Minggu, 16 Februari 2020

Mereka yang Riya atau Kita yang Hasad



Mereka yang Riya atau Kita yang Hasad

Terkadang amal atau kebaikan orang yang sengaja atau tidak ia sengaja ia upload di media sosial memancing omongan kita untuk memberi komentar. Beberapa bilang kalau pamer, riya , beramal kok dipamerin, ih sombongnya baru gitu aja pamer, dan masih banyak lagi kata kata menimpali usaha baik seseorang yang kadang kita hakimi sebelah mata.

Ada orang upload foto nya pas lagi Umroh. Lalu kita bilang dalam hati "Ih Riya banget sih, ibadah umroh itu bukan buat dipublish 

Ada orang lagi ngaji di kendaraan umum. Lalu kita bilang dalam hati "Kok ngaji di tempat umum ? Kenapa nggak nanti aja di rumah pas sendiri 

Ada orang lagi jalan-jalan ke Eropa. Lalu kita bilang dalam hati "Sayang banget ya uangnya, mending buat infaq ke fakir miskin 


Ada orang posting konten dan caption dakwah di sosmed. Lalu kita bilang dalam hati "Sok alim banget ya hidupnya 

Pernahkah kita berpikiran seperti itu sama orang lain ? Astagfirullah. Mereka yang Riya atau justru Kita yang Hasad (iri/dengki) ?

Padahal isi hati seseorang itu nggak ada yang tahu selain Allah. Biarlah amal ibadah itu jadi urusan dia dengan Allah. Kalo kata Ust. Khalid Basalamah "Kita jangan masuk wilayahnya orang lain"

Bahkan seorang Malaikat pencatat amal kebaikan saja tidak bisa mengetahui niat dalam hati seseorang itu. Mau ikhlas atau belum, tetaplah dicatat sebagai amal kebaikan. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang bisa mengetahui isi hati seseorang. Semua amalan akan terbongkar ikhlas atau tidaknya nanti di akhirat.


Usamah bin Zaid seorang Sahabat pernah ikut dalam peperangan. Ketika Usamah duel 1 lawan 1 dengan orang kafir, orang kafir itu mengucapkan 2 kalimat syahadat (masuk islam). Sayangnya, Usamah tidak menghiraukan hal itu dan langsung membunuh orang yang sudah masuk islam itu (*haram hukumnya membunuh seorang muslim, dosa besar). Mengetahui hal itu, Rasulullah pun marah dengan Usamah. Usamah berdalih jika ia masuk islam karena keadaan sudah terdesak dan tidak ikhlas. Rasulullah ﷺ pun berkata hingga 3 kali kepada Usamah, "Apakah kau sudah belah hati nya untuk mengetahui apakah dia benar-benar ikhlas masuk islam atau tidak?"

Kita tidak bisa mengubah kebiasaan orang lain yang suka selfie di Eropa dan lainsebagainya. Tapi kita bisa mengubah point of view dari sudut kita. Daripada Hasad, lebih baik berprasangka baik dengan seseorang, apalagi dengan sesama muslim. Betul? mungkin mereka melakukan upload tersebut tujuannya agar mengajak orang lain agar ikut ikutan melakukan kegiatan atau ibadah terebut.

Demikian sedikit tulisan mengenai Mereka yang Riya atau Kita yang Hasad

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 komentar:

Posting Komentar