Curhatan Si Perawan Tua


Curhatan Si Perawan Tua

Aku perawan tua, umurku 43 tahun. Saat muda aku tak begitu jelek, tetapi aku juga tak begitu cantik. Aku jadi perawan tua bukanya dulu aku tidak ada yang naksir. Banyak, tapi di bawah standar rata-rata ku. Aku pemilih, dan seleraku terlalu tinggi. Kalau orang Jawa bilang, aku ki ora ngoco.

Banyak orang yang membicarakanku. Kata mereka aku jadi perawan tua setelah putus dari si A, atau dari si B. Aku tak masalah, dan aku mengiyakan. Tetapi sebenarnya bukan. Itukan cuma alasanku, biar setidaknya aku jadi perawan tua yang terhormat. Alasan sebenarnya ialah, yang pertama sudah ku sebutkan di atas, aku terlalu pilih pilih. 

Dan yang kedua, tak terasa umurku semakin bertambah, bertambah tua sehingga aku sudah terlanjur minder untuk naksir pada seorang pria. Gadis cantik yang lebih muda dariku banyak, fikiranku seperti itu.

Baca Juga: Tidak Penting Jumlahnya yang Penting Keberkahannya

Dan alasan yang terakhir... Si anu itu lho jadi perawan tua karena judes, galak, mana ada laki laki yang mau sama dia... Gunjingan mereka betull sekali. Aku wanita yang galak, wajahku judes, aku jarang tersenyum.

Tapi jangan salah, aku jadi seperti itu setelah aku jadi perawan tua. Waktu muda ya aku ramah, baik hati, murah senyum, lemah lembut, klosam klesem.

Pasti ada yang bertanya..lho kok jadi seperti ini?... Jawabanku karna setress. Bagaimana tidak stres, pengen nikah belum dapat jodoh, orang tua, saudara, tetangga, teman teman terus nanyain..." Kapan nikah..."
Bahkan ada yang nyinyir, itu si C udah nikah, si D malah udah punya momongan, si E anaknya udah SMP, dan si F udah punya cucu. Rasanya pengen tak tampol bibir mereka satu persatu.

Aku bukannya tidak ingin menikah. Aku ingin sekali. Aku ingin duduk di pelaminan. Melihat gang rumahku di pasangi janur, mendengar lagu lagu langgam Jawa yang di setel keras keras, merasakan duduk kepanasan tapi ada yang ngipasin dari samping. Dan yang penting dapat amplop dari tetangga tetangga, saudara, teman teman ku. Yang tak boleh ketinggalan, pengen merasakan malam pertama. Tapi kapan???... Kata orang berdoa dan berusaha, aku wes kelewat sakeng. Semua sudah ku jalani, ikut biro jodoh, SMS nyasar, suruh ngenalin teman, dan yang cukup extrem pasang susuk dan pengasihan. Tapi semuanya nihil. Aku masih perawan tua.

Baca Juga : Jangan Sembarangan Memberi Makan Bayi

Akhirnya aku pasrah. Mau di kasih jodoh ya syukur, enggak ya nggak papa. Mau bagaimana lagi, kalau belum ketemu jodohnya, di cari sampai jungkir balikpun tetep nggak akan ketemu. Tetapi aku percaya setiap orang pasti mempunyai jodohnya masing-masing.

Demikian artikel "Curhatan Si Perawan Tua"

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!!

0 Response to "Curhatan Si Perawan Tua"

Posting Komentar