Mahasiswi yang Terjerumus


Mahasiswi yang Terjerumus

Ini kisah tentang mahasiswi yang terjerumus, tidak punya pendirian dan hanya ikut ikutan saja, memgikuti sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Apalagi sesuatu itu sumbernya tidak jelas, tidak jelas siapa guru ngajinya tidak jelas tuntunannya apakah ada dalam Al-Qur'an dan hadist. Jangan sampai anda sebagai mahasiswi menjadi seperti ini. Tidak tau dasarnya hanya ikut ikutan saja. yang ada anda hanya akan menjadi korban saja.  Ok lanjut saja ceritanya begini.....

Mahasiswi : Ayo gabung mbak dengan komunitas xxxxxx....., bersama berjuang untuk Islam.

Santri  : Mbak ini orang mana?

Mahasiswi : Mahasiswi sini mbak.

Santri  : Dulu mondok di mana mbak?

Mahasiswi : pendidikan saya normal mbak.

Santri  : Normal? Maksudnya? Ada pendidikan tidak normal?

Mahasiswi : hehe... Maksudnya dari SD sampai SMA umum, mbak.

Santri  : Oh, tapi hafal Alfiyah Ibnu Malik?

Mahasiswi : Alfiyah itu apa ya mbak?

Santri  : kitab Nahwu.

Mahasiswi : Nahwu itu bahasa Arab ya mbak?

Santri  : ilmu tentang gramatikal bahasa Arab, begitu singkatnya. Belajar subjek, predikat, objek, dan lainnya.

Mahasiswi : Oh, belum pernah mbak.

Santri  : Oh, masih Jurumiyyah ya?

Mahasiswi : Itu apa lagi mbak?

Santri  : innalillah, gini deh. Hafal Quran nggak?

Mahasiswi : Baru tahsin 1 mbak, hehe... Maklum, baru mulai ngaji semester tiga kemarin.

Santri  : Astaghfirullah... Terus itu teriak-teriak khilafah kenapa?

Mahasiswi : kan bagian dari Islam mbak. Harus kita perjuangkan.

Santri  : dah pernah baca kitab fiqh, kayak Minhaj, I'anah, Fathul Mu'in, atau Fathul Qarib aja deh. Pernah?

Mahasiswi : Belum mbak, saya tidak bisa baca kitab kuning.

Santri  : Lah itu tahu khilafah dari mana?

Mahasiswi : Dari murabbi saya mbak.

Santri  : Hebat, punya murabbi. Ikut thariqah?

Mahasiswi : Bukan, murabbi liqa'.

Santri  : murabbinya belajar dari siapa?

Mahasiswi : Nggak tahu juga mbak, tapi biasanya sih ngasih refrensi materi dari situs-situs internet atau video di youtube.

Santri  : Kamu ini teriak khilafah bukan dari kitab, bukan juga dari orang yang jelas sanadnya sampai ke Rasulullah SAW. Kamu teriak khilafah dari mana dasarnya?

Mahasiswi : situs di Google dan video dari murabbi mbak.

Santri   : Astaghfirullah, Pantas.

Mahasiswi : Pantas kenapa, mbak?

Santri   : Mahasiswi yang baik akan bertindak dan berpikir ilmiah. Ambil sesuatu dari sumber aslinya. Kalau karya ilmiah aja harus pakai jurnal primer, agama juga begitu.
Ambil dari kitab-kitab mu'tabar (primer) yang ditulis oleh ulama-ulama kredibel dan diakui dari zaman ke zaman sejak dahulu. Mempelajari sesuatu itu juga harus kepada ahlinya, ada bukti tertulis dia bersambung sanadnya sampai Rasulullah SAW.
Kalau ilmu agama tidak disandarkan kepada Rasulullah SAW apalagi ambil dari Google dan Youtube malah bisa jadi santri SYEIKH ANU GOOGLE AL INTERNETY BIN LISTRIKY.
sama santi Tubayu tabaya yutuban....hahaha....

Mahasiswi : Tapi anu mbak... anu.... anu....

Santri : Wes Koplak saya ngak ikutan mbak lebih baik saya mengaji saja sama pak Kyai di Masjid dari pada ikut ikutan komunitas yang gajelas gitu mbak.

Demikian sedikit tulisan mengenai Mahasiswi yang Terjerumus

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 Response to "Mahasiswi yang Terjerumus"

Posting Komentar