Bagaimana Hukum Shalat Nahan Kentut ?


Bagaimana Hukum Shalat Nahan Kentut ?

Jadi begini, kepentut / ngentut saat shalat itu bukan aib. Wong kita sebagai manusia kan diciptakan dalam bentuk yang sempurna, termasuk diantaranya diberi dubur / anus / lubang pantat, yang salah satu fungsinya untuk mengeluarkan kentut. Jadi jangan minder kalau kepentut.

Coba tanya dokter, berapa biaya yang harus dikeluarkan demi bisa kentut secara normal? Pasti mahal! kaena kalo belum kentut kamu belum boleh minum obat.

Jadi bersyukurlah kalau bisa kentut.

Jangan minder. Jangan malah ditahan, karena hukumnya makruh dan mengganggu kekhusyukan shalat. masak iya sih kamu dari tadi nahan kentut sampai kaki gemeteran, pinggul goyang goyang, dan masih banyak gerakan2 yang mengganggu kekhusukan shalat.


Kalau kepentut saat berada dalam shaf shalat, berhentilah shalat. Keluarlah dari barisan secara jantan, melangkahlah dengan gagah.

Wudhu lagi, lalu masuk lagi meski harus menjadi makmum masbuk. makmum masbuk adalah sebutan untuk makmum yang terlambat datang sudah lewat rakaat pertama.

Karena kepentutnya Anda itu bagian dari takdir Allah dan sudah ada tuntunan syariat untuk meresponnya.

Jangan karena malu lantas Anda tetap meneruskan dan saat salam berlagak pilon. Apalagi kalau sampai memicingkan mata ke orang sebelah dan geleng-geleng demi menutup aib sendiri. Jadinya fitnah.


Ini terpaksa saya tuliskan, meski sebenarnya lebih enak ikut guyon soal poligami daripada bahas kentut, karena kemarin kejadian di depan saya. Cuma parahnya yang tadi orangnya malu keluar shaf tapi eh malah baunya kemana mana mungkin habis makan pete atau jengkol hahaha.

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi pengingat, saat nanti anda kebelet kentut dalam shalat.

Demikian sedikit tulisan mengenai  Bagaimana Hukum Shalat Nahan Kentut ?

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!

0 Response to "Bagaimana Hukum Shalat Nahan Kentut ?"

Posting Komentar