Advertisment

Pro Kontra Ganjil atau Genap


Pro Kontra Ganjil atau Genap

Perluasan area ganjil-genap tampaknya ampuh. Jalanan utama di Jakarta mendadak lengang. Polisi berjaga-jaga di setiap perempatan. Mengawasi nomor-nomor kendaraan yang tak seharusnya beroperasi.

Di perempatan Senen saya melihat sebuah mobil SUV ditilang polisi. Hari Senin ini tanggal ganjil. Mobil bermerek Lexus dengan nomor polisi tiga angka itu genap. Jelas pemiliknya orang kaya. Tapi bego. Sudah tahu tanggal ganjil kok memakai nomor genap.

Banyak juga teman-teman saya yang mengeluh. Sebagian ngoceh dengan nada pedas. Di media sosial.


Perluasan itu, katanya, hanya merepotkan warga. Mengurangi mobilitas. Menurunkan produktivitas kerja.

Benarkah? Saya coba menjawab kekesalan teman-teman saya itu dengan menulis artikel ini.

Aturan ganjil-genap bukan kebijakan yang mengada-ada. Kecuali bagi yang belum pernah jalan-jalan ke luar negeri.

Bagi masyarakat aturan itu sebenarnya hanya berdampak sangat kecil: Satu mobil hanya bisa digunakan tiga hari dalam seminggu. Empat hari lainnya tetap bisa digunakan untuk jalan-jalan di seluruh wilayah Ibukota.

Jadi, masyarakat yang punya mobil satu hanya perlu memikirkan bagaimana cara beraktivitas tanpa mobil tersebut. Simple kan?

Pilihannya banyak. Kalau senang gowes, apa salahnya pergi ke kantor naik sepeda? Mancal sepeda dari Jakarta – Bandung saja kuat. Mengapa dari rumah di Bekasi atau Depok ke Jakarta begitu beratnya?

Kalau mau bergerak cepat bisa menggunakan sepeda motor. Milik sendiri boleh. Pakai jasa ojek online juga bejibun. Tidak ada masalah. Aturan ganjil-genap tidak menyasar sepeda motor.

Naik mobil juga tetap bisa. Panggil saja taksi. Atau taksi online. Gampang.

Tarip taksi dan taksi online bedanya sedikit. Dibandingkan dengan naik mobil sendiri juga masih lebih irit. Tidak perlu bayar parkir. Dan bisa tidur sepanjang perjalanan.

Sesekali cobalah naik busway. Atau naik commuter line. Atau MRT. Murah. Meriah. Jalurnya juga sudah makin banyak.

Kalau tetap mau naik mobil pribadi juga bisa. Jual saja mobil yang ada. Tukarkan dengan dua mobil. Satu nomor genap. Satu nomor ganjil.



Jadi saya tidak setuju kalau para pemilik mobil mengeluhkan aturan ganjil-genap. Apa mereka lupa kalau selama puluhan tahun mereka telah memacetkan jalan sehingga mengganggu perjalanan orang lain?

Semua orang punya hak yang sama dalam menggunakan jalan raya. Maka saya tidak akan mengeluhkan aturan ganjil genap. Saya berpikir positif dengan menggunakan semua moda transportasi. Kecuali: Sepeda.

Jangan biasakan mikir yang rumit kawan. Aturan ganjil-genap itu biasa saja. Tidak perlu membahas sampai kemana-mana. Kecuali, Anda seorang politisi. Suka bikin sensasi tanpa memberi solusi

Demikian artikel Pro Kontra Ganjil atau Genap

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!

0 Response to "Pro Kontra Ganjil atau Genap"

Posting Komentar