Advertisment

Pengalaman Naik Kereta Api


Pengalaman Naik Kereta Api

Ini adalah cerita pengalaman saya waktu naik kereta api, semoga kalian semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita ini, jika ada kata yang salah mohon dimaafkan... Ceritanya begini....

Pak, saya bisa pinjam selimut? Satu aja.

Kataku pada bapak polsuska yang lewat.

Maaf, Mbak.. kalau perjalanan siang memang tanpa selimut.

Oo gitu. Kalau bisa sih saya mau pinjam. Ini keponakan saya demam, dan AC nya agak dingin. Kasian dia jadi agak nggak nyaman.

Sebentar saya bilang ke kondektur dulu ya.

Baca Juga : 2 Tipe Orang Untuk Mencapai Goal Kesuksesannya

Baik, Pak. Terima kasih.

Nggak lama pak kondekturnya datang ke gerbong kami.

Adeknya demam ya, Buk?

Iya, Pak.

Jadi gini, Buk.. kalau perjalanan siang hari, kereta api memang tidak menyediakan selimut. Kalau adeknya diperiksa sama petugas kesehatan, mau?

Boleh, Pak.

Tiga puluh menit lagi kita tiba di stasiun berikutnya. Nanti akan ada petugas yang datang memeriksa. Bisa saya pinjam tiketnya adek?

Setelah ngecek tiket, trus difoto. Pak kondekturnya pamit, dan bilang mau mengatur ulang suhu AC gerbong kami.

Tak cuma sekali itu diperiksa, ketika kereta berhenti di stasiun berikut setelah pemeriksaan pertama, ada lagi petugas kesehatan yang datang memeriksa. Memastikan obat sudah diminumkan dan tak ada tanda kegawatdaruratan.

Perhatian kayak gini penting banget menurutku. Apalagi kita ibu-ibu yang bepergian dengan balita. Walaupun cuma demam, tapi setidaknya kalau ada hal yang lebih serius, ada pihak lain yang bisa diminta bantuannya.


Lain waktu..

Temannya suami pernah meminta kedua anaknya yang masih sekolah (SMP dan SD) untuk liburan ke Jogja. Anak-anaknya tinggal di Bandung bersama ibunya. Kakak beradik ini berangkat berdua aja tanpa orang dewasa. Itu perjalanan pertama mereka.

Setelah kereta berangkat, teman suami nelpon anaknya, minta nomor hp kondektur yang sedang bertugas saat itu. Kemudian kondekturnya dihubungi, diceritakan soal anak-anak, dan dia menitipkan anak-anaknya, minta tolong diawasi.

Setiap berhenti di stasiun, teman suami dikabari oleh kondekturnya. Ketika udah sampai di Jogja, kondekturnya memastikan anak-anak ini ketemu sama ayahnya, dengan meminta tolong rekannya yang lain karena beliau masih harus melanjutkan tugas di kereta.

Di setiap gerbong kereta ada nomor hp kondektur yang sedang bertugas. Nggak usah sungkan untuk menghubungi jika butuh bantuan. Tapi kalau butuh uang, kayaknya salah sasaran 

Terima kasih, Pak Rully, kondektur yang bertugas. Terima kasih KAI.

Demikian sedikit tulisan mengenai Pengalaman Naik Kereta Api

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!


0 Response to "Pengalaman Naik Kereta Api"

Posting Komentar