Kamis, 16 Januari 2020

Kisah di Balik Isi Amplop


Kisah di Balik Isi Amplop

Ini adalah kisah dibalik isi amplop, bukan amplop kosong seeperti yang digambarkan dimana kebanyakan orang akan melakukan hal hal diluar nalar, seperti mahasiswa tengah bulan yang mencari hajatan kemudian membawa amplop kosong untuk sekedar nimbrung makan gratis. Namun ini adalah kisah dimana kita bisa belajar apa arti memberi itu.

"Sudah belum?" Suamiku menyembulkan kepala di pintu kamar yang terbuka.

"Bentar lagi," jawabku sambil merapikan gamis dan khimar.

Kami akan menghadiri undangan pernikahan anak seorang tetangga. Tak lama kami siap berangkat.

"Buat ngisi amplop enaknya berapa, ya?" tanyaku.

"Terserah Mama saja. Biasanya berapa?" Dia malah balas bertanya.

"Kalo di gedung biasanya minimal seratus."

"Ya sudah segitu saja. Mau lebih ya gapapa."

Baca Juga : Jangan Hanya Bekerja Jika Ingin Sukses

Besoknya.
Subuh-subuh sudah ada pengumuman dari pengeras suara mesjid kalau ada salah seorang tetangga meninggal.

Setelah anak-anak berangkat sekolah, Aku janjian dengan tetangga mau takziah.

"Punya uang receh, ga?" tanyaku pada suami yang tengah bersiap-siap berangkat ke kantor.

"Berapa?"

"Dua puluh aja. Buat takziah."

"Kemarin ke undangan ngasih berapa?"

"Seratus."

Baca Juga : Ciri Ciri Wirausaha yang Berhasil

"Nah, ke undangan saja seratus masa takziah ngasih dua puluh. Orang berduka cita itu lebih layak disumbang. Apalagi kalau almarhum seorang ayah. Ada anak-anak yatim yang sudah selayaknya kita santuni."

Deg. Dadaku seperti dihantam palu.
Benar juga, ya.

Orang yang sedih seharusnya malah diberi lebih banyak karena dia kehilangan. Orang yang senang berarti orang yang mampu, mampu membuat hajatan, mampu memberi makan atau hidangan catering harusnya malah tidak menerima sumbangan sekalian begitu kalau memang niatnya untuk syukuran dan senang-senang.

Demikian artikel "Kisah di Balik Isi Amplop"

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 komentar:

Posting Komentar