Pemberian yang Tepat Sasaran akan lebih Bermanfaat


Pemberian yang Tepat Sasaran akan lebih Bermanfaat

Beberapa tahun lalu, aku datang mengunjungi korban kebakaran daerah Jakarta Timur.
Kala itu, aku melihat berkarung2 baju bekas datang, membentuk gunungan, dipilih beberapa, sisanya membentuk tumpukan yg bikin sumpek mata.
Lalu berakhir menjadi sampah.

Dari situ aku belajar, bahwa, saat seseorang kena musibah yg menghabiskan hartanya, mereka sedang didera gelisah sekaligus lara, dan mencari2 baju yg layak diantara tumpukan baju yg campur aduk baju bekas perempuan, baju bekas laki laki, baju bekas anak, selimut bekas, dlll itu membuat mereka malas, tak ada energi untuk mengaisnya. Mereka sedang terluka.


Selain itu, bisa jadi karena harga diri yg terluka, kehilangan segalanya telah membuat mereka sedih tiada tara, ditambah lagi mungkin ada rasa nggak nyaman harus memakai baju bekas orang lain yg entah siapa.

Pun 3 kali kunjungan ke korban tsunami Banten, aku melihat pengalaman serupa.

Berkarung baju bekas turun dari truk atau mobil pick up, dibongkar di posko bencana. Tak banyak yg antusias mengambilnya, hny memilih beberapa, lalu ditinggal begitu saja, kena hujan, dan berakhir sebagai sampah.

Ini banyaaaaak banget. Tiap kunjungan, aku menemukan kejadian serupa. Bahkan karena tumpukan sangat menganggu mata, akhirnya dibakar sama warga.

Pertanyaan, BOLEHKAH MEMBERIKAN BAJU BEKAS?

boleh banget, tapi jangan ke tempat musibah. Untuk yg kena musibah bencana alam atau kebakaran, berikanlah yg baru, yg masih dibungkus plastik dan masih ada mereknya.

Berapapun yg kita bawa, sejauh baru, semua antusias dan gembira menerima.

Tak jarang mereka meminta "masih ada kaos anak laki laki bu? Masih ada sarung bu? Minta jilbab nya bu, ada kaos buat anak umur SMP? Minta mukenanya bu, ada yg muat di anak saya perempuan 6 tahun bu?..." dan seterusnya.


Bahkan, selimut baru biasa, yg hanya seharga 50 ribu, mereka berebut meminta, padahal di depan sana, teronggok bedcover yg harganya pasti berkali lipat, tetapi karena bekas yg entah sisa siapa, mereka nggak ada yg meliriknya.

Lalu kepada siapa baju bekas kita bisa dikasih?

semua ada sasarannya. Aku sendiri setiap baju prelovedku yg sangat layak tentunya, biasa dibawa ibu ke kampung, banyak saudara yg memang minta dibawakan baju PL ku. Dan biasanya baju PL memang lebih tepat diberikan ke orang yg kita kenal, yg tidak akan merasa gimana gimana memakai PL orang lain, yg tau, "ohhh si A kan bersih, nggak ada penyakit apa apa, kita udah kenal banget," dan mereka gembira memakainya.

Aku terbiasa memberikan pakaian PL, dan juga santai aja memakai PL sahabat yg memang aku percaya padanya. Hijab syariku, khimar, beberapa adalah PL dr temen yg sangat kupercaya. Aku senang2 aja memakainya. Karena aku merasa kenal, dan aku nyaman.

Oiya, ditumpukan baju2 bekas yg kemarin kuliat, ada kebaya brokat, yg aku tau pasti harganya mahal dan upah jahitnya juga mahal. Sayangnya, berakhir menjadi sampah.

Aku teringat dulu punya beberapa kebaya. Aku punya kenalan seorang mahasiswi yg membantu kami menyalurkan sedekah Jumat. Sepertinya ukuran kami sama.

"Dek, aku punya kebaya, masih bagus bgt, kalo gak salah hanya 3 kali pakai, kamu tau nggak siapa yg kira2 mau dikasih kebaya ini?" Tanyaku padanya, sambil memperlihatkan foto aku memakai kebaya itu di hp.

"Kayaknya muat di aku Bu, aku coba dulu ya,?" Jawabnya.

"Nanti kubawain, kalo nggak pas, tolong kasih ke siapa aja yg kira2 mau ya, yg muat, biar kepake," jawabku.


Dan tak lama kemudian, dia wisuda, dan kebaya itu membersamai hari istimewanya. Aku melihat fotonya, dibalik toga -pakaian kebesaran sumber keilmuan- ada kebaya itu disana. Alhamdulillah.

Kebayaku sederhana, nggak sebagus kebaya yg telah bermetamorfosa menjadi sampah di posko bencana.

Yang membedakannya, hanyalah memberi tepat sasaran. Itu saja.


Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!
Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Pemberian yang Tepat Sasaran akan lebih Bermanfaat"

Posting Komentar