang pertama.

Jika ada customer melakukan pembayaran melalui Bank dengan cara Setor Tunai

Ketika dia foto bukti transfernya. Anda harus lihat benar2 dengan Jelas

Apakah yang di foto itu adalah Kertas Asli Setor Tunai atau kertas doubleannya yang udah di Cap & di Tanda Tangan oleh Teller Bank

Soalnya Saya pernah dapet Kasus Customer yang 'Licik' yg dia foto adalah Kertas Aslinya bukan Kertas yang udah di Cap & di Tanda Tangan oleh Teller Bank


Ini sepele. Tapi cukup 'ngegocek' kita

Sebab, kalau Saya waktu itu terlalu trust sama customer.

'Oh dia udah kirim foto bukti Transfer Setor Tunainya. Oke, kirim deh.'

Eh gataunya yg di foto adalah Kertas Aslinya yg belum di tanda tanganin oleh Teller Bank. Ya, otomatis uangnya belum masuk ke Rekening kita.


Ciri dari struk ATM yang biasa digunakan oleh penipu yaitu:

1. Tulisan tercetak tipis


Kalau kalian sering memperhatikan, struk ATM itu kemungkinan besar tulisannya sangat jelas. Pasti tebal dan terbaca meski dilihat dari jarak beberapa cm. Nah, jika struk ATM yang kalian lihat cetakan tulisannya sangat tipis, kemungkinan besar benda tersebut hanya buatan tangan. Ya karena mesin ATM tidak seperti printer yang tintanya bisa habis kapan saja . Jadi, coba telaah lagi ya jika menerima bukti transfer dari siapapun.


2. Posisi Teks

Lalu, ciri yang bisa kalian perhatikan selanjutnya adalah dari posisi teksnya . Pada umumnya, mesin ATM akan menghasilkan struk yang sempurna termasuk dari ketebalan hingga posisi teksnya. Biasanya, struk yang dihasilkan oleh mesin ATM, posisi tulisannya tepat berada di tengah kertas sehingga terlihat sangat rapi. Nah, hal tersebut enggak akan kita temukan di struk buatan lho. Jika struk ATM palsu, posisi tulisannya tidak sesempurna yang asli. Bisa terlalu mojok pada pinggir kertas atau ada bagian teks yang tidak beraturan. Tapi kalau untuk yang satu ini bukan jadi patokan ya. Sebab, kini banyak struk ATM palsu yang sangat rapi.

3. Besar kertas tidak pas dengan banyaknya teks

Bisa lihat juga dari segi besarnya kertas. Yap, coba kalian perhatikan apakah struk yang digunakan mempunyai banyak tempat kosong pada bagian atas atau bawah tulisan. Nah, kalau ada bagian kosong yang terlalu banyak pada kertas, itu berarti adalah struk ATM palsu. Bisa dikatakan begitu karena mesin ATM sudah mengatur besarnya kertas agar sesuai dengan banyak tulisannya. Sehingga tak ada bagian kosong pada struk ATM.

4. Jika ada rekening pengirim, tertulis secara lengkap

Bagikan pengalaman dan komentar Anda melalui kolom yang tersedia di bawah ini dan bagikan juga artikelini  kepada rekan-rekan dan kenalan Anda.

Terima kasih

0 Response to "Cara Meminimalisir Fake Transfer di Online Shop"

Posting Komentar