Apakah Salah Mengikuti Sunnah


Apakah Salah Mengikuti Sunnah

Ada kawan baru, dia punya cerita. Beberapa bulan lalu dia dan istri sedang mencari-cari kontrakan di daerah surabaya. Maksud hati mencari lingkungan yang tenang dan dekat dengan kajian sunnah. Alhamdulillah ketemulah mereka dengan satu masjid yang menyediakan kajian rutin seorang ustad senior.

Alhamdulillah lagi, di blok sebelah kiri dari masjid itu mereka lihat kontrakan yang pas di hati. Langsung disikatlah dengan keyakinan bahwa para tetangganya kelak sama-sama jamaah kajian.

Seminggu dua minggu baru dia sadari bahwa keyakinannya salah besar. Warga blok yang dia tempati hampir seluruhnya sangat anti dengan kajian sunnah, sangat anti dengan jenggot dan celana di atas mata kaki, sangat anti dengan yang enggan tahlilan, yasinan & maulidan. Bahkan para tetangganya sangat anti dengan masjid tempat kajian sunnah tersebut sekaligus ustad-ustadnya.


Usut punya usut, jama'ah masjid tersebut ternyata adalah warga blok sebelah kanan. Bukan blok yang ia tempati.

Tak masalah, pikirnya. Toh kita sama-sama muslim. Seluruh muslim bersaudara. Iya kan?

Tapi tidak untuk mereka.

Meski salam dan sapa kerap ia sebarkan, para tetangga hanya menjawab dengan tatapan. Setelah ia terbukti enggan ikut maulidan, tahlilan, yasinan, semakin telaklah ia dikucilkan. Tetangga depan rumahnya persis yang paling sadis. Sekedar menoleh pun bapak itu tak mau.

Kawan ini putar otak, gimana ya caranya supaya hubungannya bisa membaik dengan para tetangga khususnya yang depan rumah.

Suatu hari bisnis cateringnya dapet order yang mewajibkan donat sebagai salah satu menu. Sebagai pebisnis tulen, tentu ia punya banyak kenalan supplier donat berkualitas. Alih2 melempar ke supplier kenalan, ia tawarkan order ini pada tetangga depan rumah yang juga pembuat donat.

Alhamdulillah kali ini hati tetangga depan melunak. Tawaran bersambut anggukan, senyuman dan jabat tangan. Terikatlah mereka dalam kesepakatan.


Order diselesaikan, profit dalam genggaman. Sejak saat itu tetangga depan berubah baik. Akrab bahkan.

Kawan kita ini berhasil memenangkan cinta tetangganya yang semula sangat benci. Bukan dengan ia ikut nimbrung yasinan, tahlilan, maulidan. Tapi dengan menjaga salam dan sapa serta memberi manfaat.

Walhamdulillah.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share
jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!


0 Response to "Apakah Salah Mengikuti Sunnah"

Posting Komentar