Istriku Seorang Pemalas


Istriku Seorang Pemalas

Ketika aku selesai mandi, kulihat istriku kembali tertidur meneteki sikecil yang sudah berusia satu tahun.

"Dasar pemalas." Gerutuku dalam hati.
Tura Turu Tura Turu, Tidur lagi, padahal suami mau berangkat kerja. Palingan kalo dibangunkan nanti bilangnya,
"Maaf bang adek ketiduran lagi, semalam sikecil agak rewel."
   
Aku sudah sering menyuruhnya untuk menyapih sikecil.
"Kasihan bang, masih satu tahun masih kecil." Selalu itu jawabnya. Padahal dia cuma ingin santai-santai dengan alasan meneteki sikecil.


Aku mempercepat menyisir rambut, merapikan baju yang kupakai dan beranjak keluar kamar. Diluar kamar,  ketiga anak-anakku yang lain sedang kusuk menikmati sarapan pagi mereka. Duduk lesehan, karena memang tidak ada kursi makan ataupun sofa. Mereka sudah berpakaian rapi. Pakaian sekolah tentunya.

Kuperhatikan sarapan yang sudah disiapkan istriku, Nasi goreng, telur dadar sedikit gosong dan teh manis hangat.
 "Hmmm nasi goreng lagi, gak bisa apa bikin sarapan yang lain. Rasanya pun pasti alakadarnya." Gumamku.

Tak ada keinginan sedikitpun menyentuh sarapan buatan istriku, lebih baik aku sarapan ditempat kerja saja. 
Dikantin atau sarapan bekal buatan Aina yang rasanya jauh lebih enak daripada istriku. Memang kadang kadang Aina membawakan bekal untukku. Dia anggota dibagianku.
  
Aku menyuruh anak-anak untuk mempercepat acara sarapan mereka. 
Sebelum pergi kerja, aku harus mengantarkan mereka kesekolah. Padahal dulu, ini adalah tugas istriku tapi sekarang menjadi tugasku.
Alasanya "Susah bang bawa sikecil, gak mau diam diatas motor."
 Hmm, lagi lagi alasanya sikecil. Bilang saja pengin santai-santai.

Mendengar suara motor dihidupkan, istriku tergopoh gopoh keluar kamar.
"Sudah mau berangkat, Bang" Tanya istriku
 "Iya, sudah hampir siang" Jawabku dengan penekanan intonasi dikata siang.


Istriku melirik sarapan bagianku,yang tidak kusentuh. Ada raut sedih di wajahnya. Tapi tak ku acuhkan. Salah siapa cuma masak sarapan hampir setiap hari itu-itu saja. Bahkan untuk menuangkan segelas teh hangat atau kopi saja sudah tidak mau.

Cerita diatas hanyalah karangan saya dan hanya fiktif belaka , jika ada kritik dan saran mohon tulis di kolom komentar, bagaimana cerita diatas menurut anda? bagus atau tidak?

Demikian artikel sederhana mengenai Istriku Seorang Pemalas

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!

0 Response to "Istriku Seorang Pemalas"

Posting Komentar