Berhati-hatilah Memilih Partner Bisnis



Berhati-hatilah Memilih Partner Bisnis

Pagi ini saya kedatangan tamu. Haji Sajuti namanya. Sejatinya dia adalah seorang pengusaha. Saya mengenalnya dari tahun 2001 saat saya mulai merintis bisnis pertama saya di bidang pengangkutan barang. Saat itu Ia memiliki ratusan truk. Saya sering menggunakan armada truk miliknya, karena saat mulai merintis bisnis saya hanya punya 4 truk. Bisa dikatakan dia lah "supporting bisnis" saya, asal saya memerlukan tambahan armada, saya langsung menghubunginya, tak perlu membeli yang baru.

Seiring dengan waktu, bisnis saya pun mulai berkembang, dan punya kemampuan untuk membeli sendiri.

7 tahun yang lalu, ia datang membawa surat lamaran. Melamar menjadi sopir di perusahan saya. Sontak saya kaget. Saya bertanya apa yang terjadi.
Sambil senggukan ia menceritakan bahwa ia telah menjadi korban "pengusaha hitam" yang mengajaknya berpartner. Dengan dalih untuk pengembangan bisnis (bahasa anak muda mah scale up) ia menjaminkan rumahnya yang megah ke bank. Singkatnya ia dibuat tidak mampu membayar. Dan dengan dalih daripada di sita oleh bank, diambil alih lah oleh "pengusaha hitam" tsb semua hutang2nya. Dan sebagai konsekuensinya rumah dan perusahaan beserta semua aset nya,  berpindah tangan ke pengusaha hitam tadi.

Baca Juga : Faktor yang Membuat Bisnis Anda Mati

Allahu Akbar. Saya pun tertegun.
Seorang pengusaha kampung yang SD pun tidak tamat, telah menjadi korban pengusaha hitam. Cara-cara yang dilakukan nya persis seperti yang banyak dilakukan oleh perusahaan2 besar dalam mencaplok bisnis2 kecil.

Saat itu saya tidak bisa berpikir,  karenanya mempersilahkan ia untuk pulang, dan saya janjikan untuk menghubunginya dalam 1-2 hari, untuk memberi solusi.
Saat itu saya langsung memberinya motor, karena ia ke rumah naik ojek. Motor yang ada di rumah yang saya berikan. Padahal dulu bila ke rumah, selalu menggunakan Toyota Corona kesayangannya.

Seperti yang saya janjikan, saya menghubungi nya untuk datang. Sebagai solusi saya memberinya sebuah mobil truk CDD.
"Pak haji tidak boleh menjadi sopir. Saat saya merintis usaha, pak haji banyak membantu saya. Sekarang ijinkan saya yang membantu pak haji. Ini mobil truk, silahkan untuk pak haji. Ini surat2nya. Gunakan sebaik-baiknya untuk mencari uang. Jika perlu perawatan, jika perlu mengganti ban, silahkan datang ke pool, semuanya bisa didapatkan secara percuma. Ayoo bangun kembali bisnis nya. Truk ini adalah modal awalnya" ujarku memberi semangat.

Baca Juga : Ciri Ciri Wirausaha yang Berhasil

Dengan berlinang air mata kemudian ia bangkit dari duduknya dan memeluk saya erat-erat. Ia tidak bisa berkata apa-apa. 

Hari ini saya bahagia melihatnya bahagia dengan kehidupan barunya. Meski kekayaan dan asset nya tidak sebesar dulu lagi, namun terlihat tak ada lagi beban dalam dirinya.

Semoga dari cerita ini teman2 mendapat hikmah, agar tidak terperosok dalam lubang yang sama.
Berhati-hati lah dalam memilih partner bisnis.

Baca Juga : Ternyata Seperti Ini Rahasia Bisnis MLM

Demikian artikel sederhana mengenai Berhati-hatilah Memilih Partner Bisnis

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

daftarkan email anda untuk berlangganan artikel dengan gratis !!

0 Response to "Berhati-hatilah Memilih Partner Bisnis"

Posting Komentar