Advertisment

Kisah Nyata Dokter yang Mengobati Tanpa Obat



Kisah Nyata Dokter yang Mengobati Tanpa Obat


Sejak pulang dari itikaf di masjid selama tiga hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

itikaf dan belajar di masjid sangat berkesan baginya.

Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung.

Dia selalu teringat dengan kalimat yang dibicarakan jamaah.

Jika obat tidak dapat menyembuhkan yang menyembuhkan adalah Allah.

Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah.

Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Baca Juga : 10 Tips yang jarang dilakukan orang tua saat anak sakit

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.

“Bapak sebelum ke sini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"

kebanyakan memang belum pak dokter meminta pasien tersebut mengambil air wudhu dan shalat.

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.

Berobat adalah sunnah dari Rasulullah sebagai ikhtiar agar Allah menyembuhkan

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb. untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah)

ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat.

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?

Bisa jadi sumber sakitnya ada di hati yang jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira.

tidak hanya fisiknya yang diobati tapi batinnya juga diobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

ada pasien yang jantung bermasalah harus dioperasi.

ia juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah.

Pasien itu diminta mengamalkan sunnah tidur.

Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzikir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Baca Juga : 10 Cara Mengobati FLU yang terbukti Manjur

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah.

ia minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah di dalam WC.

Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air).

melakukan sunah buang air kecil dengan cara duduk

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes.

Sejak melibatkan Allah pasiennya jadi jarang balik ke klinik sehingga berisiko mengurangi pendapatannya.

Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah.

6 bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau datang mengucapkan terima kasih dan berniat mengajak dokter umroh.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin: sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Baca Juga : Cara Mencegah Sariawan yang Terbukti Manjur

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.

saya izin shalat dulu pak katanya lirih.

Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.

Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat dari kisah nyata diatas.

0 Response to "Kisah Nyata Dokter yang Mengobati Tanpa Obat"

Posting Komentar