Tanggapan Atas Petisi Blackpink


Tanggapan Atas Petisi Blackpink

BLACKPINK adalah girl grup Korea Selatan yang dibentuk tahun 2016 oleh YG Entertainment. Grup ini terdiri dari empat orang: Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa. Keempatnya secara resmi debut pada 8 Agustus 2016 dengan album singel mereka, Square One.

Masalahnya adalah ketika ibu-ibu dan golongan orang tua berusaha menginvasi internet. Belakangan ramai petisi yang meminta agar iklan Blackpink untuk media promosi Shopee diturunkan atau dihilangkan dari TV. Campaign ini dimulai oleh seorang ibu yang bernama Maimon Herawati, beliau adalah seseorang yang berusaha memblokir iklan di TV tapi beliau sendiri mengaku tidak memiliki TV.

Ini adalah langkah yang sangat baik, jauhi TV. Saya termasuk orang yang sudah tidak pernah menonton TV lebih dari setahun, karena kebanyakan acara di TV Indonesia adalah tayangan sampah. Sedangkan program TV yang bagus yang ditayangkan di TV saat ini juga bisa ditonton melalui YouTube. Jadi itu adalah alasan saya tidak pernah lagi menonton TV. TV dirumah hanya saya gunakan untuk bermain game.

Saya tertarik berkomentar untuk masalah ini karena sedikit menggelitik. Jika orang tua terus-terusan minta blokir ini itu, lalu tugas mereka apa terhadap anak mereka sendiri selain menafkahi dan memenuhi kebutuhan si anak? Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik dan mengedukasi anak agar terhindar melakukan sesuatu yang tidak baik. Itulah gunanya orang tua.


Jadi jika si anak melihat iklan blackpink di TV, maka sebaiknya orang tua mengatakan "Ini adalah iklan komersial dari salah satu marketplace, menurut kamu mereka itu bagaimana?".

Dengarkan pendapat si anak, bukan langsung mendikte bahwa si A buruk dan si B yang bagus maka harus ditiru. Didikan yang baik berawal dari komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Semuanya tentang bagaimana cara Anda memandang sesuatu dan saya memilih untuk tidak mengajarkan kepada anak saya sendiri suatu hari nanti bahwa ada orang yang buruk di dunia ini. Karena di dunia ini hanya ada orang baik dan belum baik. Untuk contoh, misalnya cara melihat dan memandang tukang sampah, akan ada 2 jenis orang yang berbeda :

A : Kamu lihat itu si tukang sampah, kamu mau suatu hari jadi seperti dia?

B : Kamu lihat bapak itu, dia yang menjaga lingkungan ini tetap bersih, tanpa beliau, mungkin lingkungan di rumah kita akan menjadi sangat kotor.

Contoh lain, ojek online :

A : Kamu belajar yang bener, kamu mau entar pas lulus jadi tukang ojek online?

B : Kalau ga ada ojek online, mungkin ayah akan terlambat setiap mau berangkat ke kantor. Terus kita mesan makanan buat makan pasti agak kesulitan kalau ga ada go-food. Mereka itu orang yang sangat penting, kalau ga ada mereka, kita pasti kesulitan.

Karena setiap orang yang diciptakan di dunia ini memiliki peran masing-masing.

Semuanya tentang bagaimana cara Anda melihat sesuatu dan bagaimana cara Anda mengajarkan sesuatu ke anak Anda sendiri.

Pertanyaannya, selama ini punya waktu tidak untuk mendidik atau mengajarkan anak sendiri?

Karena saya sendiri melihat terlalu banyak orang tua yang mau memiliki anak, tapi tidak mengerti atau bahkan tidak mau mendidik anak sendiri, dan juga tidak pernah memberikan perhatian kepada anak. Beranak mau, mendidik tak mau.


Kamu orang tua yang seperti itu? Internet itu akan menjadi sangat buruk jika Anda tidak mempersiapkan Anak Anda ketika mereka sedang menggunakan internet. Karena apapun akan bisa ditemukan oleh mereka. Sementara orang tua sekarang rata-rata memberikan anak-anaknya smartphone, tapi ga ngerti sama sekali tentang bagaimana cara membatasi.

Ketika Anda berusaha menghilangkan Young Lex, Young Lex yang lain akan terus bermunculan, begitulah seterusnya. Anda akan tenggelam jika melawan arus, hal yang terbaik yang seharusnya Anda lakukan adalah mendidik dan mempersiapkan anak Anda sendiri.

Berikan waktu terbaik untuk anak Anda sendiri, percayalah mereka selama ini meminta perhatian, sayangnya Anda tidak peka.

Semoga artikel ini bermanfaat
jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!


0 Response to "Tanggapan Atas Petisi Blackpink"

Posting Komentar