Mungkinkah Gara-gara Lagu 2019 Ganti .... Jadi Muncul ISU RUU Permusikan ?


Mungkinkah Gara-gara Lagu 2019 Ganti .... Jadi Muncul ISU RUU Permusikan ?

Pertanyaannya mengapa RUU Permusikan ini baru santer terdengar sekarang? setelah munculnya lagu lagu yang bertajuk politik , seperti lagu 2019 Ganti Presiden misalnya. Apakah Ada yang gerah dengan adanya orang yang menyanyikan lagu seperti itu? ataukah ada maksud dan tujuan lain dari RUU ini? Mari kita perbincangkan sejenak.

Polemik mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan terus terjadi. Ratusan musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, menentang isi RUU yang mereka anggap akan membelenggu kebebasan berekspresi.

Salah satu pasal yang banyak dikritik para musisi dalam RUU tersebut adalah Pasal 5 yang menyebutkan "dalam melakukan proses kreasi, setiap orang dilarang menista nilai agama, mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum, membawa pengaruh negatif budaya asing, hingga merendahkan martabat manusia". Jika hal itu dilanggar, Pasal 50 dari RUU ini menyiapkan ancaman pidana untuk musisi bersangkutan.


Sementara itu Anang Hermansyah mengatakan RUU Permusikan ditujukan untuk membuat industri musik Indonesia yang lebih baik. Saat ini, kata Anang, industri musik mengalami penurunan, yang tercermin dari rendahnya sumbangan pelaku musik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Datanya adalah industri musik Indonesia menyumbang 0,26% terhadap PDB. Ada apa dengan negara dengan penduduk 365 juta orang dengan pasar nomor empat terbesar di dunia. Anang mengatakan RUU ini juga bermaksud untuk melindungi para musisi, salah satunya, dari segi pembayaran royalti.

Sementara, terkait sertifikasi musisi, pasal yang juga ditentang oleh para musisi, Anang mengatakan hal itu perlu agar kompetensi dari musisi Indonesia diakui dunia. Pasal 30 dalam RUU ini mengatur bahwa untuk diakui sebagai profesi, pelaku musik yang berasal dari jalur pendidikan atau autodidak harus mengikuti uji kompetensi. Uji kompetensi itu dilakukan berdasarkan standar yang didasarkan pada pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman.

Pasal 10 yang mengatur distribusi karya musik juga diperhatikan oleh para musisi. Koalisi berpendapat dengan tidak memberikan ruang kepada musisi untuk melakukan distribusi karyanya secara mandiri, pasal ini sangat berpotensi memarjinalisasi musisi, terutama musisi independen. Menurut Jason Ranti, dengan mengatur tentang cara distribusi musik melalui ketentuan yang hanya bisa dijalankan oleh industri besar, pasal ini menegasikan praktek distribusi karya musik yang selama ini dilakukan oleh banyak musisi yang tidak tergabung dalam label atau distributor besar.

Ada juga yang berpendapat bahwa  jika disahkan, undang-undang tersebut, yang meminta musisi melakukan sertifikasi, akan berakibat pada terciptanya "rezim perizinan", di mana musisi perlu mengeluarkan uang untuk mendapat sertifikasi. Ini, katanya, tentu akan merepotkan para musisi.


RUU permusikan ini masih banyak kontra nya dari pada yang PRO terhadap RUU permusikan ini. iming-iming royalti pengakuan label musisi dunia saja tidak cukup jika dibalik itu semua ada kebebasan berekpresi yang terbelenggu, ada kerepotan untuk ujian sertifikasi, biaya sertifikasi lagi. dan masih banyak hal hal yang mungkin seniman tingkat bawah tidak mau tau dan tidak mengurus alaias ra urusan dengan hal hal seperti itu. Jadi bagaimana menurut anda?

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share
jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 Response to "Mungkinkah Gara-gara Lagu 2019 Ganti .... Jadi Muncul ISU RUU Permusikan ?"

Posting Komentar