Senin, 23 Desember 2019

Waspada Modus Penipuan dengan Target Percetakan


Waspada Modus Penipuan dengan Target Percetakan

Telah berhasil menipu saya sebesar 370juta rupiah..Mohon teman2 sekalian berhati2 khususnya pemain cetakan apabila bertemu dengan orang ini bisa langsung info ke saya, dan saat ini kasusnya sedang dalam pelaporan di polda metro jaya..Berikut kronologis kejadiannya :

Awalnya Pada tanggal 14 november 2019 datang seorang broker/calo mengaku bernama Nugie meminta perhitungan harga untuk paper bag. Dia mengaku sebagai pengurus surat bpom untuk coklat GHIHARDELI, karena mengaku kenal dengan pihak GHIHARDELI dia bilang sekalian menawarkan paperbag nya. Dia membawa sample2 dan minta perhitungan harganya dengan meminta menggunakan bahan kertas fancy bernama “jaquard gold”, dimana kertas itu cuma di jual di toko kertas yang bernama sumber paper craft, dengan penjual bernama Feby. Dia mengatakan toko kertas itu di rekomendasi oleh pihak GHIHARDELI katanya dulu GHIHARDELI selalu bikin paper bag disana karena sumber paper craft ini dulunya adalah percetakan gede tetapi setelah papanya meninggal jadi anaknya yang lanjutin dan hanya menjual kertas fancy. Setelah saya hitungkan harga dan negosiasi disepakati dengan skema saya produksi 10 persen dulu kemudian setelah 10 persen barang dikirim pihak perusahaan pembeli akan memberikan dp sebesar 50 persen untuk melanjutkan produksi.

Baca Juga : Waspada Modus Penipuan Menanyakan Kode OTP

Setelah saya bikin sample dan acc lalu keluarlah PO yang mengatas namakan PT. Andalas Aneka Kokoa, yg dia bilang sebagai perusahaan yang ditunjuk mengelola coklat GHIHARDELI di Indonesia dengan beralamat Jalan Menara Karya Lantai 27 Kuningan. Setelah PO keluar saya mulai membeli kertas untuk produksi 10 persen pada tanggal 2 Desember saya membeli kertas senilai 40juta dan menghabiskan biaya produksi sekitar 22juta. Kertas itu dikirimkan oleh gobox dengan alasan supir kirimannya sedang penuh pengiriman supaya cepet jadi menggunakan gobox. Pada saat saya sedang melakukan produksi dan finishing untuk paper bag ini, pada tanggal 9 Desember broker/calo ini dateng ke kantor saya dengan tujuan meminta di buatkan invoice 100 persen dari total produksi, dia mengatakan bos besar perusahaan tersebut akan keluar negeri dalam waktu lama jadi ingin meminta di proses pembayaran dulu dan ini dia katakan atas permintaan orang perusahaan pembeli. 

Pada tanggal 10 Desember 2019 dia datang lagi ke kantor saya dengan alasan ingin mengecek kerjaan dan pihak pembeli meminta barang yang 10 persen tadi di selesaikan pada tanggal 16 desember 2019 untuk mengejar deadline distribusi. Selagi ngobrol2 tanpa saya sadar karena saya sedang lengah sambil ngurus kerjaan lain, tau2 ada telepon ke dia dan di loudspeaker di depan saya. Ada telepon dari pihak pembeli yang bernama Veronica marah2, dengan sandiwara yang hebat Nugie dan Veronica ini berantem mulut, Veronica yang mengaku dari pihak pembeli marah2 dan mau cancel barang semuanya yang 10 persen dalam proses produksi dikarenakan barang belum dikirim sama sekali tetapi invoice sudah masuk 100 persen. Dia mau cancel semuanya atau alternatif lain saya selesaikan dulu 100 persen tanpa dp langsung tagih setelah barang selesai semua. 

Dikarenakan saya sudah mengeluarkan modal senilai 62juta untuk produksi yang 10 persen tadi, saya ngotot minta solusi penyelesaian supaya saya tidak rugi. Tetapi ternyata semua ini sudah di setting, Nugie memberikan nomor pihak pembeli yang bernama Veronica tadi untuk saya langsung negosiasi. Pihak pembeli dengan sandiwara ngototnya mau cancel hingga di sepakatin saya dan pihak pembeli ini ketemu di kantornya. Tetapi dia konfirmasi kantornya sedang renovasi karena pindah ke menara karya lantai 28, kuningan. Akhirnya pada tanggal 12 Desember 2019 jam 2 siang saya sampe di menara karya kuningan lantai 28, disana banyak ornamen dan roll up banner GHIHARDELI untuk meyakinkan saya, ada juga resepsionis dan security yang sudah di setting sama dia untuk meyakinkan saya.

Baca Juga : 7 Ciri Bisnis Online yang Menipu

Begitu saya sampai dia langsung mengajak masuk di ruangan meeting, dia bercerita dia itu tidak mengenal Nugie secara pribadi sehingga dia tidak yakin dan dia bilang sehari sebelumnya sempet terjadi konflik dengan Nugie di kantornya karena Nugie kemungkinan ada main sama pihak finance sehingga minta dikeluarkan pembayaran dulu sebelum barang dikirim ( sandiwara yang sangat meyakinkan ), dia bilang emosi dia mulai mereda ketika dia tau saya beli bahan di sumber paper craft dimana berarti saya tidak ada memainkan spesifikasi dan bahan yang digunakan sesuai yaitu jaquard gold. 

Dia bercerita kalau selama ini kantornya berada disana, dan kekacauan ini di sebabkan oleh Nugie. Disini dia bercerita hal yang sama dengan yang diceritakan Nugie pada awal ketemu saya, dia bilang sumber paper craft awalnya adalah percetakan besar di jatake tetapi setelah papanya meninggal jadi udah ga main percetakan dan hanya menjual kertas fancy. Dimana bossnya itu om nya Feby yang bernama Pak Ferry ( ini adalah nama di rekening transfer ). Veronica sebagai yang mengaku pihak pembeli bercerita kalau selama ini dia selalu membuat paper bag disana jadi sudah kenal deket dengan Ferry dan Feby. Dia berbicara karena tidak kenal dengan Nugie dan baru kenal dengan saya jadi belum tau saya gimana, akhirnya dia bilang “karena saya disini cuma bisa percaya sama sumber paper craft begini aja pak, bapak bisa lanjutkan produksi yang 90%, bapak sebaiknya agak cepet beli kertasnya karena kmaren saya di broadcast sumber paper craft tutup liburan natal dan tahun baru terakhir buka tanggal 16 desember ( ini juga saya di broadcast beberapa hari sebelumnya sama Feby pihak yang mengaku sumber paper craft ). 

Setelah bapak beli kertasnya dan saya dapet konfirmasi dari sumber paper craft bapak sudah beli kertasnya bapak langsung invoice aja dp yang 50 persen dan kita langsung transfer pembayarannya agar cash flow bapak tidak terganggu dan barang kita aman di produksi, karena kita butuh banyak di akhir tahun. Dikarenakan saya melihat ada kantornya jelas dan besar, lalu PO yang di keluarkan dan orangnya sangat meyakinkan saya sepakatin seperti yang diminta. Pada tanggal 13 desember 2019 saya membeli kertas sisanya dengan invoice total 308juta, dia minta di transfer ke rekening BRI 0957-01-004389-50-4 atas nama Benecditus TT.

Baca Juga : Tips Menghindari Penipuan Jual Beli Online

Karena rekeningnya berbeda dengan yang sebelumnya yaitu rekening BCA 4670220481 a/n Ferry dimana sebelumnya saya transfer kesana sebesar 40 juta untuk bahan 10 persen yang saya produksi saya menanyakan hal itu kepada Feby ( pihak yang mengaku sumber paper craft) dia bilang Ferry adalah papanya dari benecditus dimana kalau transaksi besar 100juta ke atas di handle sama benecditus anaknya. Akhirnya karena saya ga bisa transfer sekaligus dan saya tetep meminta transfer ke BCA aja karena susah kliring kalau ke BRI. Tanpa rasa curiga saya transfer dia 100juta rupiah pada tanggal 13 desember 2019, dan 100juta rupiah lagi pada tanggal 14 desember 2019. Lalu tgl 16 dia menghubungi via telepon meminta pelunasan agar barangnya langsung dikriim ke tempat saya. Pada tanggal 16 desember 2019 saya mentransfer sisanya yaitu sebesar 108juta lagi dan Feby ini bilang bahannya akan jalan ke tempat saya paling lama jam 5 sore. Setelah jam 5.30 saya tanya dia via whatsapp barangnya sudah jalan atau belum ternyata centang 1, saya cek ke veronica juga centang 1, saya cek ke nugie sebagai calo juga centang 1. Merasa ada yang janggal saya cek nomor hp nya, dan benar aja nomor hpnya sama semua :
Feby 1 Sumber Paper Craft Nomornya
0812 83979842
Feby 2 Sumber Paper Craft Nomornya :
0812 83979838
Nugie sebagai broker/calo :
0812 83979837
Veronica mengaku sebagai pihak GHIHARDELI :
0812 83979835

Ternyata nomornya sama semua hanya beda di belakang dan berurutan, jam 6 sore saya langsung menelpon pihak bank BCA untuk melaporkan penipuan ini. Selasa 17 desember 2019 saya melaporkan kasus penipuan ini ke polda metro jaya. Tetapi menurut konfirmasi pihak halo bca ke saya dana yang ada di rekeningnya sudah kosong langsung di ambil setelah ada dana masuk.

Setelah saya cek juga ternyata kantornya yang menara karya kuningan lantai 28 itu adalah kantor palsu yang bisa di sewa per jam hanya 180.000, lalu saya menghubungi gobox yang membawa kertas 10 persen itu ternyata di bawa bukan dari TB simatupang tetapi dari central park dia disuruh mengaku dari TB simatupang agar sama dengan alamat di invoicenya. Kasus ini masih dalam proses pelaporanf semoga para pelakunya cepat tertangkap. Dan bagi teman2 sekalian khususnya pemain percetakan harap hati-hati apabila ada kejadian seperti ini semoga tidak ada kejadian seperti ini di kemudian hari. Total kerugian saya total adalah Rp. 370.000.000.

Mohon bantu sebarkan agar tidak ada kejadian seperti ini di kemudian hari dan teman teman sekalian bisa waspada.

Terima kasih

0 komentar:

Posting Komentar