Rejeki Tidak Akan Tertukar


Rejeki Tidak Akan Tertukar

Kardio, langganan nasi goreng pete saya di Jalan Gardujati, Bandung. Nasgor petenya menduduki rangking 1, paling sering saya kunjungi.

Saya belajar ‘jadi manusia’, di tengah ajaran ‘hamba uang’ negeri semi-kapitalis ini.

Di samping kanan nasgor pete, ada penjaja pempek, biasa dijaga si menantu lulusan Malaysia. Di samping kanan pempek, adalah Baso Tahu (siomay) Tulen, dijaga oleh Amir.

Saya terbiasa membawa rombongan kesana. Saat nasgor kebanjiran order, biasanya penjual lain yang sepi, ikut membantu. Di video, Amir tertangkap basah sedang membantu Kardio menyajikan nasgor pesanan kami. Sebaliknya saat Amir kewalahan order, Kardio juga turun tangan. Begitu juga dengan si penjual pempek.

Pemandangan yang langka di jaman kapitalis, yang saling sikut. Konsumen juga boleh duduk dimanapun, tak ada batasan ini area siapa. Kalau tisu abis, mereka juga saling pinjam/ambil. Aneh kan? Padahal sesungguhnya mereka ya kompetitor.

Inilah contoh yang pas terhadap pemahaman KONSEP REJEKI:
Rejeki seperti peluru di medan perang, gak akan meleset, kalau itu jatah kita”.

Baca Juga : Rejeki Itu Banyak Bentuknya

Apakah ini disebut kolaborasi? Ini bukan mutualisme, yang harus seimbang, tapi ringan tangan dengan ketulusan. Gak akan terjadi kalau satu sama lain saling hitung omset dan saling iri.

“Enak aja, dia ramai terus, aku bantuin dia lebih banyak, tapi dapatnya sedikit”. Gak gitu hitungannya..

Saya agak alergi jika ada pebisnis yang baru kenal, tiba-tiba berkata, ”Apa nih yang bisa kita kolaborasikan?”. Kenapa sih harus kolaborasi? Kenapa gak, kita datang ke suatu majlis, kemudian bertanya, “Apa yang bisa kubantu?”. Iya, bantu tanpa harap balas, tanpa harus kerjasama, tanpa mikir “Untungku apa..?”, selain mengharap ridlo Allah.

“Tapi kan kita belum maju Mas Koq malah bantuin orang yang bakal lebih maju dari kita? Ntar kesalip donk..”

Ya ikut seneng ajalah bisa lihat kawan lebih makmur dari kita. Ada salah kaprah hukum, “Yang kaya membantu yang miskin”. Artinya nunggu kaya baru bantuin? Biasanya setelah kaya, lupa ingatan.

“Yang MENTALNYA KAYA, membantu yang membutuhkan”.
Kaya-Miskin bukan kondisi, tapi mentalitas.

Jadi.. kaya mana sama penjual nasi goreng dan siomay?


Demikian sedikit tulisan mengenai Rejeki Tidak Akan Tertukar

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!

0 Response to "Rejeki Tidak Akan Tertukar"

Posting Komentar