Kamis, 16 April 2020

Kenapa UKM dan Kaum Pinggiran Tetap Keluar Rumah Saat Corona



Kenapa UKM dan Kaum Pinggiran Tetap Keluar Rumah Saat Corona

13 juta keluarga di Indonesia tidak memiliki rumah sendiri, biasanya mereka ngontrak rumah ya karena mereka biasanya merantau untuk m,endapatkan pekerjaan atau penghasilan yang lebih baik dari pada di kampunya. Biasanya mereka mengandalkan Cicilan ke bank. Disaat corona seperti ini cicilan ke bank kalo ada, bisa ditunda atau dikurangi. Tapi kalo kontrakan gak dibayar, ya diusir.

Sementara, keserakahan INVESTASI PROPERTI para tajir melintir cengar cengir, membeli properti lebih dari 1 dan dianggurkan. Hal itu memicu "Senin harga naik..!", karena demand menjadi besar, sedangkan lahan terbatas.

Corona bagi mereka probabilitasnya mati hanya 10%.
Sedangkan kemiskinan bagi mereka mutlak 90%.



Makanya mereka memilih resiko yg lebih kecil, yaitu tertular Corona.

Motivator jangan sombong dengan kalimat "Kalo aku bisa, kamu juga bisa..!!". Pemahaman terhadap keilmuan itu rejeki, EQ itu taufiq dari Allah, IQ itu takdir dari Allah. Kita yang diberi 'anugrah kemampuan', ya membantu yang lemah.

Ada betulnya juga kata Pak Jubir yang 'agak ngawur' itu, "Yang kaya melindungi yang miskin, agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya, agar tidak menularkan penyakitnya".

Kalo yang kaya gak mau tertular, alias yang miskin nurut disuruh #dirumahaja, ya nafkahi mereka selama #dirumahKONTRAKANaja. Jangan lupa, plus rumah kontrakannya, plus bereskan urusan dengan rentenirnya.


Demikian sedikit tulisan mengenai Kenapa UKM dan Kaum Pinggiran Tetap Keluar Rumah Saat Corona

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!


0 komentar:

Posting Komentar