Advertisment

Jebakan Personal Branding Lalu Harus Bagaimana?


Jebakan Personal Branding Lalu Harus Bagaimana?

Berapa banyak dari anda yang pernah mengalami sendiri / mendengar / membaca tentang:

1. Seorang Pemuka Agama yang ternyata anaknya sendiri terjerat narkoba
2. Seorang Psikolog yang padahal membantu banyak orang yang memiliki kesulitan, malah dianya sendiri cerai dari pasangannya?
3. Seorang Mastah, yang sering sharing di sosial media, tapi tim-nya sendiri berantakan
4. Seorang sosialita, tapi ternyata muncul gosip hutangnya dimana-mana yg tak kunjung dibayar
5. Atau sesimple mereka yang membangun persona lucu, humoris, tapi ternyata melawan depresi setiap harinya seperti aktor Robin William yang meninggal karena bunuh diri

Kalau ada yang pernah nonton video Nas Daily, yang berjudul "The Numbers Trap"

vidio itu Jleb banget mengena sekali, yang belum nonton, search aja ya di youtube ya

Intinya di film itu, sejak sosial media menjamur, manusia mengejar jumlah ANGKA, like, komen, subs, jika dulu puas dengan 100 like tiap kali posting, sekarang maunya lebih begitu seterusnya. Jadi tidak ada puasnya.

Oh iya, Personal Branding atau Persona Diri, BEDA dengan pencitraan semata ya, bukan berarti kita diminta menjadi someone we are not!

Persona Diri itu lebih menonjolkan apa yang baik dari diri masing-masing, sharing apa yang kita ketahui yang kita rasa bermanfaat bagi orang banyak. Jadi memang ya Tetap Menjadi Diri Kita sendiri di versi terbaik kita (maksudnya versi terbaik tuh, gak mungkin juga kan elo ngantor/kerja dengan gaya elo yg awur2an pas lagi kongkow2 sama temen)

Ok yang akan saya bahas bukan soal Personal Brandingnya,

Tapi lebih pada jebakan yang kita buat sendiri.

Makanya kenapa banyak artis yang kena hingga depresi karena capek harus menjadi seorang role model yang gerak-geriknya dinilai terus menerus, dimata matai, diintai paparazi. Resiko selebritis katanya.

Ketika kita sering sharing2, kita akan menarik makin banyak orang yang merasa terbantu dengan solusi yang kita berikan, PLUS mereka yang masih bermasalah dan membutuhkan bantuan.

Dan percaya deh, ketika dalam sehari, tiap kali buka WA, Fb messenger, telegram, ratusan message masuk nanya ini, minta solusi itu, minta ketemu.. elo akan cape.. begitu kelar bales, eh ada lagi nongol message baru. Gak dibalas takut dinilai sombong, takut citra sebagai orang yg helpful menjadi rusak.

Lalu harus bagaimana??? ya jawabanya jadilah diri anda sendiri, tidak perlu anda mencitrakan diri anda berlebihan, tidak perlu anda pencitraan, dengan menjadi diri sendiri anda akan lebih enjoy dan menikmati hidup ini.

Demikian sedikit tulisan mengenai Jebakan Personal Branding Lalu Harus Bagaimana?

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 Response to "Jebakan Personal Branding Lalu Harus Bagaimana?"

Posting Komentar