Bandara Internasional Yogyakarta Diresmikan 29 April 2019



Bandara Internasional Yogyakarta Diresmikan 29 April 2019

Pengoperasian terbatas Bandara Internasional atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo terus dipersiapkan.

Senin (15/4/2019), Angkasa Pura I (AP I) menggelar sosialisasi keselamatan bandara yang melibatkan beberapa pihak. Jika seluruh tahapan sosialisasi berjalan lancar, YIA bisa diresmikan pada Senin, 29 April 2019.

General Manager Bandara Adisucipto selaku juru bicara Proyek YIA, Agus Pandu Purnama, mengatakan sosialisasi diikuti jajaran internal AP I dan pihak luar, meliputi regu pemadam kebakaran, BPBD, TNI, kepolisian, hingga tim medis rumah sakit. Tujuannya untuk memberi pemahaman ihwal tata cara penanggulangan jika terjadi kasus darurat di bandara. Pihak-pihak tersebut kemudian disatukan dalam Komite Airport Emergancy dan Airport Security Comunity.

"Seluruh instansi terkait diundang, totalnya sekitar 200 orang. Mereka mengikuti kegiatan sosialisasi tentang airport emergency planning atau rencana penanggulangan keadaan darurat, jadi apabila terjadi keadaan darurat maka bagaimana cara penanggulangannya, hari ini kami praktikkan," kata Pandu kepada wartawan, Senin (15/4/2019).

Pandu mengatakan setelah kegiatan ini, agenda selanjutnya yakni Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) atau penilaian potensi gangguan dan risiko kepada semua maskapai yang akan beroperasi di YIA. HIRA ini akan dilangsungkan pada Senin (22/4/2019).

Nantinya masing-masing maskapai akan menilai faktor keselamatan dan keamanan operasi penerbangannya di bandara tersebut. Setelah itu, mereka akan mempersiapkan uji coba operasi. Tahap ini bakal dimulai pada Jumat (26/4/2019). "Insyaallah Garuda akan melakukan penerbangan simulasi atau uji coba pendaratan di bandara ini," kata Pandu.

Pandu menyatakan jika seluruh tahapan berjalan lancar, maka pada Senin (29/4/2019), besar kemungkinan YIA diresmikan. "Jadi 29 April nanti sudah bisa dilakukan inagurasi, tentunya seluruh parameter dari Kementerian Perhubungan semua terpenuhi. Hal-hal yang sifatnya minor dari proses verifikasi mulai 15 April sudah kami selesaikan," ucapnya.

Project Manager Pembangunan YIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi, mengatakan progres YIA untuk pengoperasian terbatas di akhir April telah mencapai 97%. Sementara untuk pengoperasian penuh di akhir 2019 berada di angka 47%. Di sisi airside dia memastikan sudah 100%. Fasilitas lampu dan air telah tersedia. Dengan begitu target 29 April sebagai jadwal peresmian bisa terealisasi. "Untuk keseluruhan masih terus dikejar. Harapannya Oktober 2019 sudah full operation," katanya.

Dijelaskan Taochid, saat YIA beroperasi penuh, penerbangan domestik yang ada di Bandara Adisutjipto Jogja dengan jumlah penumpang mencapai enam juta orang akan dipindah ke YIA. Untuk itu segala hal harus dipersiapkan, mulai dari aksesbilitasnya, moda transportasi dan infrastruktur.

Harus Siap

Terkait dengan operasional YIA, Bappeda DIY berharap agar pemerintah kabupaten/kota di DIY untuk mempersiapkan. Jika tidak, maka masyarakat Jogja hanya akan menjadi penonton.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo, mengatakan pemerintah daerah harus segera menata kawasan menghadapi operasional bandara YIA. Jika tidak siap menghadapi operasional bandara dan pertumbuhan aeropolis ada sejumlah persoalan yang dihadapi. "Saat ini sudah waktunya bagi pemkab/pemkot untuk bersiap menghadapi operasional bandara. Kalau tidak siap Jogja bisa ketinggalan bahkan menjadi wilayah kumuh," kata dia, Senin.

Saat ini, banyak investor yang sudah siap masuk.

Saat ini, penataan RDTR/RDTRK di Kulonprogo dilakukan langsung oleh Pusat. "Konsep Aeropolis harus ditata, kalau tidak siap bakal ketinggalan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sudah mendesain RDTRK agar tertata betul," katanya.

Di sisi lain, jual beli tanah sudah masih terjadi agar kawasan DIY tidak kumuh. Maksimal 2020 sudah selesai RDTR/RDTRK di masing-masing kabupaten. "Kota Jogja juga harus bebenah. Sebab belum ada konsep pembangunan untuk kepentingan milenial tidak disiapkan bisa menjadi masalah. Misalnya apartemen untuk kalangan milenial," katanya.

Dia menilai belum ada walking space yang sesuai dengan karakter kaum milenial. Konsep aeropolis yang dilakukan di Kulonprogo berbeda dengan Kualanamu. Makanya di dalam perencanaan Aeropolis juga melibatkan kalangan milenial. "Kalau 2021 danais dananya sudah tidak dialokasikan untuk JJLS, bisa saja digunakan untuk persiapan pembangunan pendukung," ujar dia.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Bandara Internasional Yogyakarta Diresmikan 29 April 2019"

Posting Komentar