Mengapa Launcing Produk Dicuekin Pasar


Mengapa Launcing Produk Dicuekin Pasar

Pernah mengalami hal diatas?
Jangan kuatir ini problem sejuta umat koq. Banyak temennya. Wajar sekali, karena kebanyakan orang hanya fokus di product launch nya aja. Padahal ada tahapan yang lebih penting tapi sering dilewatkan pebisnis.

Namanya Pre Launch Marketing (PLM)

Pre Launch marketing diperlukan untuk membuat pasar siap dan mengantisipasi produk yang kita tawarkan ke pasar. Lewat pre launch marketing, kita membangun awareness sekaligus mengedukasi pasar tentang masalah di pasar yang akan kita selesaikan dengan produk kita. Dengan demikian, ketika tiba saatnya produk kita diluncurkan pasar tidak lagi bertanya-bertanya produk apakah itu.

Dengan pasar yang lebih siap, maka sesi launching akan bisa kita lakukan dengan lebih mudah. Dan pastinya Anda tidak akan dipusingkan dengan barang yang menumpuk di gudang.

Baca Juga : Cerita Saya tentang MLM

HORSE BEFORE THE CART PRINCIPLE

Prinsip dari product launch yang sukses itu adalah.. 
Always put the horse before the cart.
Selalu letakkan kuda di depan kereta.

Yupp.. selalu letakkan KUDA didepan KERETANYA. Lohh.. gimana sih Mas... ya jelaslah pasti kuda nya duluan baru kereta. Kan kuda yang narik kereta. Dari anak-anak PAUD sampai profesor juga paham lah kalo cuman beginian maah. Okay.. Saya yakin semua orang paham kalo kuda selalu mendahului kereta. Namun kenapa prakteknya selalu keretanya selalu ditaruh di depan dulu baru kudanya datang belakangan. Malah banyak yg gak pake kuda.. ditarik sendiri keretanya.

Kalo ini kitanya yang ndak paham Mas. Kenapa sampean bisa ngomong seperti itu. Begini maksud Saya. Meskipun semua orang paham kalo kuda yang narik kereta, kenyataannya di dalam dunia bisnis orang sama sekali lupa menjalankan prinsip sederhana ini. Mereka sukanya numpuk kereta duluan tapi gak pernah mau nyiapin kudanya. Bahkan gak kepikiran malah.

Berapa persentase barang Anda yg masih ngendon di gudang atau didisplay rak Anda yg belum terjual? Diatas 25% kah? 50% kah? Atau bahkan 90% lebih? Berapa lama barang tersebut ngendon di gudang? Sebulan kah? 6 bulan? Atau lebih dari setahun?

Dalam teori bisnis, sebelum kita benar-benar melaunching produk ke market, kita harus siap dan sudah pikirkan jauh-jauh hari, bagaimana dengan marketing produk tersebut. Dan bahkan marketing itu sendiri sudah harus dimulai jauh-jauh hari sebelum kita launch produknya.
Ingat katanya Seth Godin.. "Marketing begins before the product is launched."

Kalo kita mikir marketing setelah barang di launching itu namanya marketing kesiangan. Dan wajar kalo hasil akhirnya kita keteteran jualannya. Kenapa? Karena market tidak siap. Market tidak aware dengan product kita dan market tidak peduli dengan kita.

Jangan sampai kejadian kita overconfidence ngebet produksi sampe numpuk  barang kita di gudang, tapi habis itu bengong mau ngapain. 

Masih jauuuuuuhhhhhh lebih baik, Anda marketing Anda jalan duluan, engage dulu customers, edukasi market, create moment of anticipation, jadi pas launch duaarrr produk langsung meledak di pasaran. Bahkan Anda gak sempat nyetok barang di gudang, habis produksi udah selalu banyak yg nungguin.

Ini sama dengan analogi yang saya sampaikan didepan tadi.. kereta dulu baru kudanya. Udah keretanya segede gaban.. tapi kudanya kecil, kurus, imut lagi.. kuda poni..ya jelas gak bisa jalan itu kereta kuda.

Marketing itu memang ibarat sebuah kuda yang akan menarik 'kereta' produk yg kita siapkan.
Semakin kuat kuda yang kita punya, makin kuat juga tarikan ke keretanya. Tapi kuda yang besar, kuat dan gagah sudah pasti beli dan merawatnya juga mahal. 

Sama juga, sebuah strategi marketing solid, pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 
Perlu perawatan khusus yang gak murah juga.  Ada SEO, Inbound Marketing, A/B Testing, Social Media Marketing, Paid Promote, Train Reseller, Influencer dll. Gak semua harus dipake sih, tapi memang harus observasi dulu mana yg paling sesuai dengan Brand Anda.

Baca Juga : Membangun Teamwork Apa Sedang Menciptakan Kompetitor

APA AKIBATNYA JIKA ANDA PUNYA KUDA BELAKANGAN? 

Anda akan kerepotan jualan produk Anda. Bisa jadi Anda akan fokus barang keluar aja, sudah tidak sempat lagi memikirkan marketing dengan benar. Cemas, gelisah, gundah gulana melihat barang yang menumpuk di gudang. Sampai putus asa,  akhirnya pake jurus mabuk, udah deh dijual berapa aja, margin tipis gak apa-apa yg penting duit muter duluan. Saking tipisnya ternyata setelah di total-total ternyata profitnya nyaris nol. Nah kerja bakti dong. Masih untung ndak tekor.

Punya kuda duluan dibanding kereta itu sebenarnya menunjukkan ia punya strategi yang sangat matang. Tidak asal bikin produk dan jualan. Marketing end to end dipikirkan dengan sangat matang. 

Tak heran kalo kontribusi biaya terbesar bukan di 'kereta' kuda atau produksinya tapi di kudanya. Yup marketing nya yg biasanya lebih besar.  Iphone 7 bisa jadi kalo dirinci dari komponen2nya.. ditotal-total gak lebih dari 3-4 jutaan. Tapi kenapa dijual pas launching awal bisa 19 juta.
Marketingnya kakak yang mahal.

Brand besar seperti Apple, Samsung memulai gerilya marketing mereka bahkan bisa 1 tahun sebelum produk mereka benar-benar di launch. Mulai menyebarkan rumor-rumor fitur unggulan apa yang akan diusung di rilis berikutnya, apa keunggulannya dibanding versi sebelumnya, apa keunggulan dari kompetitor dan sebagainya.  Digoreng terus rumor-rumor itu sama buzzer, influencer sampai banyak orang tertarik mendiskusikannya.

Bahkan beberapa bulan menjelang rumor muncul rilis resmi dari perusahaan kapan produk akan di launch, sambil kasih intip-intip sneak peak fitur apa sebenarnya yg mau mereka bawa.  Akhirnya pas hari H... duaaarrr semua media sibuk meliput launching mereka sekaligus klarifikasi rumor. Kenapa penjualan meledak? Karena market siap, market aware dan bahkan sudah mengantisipasi jauh-jauh hari.

Presentasi jualannya aja diliput ribuan media dan disaksikan ratusan juta orang di seluruh dunia. Belum lagi pas barang datang di store para fanboys sudah mengular antriannya. Ada yang camping bahkan biar jadi pembeli pertamanya  Jadi pas launch mereka lebih sibuk distribusi produk, ngelayani penjualan, bukan ngecap-ngecap lagi jualan produknya.

Perusahaan developer game, menganggarkan budget membuat game mungkin hanya 1 M, namun budget marketingnya sendiri bisa memakan 2-3 M. Karena mereka sangat percaya bahwa marketing sangat menentukan. Namun yang perlu kita ingat, di dalam bisnis tidak ada investasi besar atau kecil biaya yang dikeluarkan. Namun nilailah pada Return on Investment nya. Jika dengan investasi lebih tinggi Anda bisa menghasilkan keuntungan yang jauuuuh lebih tinggi, Why Not?

Misal dengan biaya marketing 10 juta Anda bisa datengin omset 30 jt/bulan, tapi dengan biaya marketing 200 juta Anda bisa datengin omset 1 M lebih per bulan. Mana yang Anda pilih?

Tapi mindset entrepreneur awal biasanya beda. Biaya marketing sudah dipatok gak mungkin melebihi biaya produksi barang. Ini sebenarnya kita menciptakan jebakan kita sendiri. Jadi marketing kita juga akan apa adanya. Dengan budget marketing apa adanya, ya jangan berharap growth omset yang Apalah..Apalah... maksudnya WOW.

Kabar baiknya adalah, ketika sebuah sistem Marketing sudah terbentuk, kedepannya Anda cuma butuh maintenance aja. Ketika puluhan ribu bahkan ratusan ribu database pelanggan sudah kepegang, Anda cukup keep in touch teratur dengan mereka aja. Tidak perlu mulai dari awal lagi.

Bahkan kedepannya budget untuk maintenance kuda Anda jauh lebih murah 2-3 kalinya dibanding promosi konvensional, maksud saya yang promo ala Marketing Kesiangan tadi. Karena sistem yang sudah Anda bentuk akan menjual dengan sendirinya.

BAGAIMANA JIKA ANDA PUNYA BUDGET TERBATAS UNTUK MARKETING

Ada 2 solusi sebenarnya. Pertama, Anda bisa berkolaborasi dengan pihak yang punya marketing sistem yg sudah mature. Cuma ya gitu, tidak semua orang mau kudanya di tumpangi orang lain. Tidak semua pihak rela, sistem marketing yang mereka perjuangkan berdarah-darah di manfaatkan orang lain. Kecuali Anda punya sesuatu yg Anda rasa bisa mengangkat Brand nya dia.

Solusi kedua, mainkan INBOUND MARKETING. Yah ini adalah solusi untuk mengatasi keterbatasan budget marketing Anda. Sejujurnya impact Inbound Marketing itu lebih powerful dibanding dengan Outbound menggunakan media berbayar. Memang butuh proses untuk implementasinya. Tapi begitu jadi, biaya marketing Anda bisa hemat sampai 60%. Bahkan pada strategi yang saya implementasikan dengan klien bisa sampai 80%.
Dengan hasil yang lebih besar.

Baca Juga : Cara Mudah Mendapatkan Reseller

Kata Guy Kawasaki, Digital Marketing Guru, pakar Inbound Marketing dunia: "If you have more money than brains, you should focus on outbound marketing. If you have more brains than money, you should focus on inbound marketing." 
Guy Kawasaki

Setelah membaca tulisan harapannya mindset teman-teman semua sudah berbeda. Bahwa marketing itu harus dimulai sebelum produk Anda di luncurkan. Jadi biar Anda tidak pernah punya kesempatan lagi numpuk barang di gudang. Amiin

Demikian artikel sederhana mengenai  Mengapa Launcing Produk Dicuekin Pasar

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!

0 Response to "Mengapa Launcing Produk Dicuekin Pasar"

Posting Komentar