Cara Membeli Rumah Tanpa Riba


Cara Membeli Rumah Tanpa Riba

Masih ingat jelas di ingatan saya...

Saat jaman melarat dulu saya dan keluarga tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya sangat sangat kecil...Karena saat itu duit saya ga punya duit maka yang bayar kontrakannya adalah ibu mertua saya, dan saya beserta istri tinggal di sepetak kamar yang sangat sangat sempit...

Saat itu saya bilang ke istri saya “sabar ya sayang, nanti kita bakal tinggal di rumah yang besar”...

Beberapa tahun kemudian kami kemudian pindah ke rumah kontrakan yang lebih besar...

Namun karena daerahnya kurang aman alias banyak maling, saya dan keluarga pun lalu pindah lagi ke rumah baru dan tentunya ngontrak...

Saat pindah ke rumah kontrakan baru itu saya juga masih miskin and ga punya sepeser pun duit, so yang bayar kontrakannya adalah adik ipar saya...

Nah sejak tinggal di rumah kontrakan baru itu saya sering bilang ke istri saya, “sayang aku yakin suatu saat nanti kita bakal punya banyak rumah gedong, siap siap ya sayang”, kata saya ke istri saat uang di saku cuma beberapa ribu perak doank...

Saat itu istri saya hanya tersenyum kecil sambil bilang “iya pap, aamiin”...

Melihat support dari istri tercinta, saya lalu semakin  menjalankan perjuangan...Yang tadinya hanya pengangguran yang ga tau arah, jadi semakin giat kerja walau saat itu masih belum terlalu tau apa yang harus dilakukan...


Dua tahun kemudian, akhirnya ALLAH mengizinkan saya untuk menemukan jalannya...Alhamdulillah rezeki pun mulai berdatangan...

Singkat cerita pada tahun 2010, istri saya lalu membeli sebuah rumah kecil...

Namun karena rumah itu dibeli dengan sistem cicilan dan saya ga suka dengan itu, maka rumah tersebut kami jual kembali dengan harga murah...

Empat tahun kemudian ada yang ingin menjual rumahnya ke istri saya, harga rumahnya 750 jt...

Saat itu saya dan istri memutar otak bagaimana caranya ngebeli rumah seharga itu...

Ada yang menyarankan masukin ke bank lah, ada yang nyaranin minjam ke orang lah dan lainnya...

Kami lalu mencobanya tapi ga ada satu pun dari semua cara itu yang berhasil...Di bank ga diapprove dan ga ada satu pun orang yang mau meminjamkan...

Saat itu saya berkata ke istri saya “ALLAH itu sayang ke kita mam, so kita ga diizinkan pakai pinjaman bank atau uang orang lain...InsyaAllah nanti kita bakal beli rumah yang lebih besar dari itu dengan uang sendiri...Daripada beli yang harganya 750 juta tapi ngutang, mending beli yang 1 miliar tapi cash hehe”, kata saya ke istri saya sambil tertawa kecil...

Ga lama setelah itu tepatnya tahun 2015,  saya dan istri tiba tiba seperti diarahkan untuk mampir ke kantor developer perumahan yang kami lihat saat sedang jalan jalan...

Saat itu sang developer rumahnya bilang harga rumahnya adalah sebesar 850 juta...

Entah kenapa saat itu saya dan istri seakan diberanikan untuk meminta sistem beberapa kali pembayaran dan mendealkan rumah itu tanpa pikir pikir lagi, padahal saat itu kami cuma punya duit 150 jt saja...

Diperjalanan pulang saya lalu bilang ke rumah saya “sayang yakin aja, insyaAllah kita bakal mampu ngebayar rumah itu dengan duit kita sendiri”...

Nah sejak saya mendealkan rumah itu dan hati saya yakin sepenuh penuhnya, ALLAH seakan membuktikan ucapan saya dulu...

Setelah berjuang kurang lebih satu tahun untuk membayar rumah tersebut, akhirnya saya dan istri berhasil memiliki rumah seharga 850 jt itu plus ditambah renovasinya sebesar 150 jt (total 1 miliar)...Semuanya dengan uang sendiri, tanpa pinjaman dan tanpa bank...

“Alhamdulillah ALLAH dah membuktikan ucapan aku dulu sayang...Daripada beli rumah yang harganya 750 jt tapi kredit dan riba, mending beli yang 1 miliar tapi cash haha”, kata saya sambil tertawa dan memegang tangan istri saya...

Namun karena saat itu kami lebih butuh tempat kerja dan tempat tinggal untuk tim, maka rumah yang baru kami beli itu harus dijadikan kantor...


Saya dan keluarga pun kembali bersabar untuk tetap tinggal di rumah kontrakan yang sudah mulai rapuh...

Beberapa waktu kemudian, saya dan istri diberikan rezeki untuk membeli rumah lagi...Dan kami pun membeli sebuah rumah lagi di dekat kantor...

Tadinya rumah yang baru dibeli itu akan saya kasih ke seorang tim saya, namun karena sang tim tersebut “menolak karena merasa ga enak melihat perusahaan yang baru berjalan”, akhirnya rumah yang baru dibeli itu pun dijadikan warehouse atau gudang..

Saya dan keluarga saya saat itu bagaimana?...

Ya masih tetap ngontrak! hehe...

Saya masih ingat ketika itu hujan turun sangat lebat saat tengah malam...Saat itu kontrakan yang kami huni bocor hebat...Air tergenang dimana mana, dan saya pun harus begadang dengan anak anak saya untuk mengepel genangan air itu...

Saat itu saya bilang ke anak anak saya “papa kamu ini jabatannya owner dan CEO loh nak, tapi masih ngepel karena rumahnya bocor hahaha”, kata saya ke anak anak saya sambil tertawa dan bermain seluncuran di genangan air bersama anak anak saya...

Esoknya saya ngobrol dengan istri saya, saat itu saya bilang ke istri saya “mam maafin aku belum bisa ngasih rumah yang layak untuk mami dan anak anak, aku janji dalam waktu dekat ini insyaAllah kita bakal punya rumah yang layak untuk tempat tinggal kita...mami mau rumah di mana?”...

Saat itu istri saya menjawab “di batununggal pap”...

Wah di batununggal?, tanya saya kemudian di dalam hati...Batununggal itu salah satu daerah elite di Bandung yang tentunya harganya ga main main...

Namun karena saya sudah terbiasa dengan tingkat keyakinan yang super tinggi, maka saya pun langsung mengiyakan permintaan istri saya itu...

Tanpa pikir pikir panjang lagi saya lalu “berdiskusi di tengah malam” dengan ALLAH SWT...

Beberapa bulan setelah itu ada orang yang ingin menjual rumahnya di batununggal itu seharga sekian miliar...

Setelah melihat rumahnya dan merasa cocok dengan rumah itu, saya dan istri kemudian mendealkan rumah tersebut walau saat itu uang kami masih kurang sekian miliar...

Saat itu istri saya sempat bertanya ke saya “untuk bayar sisanya nanti gimana pap?”...

“Serahkan ke ALLAH saja mam”, jawab saya...

Eh ga lama kemudian, ALLAH lagi lagi membuktikan ucapan saya itu...Uang yang tadinya masih seperti ga jelas gimana cara dapatnya jadi datang sendiri, semakin banyak dan semakin banyak lagi...

Dan akhirnya tepat pada ulang tahun pernikahan saya tanggal 4 desember kemarin, rumah tersebut resmi menjadi milik kami...Sungguh sebuah kado ulang tahun pernikahan yang paling spesial yang pernah saya dapatkan dan kadonya pun bukan dari manusia...MasyaAllah ALLAHU AKBAR!...

Hari ini ketika saya menulis status ini saya sempat bilang ke istri saya “mam alhamdulillah ALLAH sudah mengizinkan kita untuk punya rumah di batununggal setelah 14 tahun kita ngontrak...Dulu orang orang bilang yang tinggal di batununggal itu adalah orang kaya, nah mungkin ALLAH saat ini sudah mempersiapkan diri kita untuk menjadi orang seperti itu...Tapi ingat mam, kita harus tetap seperti biasa yang rajin sedekah, ga sombong dan tetap apa adanya...Maafin aku baru bisa ngasih rumah tinggal yang layak sekarang dan makasih sudah mau bersabar selama ini dengan aku mam”...

Istri saya pun kemudian menjawab “iya pap, sekarang dah waktunya kita fokus beli rumah untuk tim kita”....

“Beli di mana untuk tim kita mam?”, tanya saya...

“Batununggal lagi aja pap”, jawab istri saya...

“Oalaahhh di batunggal lagi?, gas dah haha”, lanjut saya sambil tertawa...

Nah kira kira gitu cerita saya yang menjadi kontraktor (tukang ngontrak) selama 14 tahun...

Untuk om tante yang saat ini masih berjuang ingat lah bahwa ALLAH itu ga akan pernah diam melihat hambanya yang selalu berjuang...ALLAH akan selalu membukakan jalan kita jika kita sudah siap untuk mendapatkannya.

Baca Juga : Beberapa Alasan Mengapa Anda sulit Membeli Rumah

Demikian artikel "Cara Membeli Rumah Tanpa Riba"

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Cara Membeli Rumah Tanpa Riba"

Posting Komentar