Advertisment

Kalau Cuma Jualan Kaos? KAPAN KAYA-nya?


Kalau Cuma Jualan Kaos? KAPAN KAYA-nya?

Mungkin ada yang bertanya begitu ya?

Wajar kok...

Karena industri kaos itu sudah jadi barang komoditas.

Artinya, yang jualan udah bejibun.

Tapi, disini ada kesalahan menalar, atau FALSE BELIEF.

Coba deh kata kaos dirubah.

Kalau Cuma Jualan? KAPAN KAYA-nya?

Kalau ... diisi beras. Maka tidak ada lagi yang jualan beras. Lalu kita kelaparan.

Kalau ... diisi pulsa. Kenapa semua marketplace sekarang malah jualan pulsa?

Kalau ... diisi mie instan. Indomie tidak akan mendunia.

Nah, kelihatan kan salahnya?

Salahnya bukan pada produk.

Karena saya yakin semua produk yang diproduksi, pasti ada pembelinya.

Apalagi kalau dari dulu sampai sekarang, produsennya ada terus.

Mungkin saja, produsennya ganti ganti, karena kalah bersaing.

Tapi produknya tetap dicari pembeli.

Lihat deh industri AMDK, alias air minum kemasan.

Sampai sekarang, tambah sepi apa tambah rame?

Jadi, yang salah bukan produk kalau anda nggak kaya.

Lalu dimana salahnya?

Mungkin, salah satunya, ada di mindset anda.

Karena sudahlah cuma jualan kaos, profitnya tipis, jualannya sendirian pula.

Mending kalau jualannya Kaos Dakwah ya, masih dapet pahala menyebarkan kata kata positif.

Saya akan kenalkan anda dengan satu hal yang bernama...

*FAKTOR KALI*

Apa itu?

Coba anda bayangkan, bagaimana jadinya kalau juragan cilok di kota anda, jualan sendirian.

Sudahlah cuma jualan cilok, profitnya tipis, jualannya sendirian pula.

Maaf ya babang cilok. Kita senasip kok.

Jadi babang cilok pun, ada yang sukses, dan ada yang gagal.

Betul nggak?

Nah, coba perhatikan itu babang cilok yang sekarang hidupnya lumayan itu, apa yang dia lakukan?

Tebakan saya, babang itu dulu jualannya sendirian.

Terus dia merasa capek. Baru keliling beberapa komplek aja udah ga kuat. Waktunya pun ga cukup.

Kalau kayak gini, kapan mau naik haji?

Kan babang pengen juga jadi inspirasi sinetron RCTI atau SCTV, bukannya terus menerus kena azab sama Indosiar begini.

Lalu babang itu tahu sama yang namanya faktor kali.

Yaitu... Kalau dia bisa membina si Asep, anak tetangga, buat jualan cilok buatan dia, maka dia sudah menggunakan sebuah kekuatan rahasia semesta ang bernama faktor X.

Semakin banyak anak tetangga yang dia bina. Maka semakin besar faktor kali yang dia punya.

1 gerobak cilok = omset 500rb.
10 gerobak? Omset 5 juta.
100 gerobak? Omset 50 juta.

Wow ga sih?

Itulah namanya faktor kali.

Selain jualan kaos. Anda juga bisa membina 'anak tetangga' buat ikutan jualan kaos juga.

Mereka sudah punya smartphone. Punya waktu luang.

Tinggal kasih wifi gratis. Ajarin bikin Instagram buat jualan.

Jadi deh. Pasukan Penjualan Anda Sendiri.

Mau mencari Prajurit lewat online?

Boleeh. Yang penting siap siap jempol anda jadi pegel.

Intinya, jualan kaos, atau barang murah lainnya, mungkin tidak bikin anda kaya....
Tidak dalam sekejap.
Tapi, kalau anda jalankan konsisten.
Maka hasilnya lumayan juga.

Demikian artikel ini , Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Kalau Cuma Jualan Kaos? KAPAN KAYA-nya?"

Posting Komentar