Jumat, 14 Februari 2020

Mengapa Valentine Day Dilarang ?


Mengapa Valentine Day Dilarang ?

Kok MUI dan Dinas Pendidikan habis-habisan menghajar Valentine Day, ada apa sih sebenarnya? Apakah mereka BENAR-BENAR tahu dan melihat betapa gawatnya Valentine Day bagi umat Islam dan siswa sampai harus menggempurnya begitu masif?

Sampai seusia saya ini saya bahkan tidak pernah tahu dan ikut sebuah perayaan Valentine Day. Anak-anak saya juga tidak pernah tahu apalagi merayakannya. Saya hanya tahu dari membaca artikel dan berita tentang perayaan ini tapi sampai saat ini BELUM PERNAH melihat sendiri bagaimana sih perayaan Valentine Day. Saya yakin para ulama di MUI dan para Kadis yang mengeluarkan edaran soal larangan ini juga belum pernah ikut Valentine Day. Emang ente pernah...?!
Jadi bagaimana mereka bisa merasa dan menilai DAHSYATNYA KEBEJATAN perayaan ini...?!
Saya baca alasan MUI katanya perayaan ini:

Baca Juga : 4 Keuntungan Menjual Produk Digital

1. Bukan budaya Islam.
Emang Islam punya budaya? Yang punya budaya itu masyarakat, Bro.
2. Perayaan Valentine Day menjurus pada pergaulan bebas, seperti hubungan badan di luar nikah.
Ente tahu dari mana? Ente baca seperti itu kebiasaan orang di negara lain ya? Apa yang berlaku di negara lain adalah budaya mereka yang tidak selalu akan terjadi atau dijadikan tradisi di negara kita. Sebagai contoh, di negara lain sehabis nonton pertandingan sepakbola mereka masuk bar dan minum bir sampek klempoken. Lha kalau di kita kan habis nonton sepakbola ya tawuran toh, Bro.
Lha mosok kebiasaan minum bir di luar negeri akan dijadikan alasan untuk mengharamkan nonton sepakbola karena akan MENJURUS.
Sepakbola itu sendiri bahkan bukan budaya kita lho, Bro. Itu 'tradisi asing' yang bukan merupakan tradisi Islam.
3. Perayaan Valentine Day tradisi berpotensi menimbulkan keburukan.
Keburukan opo, Bro? Explain yourself. Mosok kumpulan para ulama begitu cara komunikasinya. Lha kapan cerdasnya umatmu?

Mbok ya MUI dan Disdik itu AGAK KREATIF dikitlah. Jangan dikit-dikit keluarkan STEMPEL HARAM DAN DILARANG KERAS.
Mbok ya sesekali para siswa itu DIAJAK DISKUSI dan tanyai apa yang mereka ketahui tentang Valentine Day. Anak-anak kita itu sungguh cerdas lho! Jangan disamakan dengan kita yang selalu gagap dengan budaya dan fenomena baru. Intinya kalian harus PAHAM persepsi mereka tentang VD dan jangan sok tahu dengan persepsi kita yang katrok itu. Dari apa yang mereka pahami tersebut barulah kita masukkan NILAI-NILAI BAIK yang bisa kita masukkan melalui perayaan tsb. Itu pun kalau mereka memang berencana merayakan VD. Lha kalau nggak trus ngapain kita bikin heboh?

Kita bahkan bisa mendorong mereka untuk MENUNJUKKAN KASIH SAYANG mereka pada VD ini dengan memberikan sesuatu atau perhatian khusus pada orang-orang yang selama ini telah benar-benar mengasihi mereka. Kita bahkan bisa membuat perayaan di mana kita minta mereka pada hari itu memberikan NASI BUNGKUS pada orang-orang miskin yang mereka temui. Ada banyak kegiatan positif yang bisa kita bikin pada hari itu apalagi kalau kita mendiskusikannya bersama mereka. Yang penting kan kita ajak mereka menunjukkan kasih sayang mereka pada sesama. Bikin saja versi VD sendiri dengan nama HARI KASIH SAYANG PADA SESAMA.

Intinya, mari kita berpikir lebih positif, cerdas, dan kreatif.

Baca Juga: Faktor Yang Membuat Bisnis Anda Mati

Anda mengalami?.... saya juga hahahaha.

Demikian artikel sederhana mengenai  Mengapa Valentine Day Dilarang ?

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!-

0 komentar:

Posting Komentar