Riba itu Membunuhmu



RIBA ITU MEMBUNUHMU

Saya punya hobi, sering nelp rumah2 yg tertulis DIJUAL. Sampe galeri HP penuh dg foto2 rumah dijual. Bukan mau beli. Tp kadang pengen tau atau buat afirmasi aja. Biar semangat buat beli rumah. Biar punya bayangan berapa harga rumah yg saya impikan. Masalah beli urusan belakangan. Setiap habis liat rumah, sy selalu jd lebih semangat kerja.

Alhamdulillah rumah pertama dipake gudang produksi MOUZA, dapat beli CASH yg pernah saya ceritakan di postingan dl ya.
Nah ini pengen bt rumah tinggal. Gpp mimpi aja dulu. Afirmasi aja dl. Ya kan?

Nah kmrn saya dtg ke sebuah rumah besaaarr. Luas lebih dr 500m. 2 tingkat di pusat kota. Di depannya ada tulisan "RUMAH INI AKAN SEGERA DILELANG". Datanglah kami ke sana. Masuk dan melihat2 rumah. Ada kolam ikannya. Besar. Dalam rumahnya ngeblong tapi teratur. Khas rumah mewah. Sekilas sy membayangkan duduk di tepi kolam itu sambil baca novel Tereliye. Halah menghayal tinggi buuanget

Tibalah sy ngobrol dg pemilik rumah di ruang tamu. Harganya minta 5M. Ga bisa nego sama sekali (lagian sy ga akan nego. Kan td sy bilang cuma lihat2. Ga niat beli. Cuma mupengnya doang
 Setelah ngobrol ini itu, akhirnya yg punya rumah menjelaskan, ia menjual rumah itu jg terpaksa. Karena skrg posisi rumah sedang dalam agunan ke bank.
Dia bilang itu dengan wajah sedih dan sendu.
Saya nyimak dalam diam. Memahami sekali apa yg dia rasakan. Tau banget gimana rasanya.
Dulu ia kontraktor. Mengajukan pinjaman ke bank swasta senilai 866.500jt. Karena butuh tambahan modal, ia mengajukan pinjaman ke bank. Ke dua bank dengan 2 sertifikat rumah. Rumah pertama sudah disita dan dalam sengketa dg temannya. Dan ini rumah terakhir yg ia punya.
Karena bisnisnya gagal, ia ga bisa melunasi utangnya. Ohya, ini bukan KPR. Tp modal kerja (tender). Jd sepertinya bukan cicil tiap bulan kayak KPR. Jd dia selama blm bisa bayar pokok, ia bisa bayar bunganya aja tiap bulan. Nah karena ia ga sanggup lg bayar bunganya tiap bulan, jadilah ia nunggak. Ia berteman baik dengan salah satu pejabat banknya sehingga hampir 7th ga bayar bunga, ia tak disita. Tapi bank sudah melelang rumah ini 2x. Namun tidak ada peminatnya.

Tulisan DIJUAL di depan rumahnya udah lusuh. Hampir2 tulisannya ga kebaca. Sepertinya dipasang sudah sangat lama.

Yg bikin sy shock, pas si bapak lihatin kertas tagihan dari banknya. Disitu jelas brp pokok uang yg dia pinjam, denda dan total yang harus ia bayar.

Dari utang 866jt plus bunga dan denda menjadi hampir 5 Milyar!!
Innalillahi wainnailaihi roji'un..

"Tapi ini bisa nego sih, tp sy harus ke jakarta,"

Iya sy tau. Bisa nego. Sy juga dulu sama. Tp seberapa banyak negonya? Seberapa banyak turunnya? Itupun kl bisa bayar. Kl engga? Dan sales kredit bank itu kl utangnya lancar jd temen. Kl macet? Tiba2 ilang.

Kl dijual 5M. Itu jg kl laku. Brp sisa uang yg bisa si bapak ambil? Rumah 1 habis. Rumah 2 menunggu waktu.

Sampai sini, apa masih ada yg menganggap RIBA itu solusi?
Lancar atau tidak cicilan. Lancar atau tidak bayaran, tetap saja menantang PERANG sama Allah. Jangan bangga bila terbayar lunas. Bukan berarti hidup menjadi tenang dan berkah.

Ini nyata! Ga percaya? Gpp. Mungkin Alquran kita beda


Demikian artikel ini , Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Riba itu Membunuhmu"

Posting Komentar