Minggu, 05 April 2020

Setiap Orang Punya Potensi Masing-Masing



Setiap Orang Punya Potensi Masing-Masing

saya memiliki  adik banyak. Tapi gak ada satupun yang sampai hari ini tergiur mengikuti jejak saya. Tapi hal ini justru membuat saya bangga sama mereka.

Saya sering dikunjungi orang, diajak diskusi atau sekadar hahahihi. Sampai pada akhirnya, ada orang yang tanya ke saya begini:

"Mas ada saudara yang terjun di Digital Marketing juga?"

Saya jawab "enggak ada".

Baca Juga : Sampai Kapan Mau Jadi Karyawan?

"Lho, kok aneh mas? Apa mereka gak merasa rugi, punya saudara yg bisa ngajarin gratis?"

Jawaban saya sederhana...

"Saya juga gak minat kok mas buat jadi guru, polisi atau tentara".

Orangnya manggut-manggut, sepertinya paham maksud saya.

Lantas apa sih yg pingin saya bagiin lewat cerita ini?

Bagi saya, setiap orang lahir di dunia ini dengan potensi masing-masing. Tuhan itu kaya semacam ngasih peran ke kita. Dan itu yg musti kita gali.

Jadi menurut sudut pandang saya, adalah sebuah kesalahan besar kalau kita masuk IM gara2 latah ngelihat tetangga kaya dari sana.

Boleh sebenernya, cuma kita musti sangat memfilter dulu segala halnya. Ada passion gak disitu? Karena ketidakmampuan kita untuk memfilter informasi bisa jadi sebuah jebakan. Jebakan karena ketidakmampuan kita dalam mengenali potensi diri kita.

Mengutip kata si mbah guru saya (Cak Nun), "Kenali diri kamu. Kalau kamu itu ayam, ya fokus dgn peran kamu sebagai ayam. Jangan jadi ayam yang ke-bebek-bebekan".

Jadi, kalau kita di IM stuck, coba bener2 gali diri kita. Apa kita beneran cocok di area itu? Jangan-jangan nih, kalau jadi tentara malah bisa jadi Jenderal bintang 5.

Atau jangan2 nih, kita malah cocoknya jadi pebisnis yang tinggal ngegaji para expert di bidang digital marketing.

Terakhir...

Sesuatu yang sering saya sampaikan kalau lg ada event.

"Ronaldo atau Messi mungkin tidak akan sehebat sekarang kalau memutuskan buat jadi pemain bulu tangkis".

Itulah sebab kenapa, saya justru seneng dengan adik-adik saya yg lebih memilih jalan hidup mereka masing2 ketimbang hanya latah mengikuti "tren".

Baca Juga : Sampai Kapan Bertahan Jadi Ayam padahal Kamu Elang

Anak muda harus punya skills. Jangan ngemis kerjaan. Ojo nunggu ono sing nggowo. Itu jaman Bapakmu. Kerja kudu ono sing nggowo.

Sekarang?

Sekarang eranya skills economy.

Nggak punya skills, nggak ada income. Yes, skills berbanding lurus dengan income.

Mau sarjana kanjeng romo juragan kalau nggak punya skills ya nothing. Skills matter than degrees.

Dunia sedang bergerak ke arah sana. Dari kerja yang awalnya harus ngantor ke luar rumah. Sekarang kerja di rumah aja.

Dan Virus Corona mempercepat pergerakan ini. Makanya namanya Korona, dalam bahasa Jawa Kon Rono artinya udah disuruh ke sana. Wkwk..

Ke sana itu ke mana?

Ya ke rumah aja.

Kalo mau ke mana-mana kamu butuh sikil, tapi kalo mau di rumah aja kamu butuh skills

Jangan simpan informasi ini hanya untuk diri sendiri. Berikan kepada semua keluarga dan teman Anda.

Demikian sedikit tulisan mengenai  Setiap Orang Punya Potensi Masing-Masing

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 komentar:

Posting Komentar