Selasa, 19 Januari 2021

BENARKAH PUNYA NPWP ITU WAJIB BAYAR PAJAK?

 



BENARKAH PUNYA NPWP ITU WAJIB BAYAR PAJAK?

#pajak #pajakpenghasilan #apaitupajak

.

Kemarin sedikit tergelitik melihat seorang emak-emak ngomel, "Sekarang ini susah ya, apa-apa dipajakin. Masa mau hutang aja musti ada NPWP?"


Apakah statement ini benar?


Hmmm... bisa ya bisa tidak.


Baca Juga : Ingin tenang tidak mikirin pajak, ini triknya 


Pertama, kita harus paham dulu NPWP itu apa. NPWP atau Nomer Pokok Wajib Pajak, adalah nomor identitas warga negara dalam hal perpajakan.


Dalam perpajakan sendiri, ada istilah PTKP alias Penghasilan Tidak Kena Pajak. Artinya jika pendapatan seorang warga negara tidak melewati nilai tertentu, maka dia TIDAK PERLU membayar Pajak.


.

Batas PTKP yg ada saat ini adalah:


1. Tidak Menikah: Rp 54jt

2. Menikah Tanpa Anak: Rp 54jt + Rp 4,5jt = Rp 59,5jt

3. Menikah dengan 1 Anak: Rp 54jt + Rp 4,5jt + Rp 4,5jt = Rp 63jt

4. Menikah dengan 2 Anak: Rp 54jt + Rp 4,5jt + (2 x 4,5jt) = Rp 67,5jt

5. Menikah dengan 3 Anak: Rp 54jt + Rp 4,5jt + (3 x 4,5jt) = Rp 67,5jt = Rp 72jt


.

Artinya, jika emak-emak tersebut adalah seorang karyawan yang masih single (eh, ada gak ya emak-emak single?) dan gajinya hanya Rp 48jt/tahun atau Rp 4jt/bulan, maka dia TIDAK PERLU bayar pajak.


Namun sebagai warga negara yg baik, dia harus melaporkan SPT dengan setoran pajak NOL.


.

Bagaimana jika dia adalah karyawan dengan 2 anak dan penghasilannya Rp 60jt/tahun atau Rp 5jt/bulan. Berapa Pajak yg harus dia bayar?


Hitungannya adalah sbb:


- Penghasilan setahun: Rp 60jt

- PTKP: Rp 67,5jt


Maka karyawan ini juga TIDAK PERLU bayar pajak karena masih di bawah PTKP, tapi wajib buat SPT.


Baca Juga: Gaji 3 juta apakah kena pajak ?

.

Bagaimana jika dia adalah karyawan dengan 1 anak dan penghasilannya Rp 72jt/tahun atau Rp 6jt/bulan. Berapa Pajak yg harus dia bayar?


Hitungannya adalah sbb:


- Penghasilan setahun: Rp 72jt

- PTKP: Rp 63jt

- Penghasilan kena pajak = Rp 72jt - Rp 63jt = Rp 9jt


Nah, pajak yg harus dibayarkan sendiri adalah Rp 9jt x Tarif Pajak


Tarif Pajak yang ada saat ini utk Karyawan adalah:

1. Penghasilan/tahun sampai dengan Rp 50jt: 5%

2. Penghasilan/tahun di atas Rp 50jt - Rp 250jt: 15%

3. Penghasilan/tahun di atas Rp 250jt - Rp 500jt: 25%

4. Penghasilan/tahun di atas Rp 500jt: 30%


Utk kasus di atas, pajak yg dibayarkan adalah Rp 9jt x 5% = Rp 450.000


.

Bagaimana dengan pelaku UMKM?


Saat ini pajak yang ditetapkan utk UMKM adalah jika omset pertahun sampai dengan Rp 4,8 Milyar maka pajak yang dibayarkan adalah 0,5% dari Omset.


.

Lalu, kenapa orang yang mau berhutang di bank saat ini harus punya NPWP?


Logikanya begini, saat orang meminjam uang ke bank, maka dia memiliki kewajiban utk membayar hutangnya. Peminjam membayar hutang ini tentunya dari penghasilannya tiap bulan. Bank perlu mengetahui apakah penghasilan peminjam mencukupi utk membayar hutang. 


Nah, salah satu indikatornya adalah NPWP ini, agar bank mengetahui kira-kira berapa penghasilan si Peminjam ini.

Baca Juga : Cara Membuat NPWP dengan cepat dan benar

Mudah-mudahan paham ya.



Demikian sedikit tulisan mengenai  BENARKAH PUNYA NPWP ITU WAJIB BAYAR PAJAK?

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 komentar:

Posting Komentar