Hukum Akad dalam Asuransi Syariah


Hukum Akad dalam Asuransi Syariah

#asuransi #insurance #perlindungan #jaminan #jaminanHariTua

Apa itu akad asuransi syariah? Dalam hukum syariah akad sangat penting karena sebagai gerbang awal menuju ridho Allah.  Akad yang ada di dalam asuransi syariah dibagi menjadi dua yaitu tijarah dan tabbaru’. Bagaimana Akad Tabarru’ Dan Tijarah Tersebut Bekerja?

Implementasi dari kedua system tersebut bisa anda lihat di bawah ini:


Akad tabarru’ adalah akad yang dipakai dalam asuransi syariah dengan melibatkan hubungan antara para pemegang polis / peserta yang lainnya. Pada akad tabarru’ ini para nasabah akan memberikan hibah yang dalam hal ini dipakai dalam menolong atau membantu nasabah yang lainnya yang terkena musibah. perusahaan asuransi dalam hal ini hanya sebagai pengelola dana saja. 

sifat dari akad tabarru’ ini adalah


Peserta asuransi atau pemegang polis antara satu dengan yang lain saling menanggung resiko atas apa yang terjadi. Bagi setiap pemegang polis atau peserta dalam hal ini akan melakukan pembayaran hibah dan juga dalam hal ini menerima hibah atau bantuan dan dalam hal ini juga saling membagi resiko. Inilah yang juga disebut sebagai konsep sharing of risk (saling menanggung risiko).
Sifat akad ini tidak memiliki tujuan untuk mencari keuntungan


Akad tijarah

Akad tijarah adalah akad yang biasanya digunakan dalam transaksi yang melibatkan hubungan antara nasabah atau pemegang polis/peserta dengan perusahaan asuransi dalam hal ini tentunya memiliki fungsi untuk melaksanakan tugas-tugan operasional dan administrasi yang ada pada perusahaan itu sendiri Pada Akad Tijarah ini, dari pihak perusahaan asuransi memiliki peran sebagai pengelola atau mudharib dan peserta dalam hal ini memiliki peran sebagai pemegang polis (shahibul mal).

Sifat dari Akad Tijarah yaitu

Dalam hal ini perusahaan asuransi syariah memiliki peran sebagai underwriter atau dalam artian lain sebagai penilai resiko, collector/ sebagai pengumpul iuran tabarru, dan sebagai pengelola dana investasi dari para peserta asuransi. Perusahaan asuransi syariah bukan hanya sebagai pemilik dana kontribusi/premi dari peserta, akan tetapi perusahaan asuransi syariah hanya memiliki tindakan sebagai pemegang amanah untuk mengelola dana tersebut. Dari perusahaan asuransi syariah tentunya akan menerima biaya pengelolaan serta memiliki fungsi sebagai administrator atau sebagai pengelola.
Dalam hal ini perusahaan asuransi syariah tentunya akan mendapatkan bag hasil atau biaya dengan adanya upaya yang maksimal dana yang terhimpun dalam dana tabarru’ Kesimpulannya adalah sifat dari akad pada transaksi antara peserta asuransi / pemegang polis syariah yaitu tabarru’ dan nama akadnya adalah Akad Hibah.

sifat akad pada transaksi antara peserta asuransi syariah dengan perusahaan asuransi yaitu tijarah, dalam hal ini nama akadnya yaitu Akad Wakalah Bil Ujrah baik yang berhubungan dengan penerimaan biaya pengelolaan atau yang berhubungan  dengan pengelolaan investasi.


Dalam syariah yang namanya akad ini sangatlah penting sekali karena syarat dari hukum diberlakukannya syariah ya dari akad awalnya.

Bagi yang masih bingung apa itu asuransi syariah dan apakah memang dianjurkan dalam agama. Untuk lebih lengkapnya, tentu Anda harus mengetahui pengertian asuransi syariah dan perbedaannya dengan asuransi konvensional.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!
Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!


0 Response to "Hukum Akad dalam Asuransi Syariah"

Posting Komentar