Alat Penghemat Listrik itu Cuma Hoax


Alat Penghemat Listrik itu Cuma Hoax

Jika ada pertanyaan seperti ini "Apakah daya Listrik bisa dihemat", tentu saja akan saya jawab bisa..."sangat bisa", lalu bagaimana caranya? Apakah pake "ALAT" ? 
Tentu saja akan saya jawab soal tambahan alat itu relatif, bisa ya atau bisa juga tidak. Tentunya pula anda akan bertanya apa mungkin tanpa alat bisa menghemat listrik. 
Ok sebelum saya jawab baiklah akan saya jelaskan dulu soal listrik itu seperti apa, bagaimana sifat dari beban listrik jika ditinjau dari sisi beban yang berbeda beda,karena banyak yang berfikir bahwa beban listrik ini sama saja.

Sebetulnya beban listrik jika kita pilah2 ada 3 macam. 
1. Beban Resistif. 
2. Beban induktif. 
3. Beban kapasitif. 

Jika kita faham dengan tingkah laku "beban listrik" maka kita bisa menghemat daya walaupun tanpa alat tambahan. Kenapa saya tulis artikel semacam ini, karena banyak dari rekan2 yang "kurang faham" skema dapat dari internet/teman lalu posting meng-klaim kalau gunakan alat ini bisa menghemat daya,ada yang gunakan Resistor/induktor yang diserikan,ada pula gunakan capasitor yang diparalel. Bukanya salah dalam hal ini,tapi adalah "terlalu dini" jika lalu meng-klaim dengan alat ini atau itu bisa menghemat listrik. Karena semua ada teorinya ada hitunganya. 
Sedangkan pembacaan pada kWh meter adalah serial terhadap beban (gbr2), sekecil apapun arus yang melalui kWh meter akan dibaca dengan baik & memutar counter pada pembacaan. 
Lalu sifat2 beban Listrik yang berbeda ini yang justru menambah "DAYA BEBAN". 
Jika kita faham secara umum sebenarnya beban Listrik tidak bisa di"HEMAT" tapi dari karakteristik beban contoh seperti beban induktif yang lebih tinggi dari semestinya akan dikembalikan pada "ASLInya",dalam istilah tekniknya memperbaiki cos phi listrik, tapi pada masyarakat AWAM atau yang gaptek terhadap teori lalu memodif dengan menambah serial dengan Resistor (R kapur),memang secara teori daya akan turun (laju kWh lebih pelan) tapi tenaga yang dihasilkan juga ikut turun, hal ini justru "membahayakan keselamatan motor" tersebut ,bisa fatal /terbakar.  
Lalu seperti apa sifat masing2 beban tersebut menurut spesifikasinya. 
1. Beban Resistif,adalah beban murni,ini tidak bisa dihemat dalam penggunaanya,tapi ada trik nya supaya irit.  Contoh beban resistif, Lampu pijar (bohlam), solder,rice cooker,strika,dll.
Dasar perhitungan daya sebagai berikut:
Daya (pwr) = E²/R   


2. Beban induktif ,beban yang mengambil daya lebih besar dari yang tertera pada Alat tersebut , dengan penambahan capasitor secara paralel terhadap beban maka pemakaian daya akan sesuai dengan konsumsi arus yang semestinya. Jadi seakan menghemat pemakaian daya. Contoh beban induktif adalah alat yang gunakan "motor listrik" seperti pompa air, mesin cuci,bor, blender, mixer kue ,lampu TL dll.
Dasar perhitungan daya sebagai berikut:
P= √ π x VA 
Dari rumus diatas misal pompa air dengan daya 125 Watt /220V (1/6 PK)  akan mengambil daya sebesar 221 Watt.

3. Beban kapasitif adalah beban yang sangat besar melebihi daya yang tertera pada peralatan,tapi hanya beberapa detik karena pengisian capasitor,atau istilah elektronik adanya Rust current.
Rumus dasar perhitungan daya beban kapasitif adalah 
P(T/det)=XC.freq/(π.3) +P.  
Dari rumus diatas misal kita punya TV 14" dengan daya tertulis 50W (jika belum ada soft start) dengan elco pada switching sebesar 100uf/400 maka daya yang diambil dalam beberapa detik adalah 580,1 Watt, nilai hitungan ini akan makin besar jika elco makin besar.    Jadi dalam hal ini jangan anggap tv 14" dayanya diatas 450W karena mcb 2A (440VA) anjlok. 

Coba sekarang anda saya ajak hitung2an sedikit, apa benar yang  katanya "ALAT PENGHEMAT LISTRIK" yang pernah diposting rekan2 disini "Real" atau "Hoax".
Lihat gambar 3a. 
Dengan tambahan serial R kapur 47 Ω /40W. Misal listrik 450VA (2A) dengan beban 10 lampu (lhe) total 150W. Pompa air 125W. Kulkas 180W. Rice cooker 350W, tv 50W ,jika semua fungsi pastilah akan nge-trip mcb nya (over load).   
Jika anda ingin menanak nasi dengan rice cooker  (350W) normal 1jam sudah matang. semua peralatan sementara dimatikan.  
Lalu rice cooker diseri dengan R kapur 47 Ω. 
Rice cooker 350W= 1,6A. 
Jika kita hitung resistansi dari Rice cooker =P/I =219 Ω ,jika seri R 47 Ω menjadi 266 Ω ,jika kita hitung lagi daya dari rice cooker. I=E/R, 0,8A ,jadi daya stlh seri R =182W. 
Berapa lama nasi matang? 
T=350/182x60 mnt=115 mnt (1jam 58 mnt).
Dari perhitungan diatas dengan daya 350W 1jam lalu stlh seri R 47 Ω menjadi 182W perlu waktu 2jam nasi matang ,apakah ini penghematan? Tentu tidak, karena dari pencatatan kWh meter akan terhitung sama, ini dalam teori,jika dlm praktek yang seri R akan "lebih lama" dari 2jam, karena untuk mendidikan air saja perlu waktu lebih lama dengan filamen pemanas yang hanya 182W (mikir..1). 
Lalu bagaimana dengan beban lampu  misal dengan lhe total 10 lampu 150W. Jika kita hitung beban arus 0,68A dengan lumen 46 lumen/W (philips) total lumen=6900 lumen. 
Jika beban 150W dihitung resistansi nya= 323,5 Ω. 
Lalu jika diseri R 47 Ω menjadi 370,5 Ω.  Jika dikonversi ke daya menjadi P=E²/R = 130,6W. Jika dihitung lumenya akan ketemu 6008 lumen jadi cahaya lebih redup ,efek lain jika lhe dipasang pada tegangan lebih rendah (karena drop diseri R) maka kaca akan cepat hitam bahkan cepat putus. 
Dalam hal ini alangkah bijaknya jika kita mengecilkan daya dari lampu yang total 10 lampu dari 150W menjadi 130W, dengan cara ini lhe nyala normal & lebih panjang umur.(Mikir...2). 
Lalu ada yang coba memperbaiki cos phi listrik dengan paralel capasitor istilah kerenya ditambah capasitor bank, tapi caranya salah,apalagi kalau saya baca bahwa capasitor AC bisa menyimpan arus/ tegangan AC (gambar 3b), Lha ini teori dari mana.. dia belajarnya dimana...(Mikir ..krik2).
Contoh memperbaiki cos phi listrik misal dari beban TL 15W (beban induktif gbr4). 

Rumus dasar mencari nilai capasitor : C=Qc /-V².ω

Dengan rumus diatas capasitor yang diperlukan untuk TL 15W= 2,2uf/400V. 
Pemasangan capasitor paralel dengan listrik tapi harus dekat dengan trafo, jika seperti ini baru bisa berfungsi (resonansi),bukan seperti gambar 3b, jika dipasang semacam itu maka saat tidak ada bebanpun capasitor juga akan menambah beban karena sifat capasitor adalah meneruskan tegangan AC.    

Pernah juga ada yang kasih saran pada suatu postingan, jika peralatan dg daya 450W spy tdk trip pd listrik dg daya 450VA , caranya mudah  tinggal tambahkan kabel oloran dg "kabel kecil tp tetap digulung" , kalo bisa kabel hrs panjang diatas 25m .
Ok , coba coba kita hitung secara matematik, apakah benar bisa ?
Hambatan jenis dr tembaga adalah  1.68 x 10 -⁸  Ω / meter.
Misal panjang kabel 25m . 
Real 25m x 2 = 50 m . ( 50.000mm).
Ø = 0,3 mm. 
φ = 0,07 mm².
Maka resistansi kabel 50m adalah: 
R= 1.68 x 10 -⁵ x 50000 mm / 0,07 .
  = 0,0000168 x 50000 mm / 0,07.
  = 0.84 / 0,07
  = 12 Ω . 
Lalu coba kita hitung ulang peralatan dg daya 450W jika dihitung resistansinya adalah:
R = E² / P .
   = 220² / 450.
   = 107,6 Ω . 
Jika peralatan di tambah kabel panjang maka resistansi menjadi 107,6 Ω +12 Ω = 119,6 Ω. 
Maka daya peralatan menjadi :
I = E / R .
  = 220 / 119,6 .
  = 1,8A . 
P = I x E .
   = 220 x 1,8 
   = 404 W. 

Memang benar dengan cara ini bisa tp daya peralatan juga akan turun , yang tadinya 450W menjadi 404W, secara teori dg cara spt ini justru membahayakan , krn selain rawan kebakaran , peralatan juga bisa rusak . (Monggo belajar MIKIR secara realistis, sblm terjadi hal2 yg lbh fatal).

Jika Anda membeli alat penghemat listrik karena ingin menghemat rekening listrik anda akan kecewa. boro-boro menghemat listrik karena alat itu sendiri saja menggunakan listrik" 

Alat tidak dapat menurunkan daya aktif (Watt). Bahkan cenderung bertambah dan dapat mempengaruhi daya aktif. Sehingga tidak dapat menurunkan konsumsi energi aktif (Wh). Artinya tidak dapat menurunkan biaya pemakaian energi listrik (kWh), atau tidak dapat menurunkan tagihan rekening listrik

Alat penghemat listrik dalam bentuk kapasitor secara teori bisa mengoptimalkan daya sesuai dengan penyambungan listrik dengan PLN Tetapi tidak mengurangi rekening hanya mengoptimalkan sesuai cost fee nya saja.

Tips menghemat daya tanpa gunakan "ALAT". 
Terutama pada beban induktif (pompa air,mesin cuci) juga beban resistif yang besar dayanya seperti magicom/ setrika. Penggunaan alat2 tersebut sebaiknya saat tegangan normal,pagi/siang karena umumnya pada daerah tertentu yang jauh dari gardu trafo, saat malam hari tegangan drop.  
Jika anda gunakan mesin cuci usahakan mencuci saat cucian sudah banyak,sebisa mungkin seminggu sekali tapi jika keluarga besar 2x seminggu, demikian juga setrika,jangan menyetrika baju/celana cuma 1-2 saat perlu,lebih baik langsung setrika yang banyak ,karena borosnya daya adalah saat menunggu panas saat pertama setrika ditancap. Pasang tandon air diatas dari pada cetak cetek dengan otomatis saat gunakan air. 


Selelah semua sarapan pagi cabut steker listrik,tapi diantara tutup taruh lap bersih agar uap air tidak menetes ke nasi ,ini yang menyebabkan nasi bau. Tancap kembali 1jam sebelum makan siang stlh selesai lakukan hal yang sama untuk digunakan makan mlm ,dengan cara ini nasi tetap enak,tidak kuning/ kering juga hemat listrik. Ok mudah2an dengan tips sederhana ini juga bisa mengurangi beban bulanan listrik anda.

Demikian artikel "Alat Penghemat Listrik itu Cuma Hoax"

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Alat Penghemat Listrik itu Cuma Hoax"

Posting Komentar