6 Siklus Penjualan yang Wajib Anda Tau


6 Siklus Penjualan yang Wajib Anda Tau

Sering mengalami penolakan di dalam penjualan? Sudah mencoba namun gagal lagi?

Biasanya seorang penjual memang wajar mengalami penolakan, namun yang harus Anda lakukan selain tidak menyerah dan mencoba lagi, Anda juga harus melihat “isi dapur Anda”.

Maksudnya di sini adalah strategi Anda dalam berjualan seperti apa.

Apakah efisien dan efektif melakukan dengan cara yang sama? Atau ada yang harus Anda ubah. Jika iya, Anda harus terima dan melakukan perubahan itu.

Namun sebelum sampai ke strategi. Anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa penjualan itu ada siklus/tahapannya.

Jika Anda menghilangkan salah satu siklusnya, mungkin bisa jadi itu penyebab seringnya Anda ditolak
Baca Juga: Tidak Ada Penjualan Tanpa mengalami Penolakan

Ada 6 siklus penjualan, yaitu:

1. Menentukan siapa target market Anda.

Sebelum Anda menawarkan secara random atau acak kepada semua database Anda, Anda perlu menentukan sebenarnya siapa target market Anda.

Anda perlu mensegmentasi secara detail terkait dengan customer persona Anda. Bukan karena Anda dekat dengan mereka, Anda bisa menawari mereka dengan leluasa, karena siapa tahu memang orang terdekat Anda tidak cocok dengan produk/jasa yang akan Anda tawarkan.

Jadi untuk menghemat waktu, tentukan terlebih dahulu siapa target market Anda.

2. Ajak ketemuan.

Saat Anda mengajak ketemuan dengan calon calon pembeli Anda, jangan sekali-kali Anda langsung menawarkan mereka jualan Anda.

Pertemuan pertama hanyalah untuk membangun kepercayaan Anda ke calon calon pembeli Anda.

Buatlah mereka terpesona dengan Anda sehingga mereka percaya kepada Anda.

3. Menggali kepentingan.

Ada 3 hal terkait menggali kepentingan, yaitu kebutuhan, keinginan, dan harapan. Orang tidak butuh, bukan berarti dia tidak akan beli produk/jasa Anda, cari keinginannya atau harapannya.

Entah mereka butuh, ingin, atau berharap sesuatu dari produk/jasa yang Anda tawarkan.

4. Presentasi yang efektif.

Presentasi yang efektif bukanlah Anda asal bicara, bukan juga Anda banyak bicara. Namun Anda menarik benang merah dari kepentingan yang sudah Anda temukan sebelumnya.

Kebutuhan, keinginan, atau harapan mereka, Anda kaitkan dengan produk/jasa yang Anda tawarkan. Dengan demikian, kehadiran Anda akan menjadi solusi bagi kepentingan calon pembeli Anda.

5. Teknik closing yang mematikan.

Ketika Anda sudah yakin dengan tepat dan Anda sudah menjawab objection-objectionnya, barulah Anda masuk ke teknik closing yang mematikan.

Namun kalau Anda belum bisa menjawab keraguan-keraguan calon pembeli Anda, jangan terburu-buru masuk ke siklus ini.

6. Service after sales.

Siklus ini paling menentukan apakah calon pembeli Anda masuk ke dalam kategori hit and run ataukah nantinya akan menjadi customer setia Anda yang akan melakukan repeat order atau bahkan memberikan referensi untuk Anda.

Service after sales membuat Anda bisa mendapatkan repeat order, sehingga customer Anda tetap setia belanja ataupun membelanjakan uangnya untuk Anda dan bisa jadi mereka akan mendatangkan calon pembeli-calon pembeli yang baru, dalam hal ini Anda mendapatkan referensi dari customer yang puas dari Anda.

Service after sales ini bisa Anda tunjukan kepada customer Anda dengan rasa peduli Anda setelah mereka merasakan memakai produk/jasa Anda.


Demikian artikel ini , Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "6 Siklus Penjualan yang Wajib Anda Tau"

Posting Komentar