Semua Tentang Konten



Semasa sekolah dulu saya kerap diceritakan bahwa jika pendidikan kita tinggi maka uang akan mengejar kita. Berbekal believe ini saya menyelesaikan kuliah saya, dan menerima semua konsekuensinya. Karena itulah jalan yg sudah saya ambil, sebagai laki-laki saya harus tuntaskan. 

Pasca kelulusan, selama 8 bulan saya tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Berbekal ijazah universitas ternyata tidak membuat para HRD melirik seorang fresh graduate yg tak berpengalaman seperti saya ini. 

Barulah setelah 8 bulan itu, ada sebuah usaha konveksi kecil yg sedang mencari seorang desainer grafis plus customer servis. Awalnya saya cukup deg-degan baca lowongan nya. Dan tak butuh waktu lama saya dapat panggilan. 

Sempat bingung, ijazah yg saya tempuh ternyata bukan menjadi sebab saya diterima kerja. Belakangan saya menyadari penyebab nya. Seorang filsuf tanah air mengatakan "Ijazah adalah bukti tanda Anda pernah sekolah, bukan bukti Anda pernah berfikir". 

Selama ini saya tidak sadar bahwa banyak sekali mindset/pola pikir yg salah bertebaran di lingkungan kita. Buktinya, portofolio ece-ece (receh) dari shutterstock saya lebih dihargai sebagai tanda saya pernah berfikir dibandingkan selembar ijazah yg saya perjuangkan selama 4.5 tahun. 

Pernyataan saya ini bukan berarti Anda boleh merendahkan kuliah ya. Karena ada porsinya tersendiri. Jika, Anda ga tau tujuan mau kemana, maka semua pilihan yg ada menjadi benar.

Selama 2.5 tahun bekerja saya banyak sekali mendapatkan ide2 dan mindset yg sebelumnya ga pernah terbayangkan. Pernah di penghujung 2018, saya mendapatkan projek desain logo + web senilai 15jt. Tepat 2 tahun saya bekerja, dan sudah banyak saya pelajari proses2 kerja seorang desainer grafis. Saya kerjakan projek sepulang kerja. 

Saya sadar, projek ini ga akan pernah datang ke saya, jika saya belum memantaskan diri. Pencipta kita sangat tahu, mengapa kita ga diberikan projek besar sampai hari ini, karena banyak aspek pada diri kita yg membuat kita ini belum layak. 

Sudahkah kita meningkat kemampuan desain grafis kita?
Sudahkah kita mengenal siapa target market kita?
Sudahkah kita melatih kemampuan komunikasi kita?
Sudahkah kita melatih emosi kita?
Sudahkah kita mempelajari konten dalam industri desain grafis?
Dan masih banyak lagi. 

Misal seperti ini. Ada projek senilai 40 juta di depan Anda, ditenderkan kepada beberapa orang. Pertanyaannya apakah Anda akan ambil? Projek besar, konsekuensinya pun juga besar. Bisa menyangkut hukum. Maka, bagi orang yg level kemampuannya mungkin senilai ratusan ribu, ga akan berani mengambil projek ini. 

Kenapa?

Karena ada suatu sistem keamanan pada otak kita yg akan memproteksi kita dari rasa tidak menyenangkan dari kegagalan. Yg membuat kita merasa enggan untuk mengambil projek. Mereka yg berani mengambil keputusan adalah mereka yg sudah melatih dan memantaskan diri untuk mendapatkan projek tersebut. 

Karena jika Anda paksakan, Anda akan masuk kepada zona frustasi. Akibat jomplang nya kemampuan Anda dari tekanan projek yg Anda ambil. 

Apa yg harus saya lakukan sekarang?

Tetap kerjakan pekerjaan Anda. Tingkatkan kemampuan Anda, mulai dari kecepatan, ketelitian, ketepatan, kehandalan dll. Dengan begitu Anda tetap masuk pada zona belajar. Yg membuat projek besar, tak lagi dirasa berat saat anda hadapi. 

Jawab jujur apa aja yg sudah Anda lakukan selama ini untuk meningkatkan kemampuan Anda?
Baca, tulis, nonton video, adakah yg menambah wawasan dan kemampuan Anda?

Jawab sendiri...

Tetap semangat, tetaplah berkarya.

0 Response to "Semua Tentang Konten"

Posting Komentar