Advertisment

Berpikirlah Secara Sederhana Jangan Dibikin Rumit


Berpikirlah Secara Sederhana Jangan Dibikin Rumit

Di sebuah perusahaan sebut saja perusahaan sabun mandi sedang ada rapat penting dewan direksi bersama Direktur, Manager, Supervisor, engginer dan para staff, membahas masalah berkaitan dengan banyaknya komplain dari konsumen yang mendapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Pihak agen juga mengeluhkan mereka merasa tertipu karena di setiap karton (kardus packing), selalu ada beberapa kotak sabun yang kosong tidak ada isinya.

Masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, dikarenakan kondisi mesin produksi yang dimiliki sudah terlalu tua sehingga sensornya sering tidak mendeteksi. Untuk itu pimpinan perusahaan memanggil para Direktur, Manager, Supervisor hingga staff, untuk mencari solusi atas masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan.

Ketika pimpinan perusahaan memberi kesempatan kepada semua peserta rapat untuk mengemukakan pendapat, salah seorang Supervisor mengacungkan tangan dan berkata, "Solusi yang paling aman menurut saya, adalah membeli mesin baru dari Jerman. Harganya saat ini sekitar Rp 10 milyar!. Alat itu bekerja dengan sensor sinar X sehingga bisa melihat isi dalam kotak lalu jika ada isinya maka alat tidak akan menyingkirkan kotak tersebut namu jika tidak ada isinya maka secara otomatis alat akan menyingkirkan kotak tersebut.

Melihat harga mesin yang mahal seorang Manager segera mengacungkan tangan dan berkata, "Saya punya usul yang lebih baik! Kita membeli mesin model baru dari Jepang yang harganya lebih murah, sekitar Rp 1 miliyar! Alat tersebut menggunakan sinar seperti sinar rounsen sehingga isi dalam kotak bisa terlihat kemudian menggunakan teknik patern maching menyeleksi gambar sehingga jika gambar master tidak sama alat mendeteksi kotak tidak ada isinya kemudian menyingkirkannya dengan tangan robot.

Melihat harga yang masih relatif mahal, seorang Direktur lalu mengacungkan tangan dan berkata, "Bagaimana kalau kita membeli mesin dari China saja yang harganya hanya sekitar Rp 100 juta?" Prinsip kerjanya hampir sama dengan alat dari jepang hanya harganya lebih murah karena mungkin komponennya yang lebih murah dan tidak menggunakan tangan robot hanya menggunakan pendorong biasa.

Baca Juga : Pemberian yang Tepat sasaran akan Bermanfaat

Karena menilai kondisi keuangan perusahaan masih cukup sulit untuk membeli mesin baru dari Jerman, akhirnya pimpinan perusahaan menyetujui untuk membeli mesin dari China tersebut. Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang Office Boy yang sejak tadi melayani menyediakan minum untuk para peserta rapat, memberanikan diri mengacungkan tangannya lalu berkata, "Bapak dan Ibu, jika saya diperbolehkan usul. Bagaimana kalau perusahaan membeli alat dari Indonesia saja? Paling harganya cuma Rp
250 ribu."

Mendengar usul Office Boy yang konyol ini, serentak seisi ruangan rapat tertawa. Tetapi Pimpinan perusahaan tetap memberi tantangan kepada Office Boy untuk membuktikan ucapannya tersebut, "Jika kamu memang serius dengan usul yang kamu lontarkan, saya beri kamu Rp 250 ribu untuk mendapatkan alat itu!" Setelah pihak accounting memberi uang Rp 250 ribu, si Office Boy langsung pergi mencari alat yang dia usulkan. 1 jam kemudian Office Boy kembali dengan membawa alat yang sudah dibelinya.

Pimpinan perusahaan, Direktur, Manager, Supervisor, engginer dan para staff yang ikut dalam rapat merasa heran bahkan kebanyakan malah menghina melihat alat yang dibawa oleh Office Boy. Tapi dengan penuh percaya diri Office Boy memasang alat yang dibelinya di dekat conveyor sebelum kotak sabun masuk ke kardus packing. Hasilnya sungguh luar biasa! Dengan alat baru ini, saat percobaan kotak sabun yang kosong jadi terlempar jatuh dari confeyor saat melewati alat tersebut jadi yang masuk ke kardus packing adalah kotak sabun yang ada isinya.  Seluruh peserta rapat yang ikut menyaksikan hal tersebut tercengang sekaligus merasa malu, ternyata usulan mereka dikalahkan oleh seorang OfficeBoy Karena yang dibeli oleh Office Boy tersebut hanya sebuah Kipas Angin.

Melihat apa yang diusulkannya berhasil Office Boy tersenyum dan berkata Gitu aja kok repot hahaha Karena keberhasilan tersebut dari ide yang sederhana dan menggunakan alat yang sederhana, si Office Boy diangkat menjadi salah satu staff yang menangani bagian packing dan gajinya dinaikkan.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita diatas? Solusi sederhana yang diusulkan oleh Office Boy sebenarnya bisa dilakukan oleh semua peserta rapat namun hal itu tidak pernah terpikirkan atau bahkan terlewatkan mengapa demikian? pada saat melihat hasil yang memuaskan dari sebuah alat sederhana seperti kipas angin, banyak diantara mereka akan berkata, "Kalau cuma gitu doang, saya juga bisa!"  Sebenarnya Semua orang bisa melakukan apa yang Office Boy lakukan namun mereka terlalu berpikir rumit dan terlalu banyak teori sehingga meremehkan hal sederhana.


Tapi mengapa solusi tersebut tidak terlintas dan terlontarkan pada saat rapat? Karena kebanyakan dari mereka berpikir terlalu rumit. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, agar dalam menghadapi setiap masalah menjadi lebih tenang dan berusaha mencari solusi yang dimulai dengan berpikir secara sederhana.

Demikian sedikit tulisan mengenai Berpikirlah Secara Sederhana Jangan Dibikin Rumit

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 Response to "Berpikirlah Secara Sederhana Jangan Dibikin Rumit"

Posting Komentar