Membangun Team Work atau Sedang Menciptakan Kompetitor


Membangun Team Work atau Sedang Menciptakan Kompetitor

Kemaren malam di sela sela kehadiran "guru kehidupan" coach Tri Susanto dan pengawalnya yang tatoan. Saya kehadiran tamu yang mau pulang ke Surabaya setelah ada agenda di Banjarnegara. Beliau bertandang ke Jogja hanya untuk ke Jogja digital clinic, awalnya mungkin ini silaturahmi biasa, Taunya ngajak DISKUSI soal digital marketing…..

Beliau punya usaha yang sudah cukup lama, BRAND yang cukup mendapat tempat di hati customernya…. saat ini usahanya  ada INVESTOR yang siap memback up produksi,  namun bukan itu yang jadi KEGELISAHAN BELIAU…. Namun masalah utamanya adalah "Tim Online"
.
Beliau bercerita bahwa produknya BAGUS, produksi LANCAR , customer sudah BANYAK, dengan adanya investor. Beliau ingin mengembangkan usahanya lebih besar, maka dia perlu membangun "Tim Online".

Baca Juga : The Ceo Who Failed to Understand The Milenial
.
Saat ini sudah ada 8 orang tim, yaitu
- Penulis artikel
- Desainer
- Seo
- Pengiklan ( istilah imers adveritiser )
- Pembuat video
- Tim fb dan ig
- cs

ada satu hal yang menarik dari yang beliau sampaikan “ MAS BANTU USAHA KAMI MEMBANGUN TIM ONLINE “
saya balik bertanya, siapa yang kami latih pak ?
Tim saya , jawab Beliau

Saya bilang ke beliau
Kami bisa melatih tim bapak tapi dengan satu syarat…. bapak sebagai owner juga harus terlibat…. !! ,
Kenapa mas ?
Yang paham tentang produk siapa pak ? .. saya, jawab beliau
Yang paham tentang target market siapa pak ? … saya juga, jawab beliau
Yang bisa membangun strategi digital marketing nya siapa pak ? … dengan kalem beliau menjawab mestinya saya yaa…..

Satu lagi pak… yang paham tentang bisnis nya siapa ?....... beliau diam


Kalo kami hanya melatih tim bapak, bagaimana bapak bisa membangun system nya ? .. bagaimana bapak mengukur kinerja tim nya, Bagaimana cara bapak mengamankan asset digital perusahaan bapak?? Kalo tim bapak yang kami ajari mulai riset sampai membangun strategi nya .. kira kira bapak sedang membangun tim atau sedang meciptakan mereka jadi Pengusaha?

Melatih tim online kalo SALAH DALAM TREATMENT nya bisa jadi dia malah akan menjadi competitor. Memang ada yang menganggap, gak papa dia keluar, dia jadi pengusaha saya dapat pahalanya…. . Namun sesungguhnya capek ndak sih kita bolak balik melatih tim yang berbeda hasil akhirnya sama…. Yang tentunya Pikiran kita, jiwa kita lama kelamaan juga akan Lelah menghadapi masalah yang sama, yaitu tim

Kita sudah mengikutkan dia dalam pelatihan, supaya kapasitas nya naik, supaya skill nya berbeda, namun jika secara mental ndak di bangun yaaa bisa jadi bom waktu

Apakah owner harus paham tehnis Online? apakah owner harus tahu bagaimana cara nya iklan?

… T I D A K.... owner tidak harus paham semua hal tehnis digital marketing, namun owner harus paham karakter dan logika semua media online, owner paham critical point setiap media online, dari situlah owner paham bagaimana membangun strategi dan mengukur kinerja tim nya.

Dari situlah owner paham betul mana aja yang bisa di kerjakan oleh tim eksekutor dan bagian apa aja yang hanya boleh di kerjakan oleh tim Inti.

Bedakan setiap langkah tehnis digital marketing menjadi dua, bagian yang INTI dan bagian PENDUKUNG.

BAGIAN INTI adalah langkah tehnis yang akan berdampak langsung pada result yang di harapkan missal lead/ kontak ke cs, pejwan google , dll
Langkah ini hanya tim inti yang boleh kerjakan

BAGIAN PENDUKUNG, ialah langkah tehnis yang menjadi support dari langkah pertama yang hasil nya tidak langsung berdampak pada result.

Misalkan saja

Salah satu unit di JDC adalah unit JASA. Unit ini mengerjakan optimasi google mulai dari optimasi web utama, youtube, Medium, Wordpres dan Blogspot, dalam satu hari tim jasa terdiri dari 3 orang bisa mengerjakan 5 kata kunci utama, 25 kata kunci turunan menggunakan semua media diatas. Menariknya 3 orang ini tidak tahu bahwa yang mereka kerjakan berdampak pada Optimasi google, Mereka tidak paham jika hasil yang mereka kerjakan adalah Pejwan.

Dari kasus diatas, jika misalkan tiba tiba salah satu dari mereka keluar dari jdc maka leader tidak akan kesulitan mencari penggantinya.

Baca Juga : Antara Bisnis dan Penghianatan


Apa yang kami ceritakan diatas bagian dari strategi bukan? mungkinkah owner bisa menyusun strategi jika owner tidak paham apa yang di kerjakan oleh timnya…

Apakah sulit ? tidak juga, apakah owner harus memantau tiap hari ? Tidak….

Owner yang paham tentang karakter , logika dan critical point media online bisa membangun strategi digital marketing, mengukur kinerja tim, membangun system dan paling penting adalah mengetahui variable variable yang membuat tim berhasil atau gagal.
Demikian artikel Membangun Team Work atau Sedang Menciptakan Kompetitor

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!



0 Response to "Membangun Team Work atau Sedang Menciptakan Kompetitor"

Posting Komentar