Kisah Zano dan Bapak Penjual Mainan



Kisah Zano dan Bapak Penjual Mainan

Disuatu siang saat sedang pulang setelah jemput kk dari sekolah, kk Zano Athar tiba2 kk mengucap:
'Yah, Zano minta duit donk buat beli maenan Saya segera melihat kearah luar mobil dan mencari2, mana sih ada penjual mainan yg dimaksud... ?

Ternyata saya menemukan pemandangan yg membuat hati terenyuh. Seorang bapak paruh baya sedang terlihat mengayuh sepeda keliling menawarkan mainan sederhana. Harganya saja paling hanya berapa ribu, jangan ditanya untungnya seberapa. Pastilah tidak sebanding dengan keringatnya yg mengayh sepeda seharian.

'Yaudah ya Yah, Zano beli mainannya dan ga usah minta kembalian ya Yah, kan kata bunda Erlyanie Berl harus selalu sering berbagi'...

Makin terenyuh lagi melihatnya sudah bisa punya keinginan selalu berbagi sejak kecil dan kini usianya belum genap 10 thn masih punya kebiasaan ini.

Baca Juga: Allah lah Sebaik baik Penjaga

Mudah2an jd anak soleh ya kk Zano Athar..

Dari perjuangan bapak itu tanpa lelah harus berjualan keliling naek sepeda, jangan di bayangin seberapa beratnya, udah deh kita aja pasti gak akan kuat....

Nah, kalau kita sekarang berjualan hanya online yg cukup pegang gadget tapi masih ngeluh sepertinya harus berkaca deh. Apa ga malu membandingkan perjuangan kita ga seberapa beratnya dibanding bapak tua penjual mainan itu...?

Rasanya kita patut bertanya, apa yg salah dari pribadi kita?

Mengapa mental kita bisa kalah dengan yg jauh usianya diatas kita?

Dan mari merenung, seberapa sering kita menawar apabila beli di toko tradisional.


Demikian artikel cerita religi ini , Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to " Kisah Zano dan Bapak Penjual Mainan"

Posting Komentar