Sabtu, 21 November 2020

JANGAN TANYA KAPAN NIKAH TERUS DONG

 



JANGAN TANYA KAPAN NIKAH TERUS DONG

#jomblo #kapannikah #pernikahan


Hai sobat kirimartikel.com jadi jomblo emang ga enak ya? apalagi jomblo yang usia matang dan mapan pasti cekot-cekot kalau ditanyain hal sensitif seperti kapan nikah?

Apalagi kalau yang nanya tipikal 'bu Tejo' tau kan bu tejo, yg istrinya pak lurah itu yg sukanya nyiyir klo ngomong ndlewer kemana-mana. 

Mau dijawab selugas dan detail pun, dia tetap enggak puas. Jadi sebenernya kapan sih patokan usia tepat buat nikah?


Kalau Usia minimal pernikahan di Indonesia, sudah ada tuh aturannya di dalam UU No.16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang udah berlaku sejak 15 Oktober 2019 lalu.

Dalam aturan tersebut terdapat sejumlah point, diantaranya:

- Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun (pasal 1 ayat 1)


19 tahun gaes. Itu menurut hukum yang berlaku di negara kita, ya.


Dimana usia 19 tahun dianggap sudah cukup dewasa dan cukup umur jika melihat dari segi organ reproduksi.


Kalau dari segi kesiapan mental, emosi dan finansial, gimana?

Nah, iniiii... Yang mau saya bahas.


In my humble opinion.

Usia siap menikah bukan dilihat dari umur.

Tapi dari kesiapan mental, emosi dan kedewasaan.

Kedewasaan ya, bukan dewasa. Beda.

Bisa search sendiri deh apa bedanya.


Baca Juga : Cara mendapatkan Wanita yang kita inginkan


Dan,

Usia atau umur bukan patokan kedewasaan seseorang.

Umur boleh dewasa, tapi tingkat kedewasaan bisa jadi enggak sesuai umur. 


Ada kok, yang umurnya 25 ke atas tapi kelakuannya nyebelin kayak anak  SD.

Yang kalau keinginannya enggak diturutin bisa mogok shopping eeh makan.


Yang usia belasan tahun tapi tingkat kedewasaannya diatas umurnya  juga banyak.


Sobat kirimartikel.com Balik lagi ke bahasannya yah

Jadi, menikah itu bukan melulu sudah cukup umur, mapan dan sukses.

Ada banyak hal yang mesti dipikirkan baik-baik. 


Jangan gara-gara baper liat fenomena nikah muda, terus latah, pengen nyoba. Heii.. Nikah kok coba-coba.


Apalagi sekarang lagi trend di media sosial, menikah muda seolah jadi ajang perlombaan, siapa yang duluan atau siapa lebih cepat menikah.


Padahal, menikah itu adalah keputusan besar. Ini bukan cuma ngomongin soal cinta antara pria dan wanita. Bukan sekedar untuk seks secara halal. 


Mayoritas orang kita tuh,  menganggap  apabila sudah dewasa dibilang udah siap nikah.

Padahal ya enggak bisa gitu. Yang udah nikah, udah jadi Bapak atau Ibu, tapi masih kekanakan juga ada.


Menikah itu butuh komitmen dan tanggung jawab. Bukan buat hubungan sehari, sebulan atau setahun.


Menikah itu bukan soal, eh aku udah umur segini, udah punya mobil 5, rumah tersebar ditiap kota. Udah sukses. Udah siap nikah.


Buktinya, ada kok yang secara finansial mapan tapi pernikahannya ambyar. 


Menikah itu suatu tanggung jawab untuk membina rumah tangga seumur hidup.


Menikah juga bukan hanya mengandalkan rasa Cinta semata-mata. Ya, sih,  Cinta memang merupakan modal dasar untuk membina rumah tangga. 


Tapi rasa cinta yang baik bukan hanya sekedar cinta emosi, tetapi cinta yang diikuti oleh rasa tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya menjadi lebih baik.


Rasa cinta yang penuh tanggung jawab. Sehingga pasangan hidupnya dipandang sebagai bagian dari dirinya sendiri. Dan, ini hanya bisa terwujud dalam diri orang yang memiliki kedewasaan.


Jadi, ketika pernikahan sedang diuji. Tidak mudah goyah, yang berujung perpisahan.

Dikata benang layangan, bisa putus nyambung, putus nyambung.


Tingkat Kedewasaan sendiri sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. 

Jadi, usia kedewasaan antara kamu dan temanmu, bisa jadi enggak bakal sama.


Jadi kapan dong usia siap nikah?


Ketika kamu sudah yakin dengan dirimu sendiri. Yakin dan percaya bahwa dirimu sudah sanggup menjalani kehidupan berumah tangga bersama pasangan. Susah senang, sehidup sesurga. 


Ketika kamu sudah yakin, sanggup menerima  kekurangan dan kelebihan pasangan.


Ketika kamu siap menjadi bagian dari keluarga besarnya, menjadi bagian pahit manis setiap kisahnya.


Ketika kamu siap menjadi pendengar dan teman terbaiknya. Bukan sekedar teman tidur. Tapi sebagai partner sejati yang setia mendampingi.


Jadi, kalau nanti ada yang tanya, "Kapan nikah, udah umur segini, loh."


Jawab aja, "Sedang mempersiapkan kedewasaan, sambil nunggu jodoh terbaik yang sedang Tuhan siapkan."


Baca Juga : Resiko Pasangan Baru Tinggal Satu atap dengan Mertua


Semoga bermanfaat.

Dan,

Semoga yang masih jomblo segera dipertemukan dengan jodoh yang terbaik. Aamiin


Demikian sedikit tulisan mengenai   JANGAN TANYA KAPAN NIKAH TERUS DONG

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 komentar:

Posting Komentar