Seringkali Desainer itu Diremehkan




Seringkali Desainer itu Diremehkan

DIBAYAR PAKAI THANK YOU? mungkin kalimat tersebut kerap kita dengar ketika kita adalah seoarang desainer desain  grafis, yang jasanya kerap kali dipakai teman , sahabat ketika mereka meminta tolong kepada kita, membuatkan logo, membuatkan desain gambar produk, membuatkan sket dan semacamnya lah. Jangan salahkan orang dulu.

Anda ilustrator? Desainer Grafis? Sejak SMP kita sudah diajari di sekolah bedanya Amatir dengan Profesional. Amatir itu berkarya karena hobi, sedangkan profesional bekarya karena dibayar.

Jadi jangan salah, istilah amatir dan pro itu bukan kualitas karyanya, melainkan dari duitnya.

Hasil seorang profesional bekamum tentu lebih bagus karya seorang amatir.

Nah, ketika diminta tolong seseorang, kita punya dua pilihan. Bekerja sebagai amatir, atau sebagai professional?

Up to you! terserah kamu !

Kalau bekerja sebagai amatir, jangan pernah berharap dibayar, dan jangan menyesal kalau tidak dibayar. Tapi kalau bekerja sebagai profesional, pembicaraan soal duit harus ada sebelum anda bekerja.

Ah, tapi kan saya malu kalau minta duit dukamuan, gimana dong?

Artinya, anda menempatkan diri sebagai seorang amatir. Tapi saya kan butuh duit? Berarti harus berani bicara di muka. Jangan cuma ngarep orang lain mau peka. Tapi saya takut dimusuhin orang, ntar.


Jadi begini. Jika sejak awal mereka berniat menghargai keringat anda, maka mereka sudah anggarkan dukamuan berapa duit yg anda terima. Bahkan saat anda yang dukamuan bicara soal uang, mereka akan bilang ,"Iya, saya mau bayar Rp.xxx atau bayar sekian kamu mau ga?"

Itu kode etik yang dipegang seorang profesional kepada profesional lain. Jika mereka tidak bisa diajak bahas itu, artinya mereka bekamum menganggarkan, alias mempekerjakan anda secara gratisan.

Apalagi kalau mereka sampai bilang

"Ah, belum apa-apa kamu sudah omongin duit."

Harusnya kamu balik jawab, kamu juga minta tolong ke saya ga mikirin apa yang akan saya dapet sih. Atau terkadang mereka berkata seperti ini, "kamu sama temen aja gitu, ah."

Jawab aja begini "kamu seharusnya malulah Yang bukan temen saya aja bisa bayar dan profesional. temen saya tapi kok nyuruh saya kerja rodi. Giliran ditolak, kamu malah komplain. kamu itu temen apa kompeni belanda sih

Jadi paham?


Ketika anda menempatkan diri sebagai profesional, bersikaplah selayaknya profesional.

Satu lagi. Ingat, kita hidup di Indonesia. Orang yang mau bersikap pro itu langka. Jangankan cuma desainer, konsultan manajemen bisnis dan investasi saja kadang nemu klien pemilik perusahaan yang mentalnya masih mental gratisan.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan dishare
jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!


0 Response to "Seringkali Desainer itu Diremehkan"

Posting Komentar