Kamis, 28 Januari 2021

Petani Ramai Ramai Tanam Porang Ada Apa Sebenarnya ?

 


Petani Ramai Ramai Tanam Porang Ada Apa Sebenarnya ?

Porang  adalah fenomena zaman now yang sedang trand. porang adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus. Karena masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur, Porang sering kali dirancukan dengan kedua tanaman tersebu

Beratus ratus  tahun Porang ada di bumi pertiwi ini. di pinggir jurang. di bawah rumpun bambu, di bawah pohon duku dan pepohonan yang rindang. di semak belukar , di hutan lebat, tanpa ada  orang kita sudi menengok atau bisa memanfaatkan nya.


bahkan jadi gulma dan musuh bagi petani  karena lebatnya daun porang yg mengalahkan tanaman sayur dll. 

di cabut, di babat di buang ke jurang.

Baca Juga : Usaha tak akan Menghianati Hasil

Tahun 1943, Jepang datang menjajah negri ini.

bukan untuk mencari rempah rempah seperti orang eropa.

bukan mencari emas..


tapi  mencari porang atau badul atau konjak untuk memberi makan ratusan ribu pasukan yang sedang berperang di hampir seluruh daratan asia. korea, cina dll.

Makanan utama mereka ( orang jepang ) bukanlah beras atau gandum. tapi konjak atau porang.


tetapi proses pengolahan porang jadi makanan sangat dirahasiakan oleh mereka.

mengapa...???


karena kalau sampai  kita orang indonesia tahu cara mengolah porang  menjadi makanan, jadi beras shiratake, jadi konyaku, jadi mie Porang. maka mereka khawatir  nanti porang kita di konsumsi sendiri dan mereka tidak dapat lagi suplay porang untuk prajurit mereka di luar negri.


bahkan saat armada pengangkut porang mau lewat. yaitu porang yang di kumpulkan dari  anak sekolah dan perangkat desa yang di wajibkan setor porang itu. mereka membunyikan alarm. agar rakyat pribumi berlindung atau ngumpet di rumah atau di goa goa..

Baca Juga : Mampu Kembangkan Bibit Padi, Kades ini malah dipenjara

tujuannya agar rakyat tidak tahu bahwa meraka sedang konvoi ratusan truk pengangkut porang  ke pelabuhan.


sehingga sampai saat ini nenek moyang kita tidak mewarisi kita cara pengolahan porang yg memang mereka tidak tahu.


Manfaat porang diantaranya adalah tanaman ini banyak dibudidayakan sebagai bahan pembuatan tepung, nasi, dan mi shirataki. Selain digunakan sebagai bahan pangan, tanaman porang juga banyak digunakan sebagai bahan baku pelapis anti air, cat, pengental, negatif film, bahan baku lem, kosmetika, hingga pita seluloid.


Allah maha adil..

jepang dan china sebagai pengkonsumsi porang belakangan ini kesulitan stok karena faktor alam dan pertambahan penduduk  yang makin banyak butuh porang sangat banyak. 

tahun 2014 kemarin datanglah mereka ke indonesia untuk cari porang. karena memang sumber/pusat  porsang dunia ada di indonesia


pada dasarnya porang sudah di kirim ke sana sejak tahun 1962 oleh PT Ambico Pasuruhan dan PT Sanindo bandung 

tapi kebutuhan di sana makin banyak. 


maka wakil pemerintah mereka datang langsung untuk kerjasama atau MOU pembelian dan penanaman porang. awalnya dengan Perhutani madiun di saradan  sana.

mulai saat itu porang berkembang makin pesat dan luasan lahan porang khususnya di jatim (madiun,  nganjuk, ngawi, bojonegoro) makin luas .


di tambah lagi tahun ini Badan Pangan Dunia FAO menyatakan dunia dalam keadaan darurat pangan.

dan Indonesia juga merasa perlu memperkuat ketahanan pangan . dan salah satunya adalah Porang yang merupakan substitusi  yang ternyata 5 kali lebih baik dari beras.


maka booming  lah porang di negri ini.


kebutuhan dunia yang sangat besar yang konon baru terpenuhi 5/10% saja dan potensi ratusan juta penduduk indonesia yang pada titik tertentu nanti akan berubah pola makannya dari padi akan berubah makan beras porang.


hari ini memang baru para artis. para pejabat dan orang orang kaya saja yang makan beras porang karena harganya masih sangat tinggi yaitu sekitar  Rp. 160.000 perkilo. 

tapi saya optimis. 5/10 tahun lagi warga biasa sudah akan ikut nakan beras porang yang memang sangat baik bagi.kesehatan.


peluang ini terbaca oleh petani kita. oleh pengusaha kita. maka mulai tahun 2019 kemarin sudah mulai pada gila porang.


porang yang tadinya tanaman liar mulai jadi idola..

ratusan bahkan ribuan hektar lahan berubah jadi lahan porang.


potensi pendapatan porang yang sampai ratusan juta perhektar permusim membuat para pengusaha hang selama ini tidak melirik dunia pertanian mulai berebut peluang bertani porang.


porang sudah jadi primadona.

dan insya Allah akan terus jadi primadona mengingat bahwa itu adalah kebutuhan  pokok dan kebutuhan industri.

Baca Juga : Bertemanlah dengan orang sukses biar kecipratan sukses

semoga hadirnya porang bisa membawa kemaslahatan bagi petani pedesaan dan petani pinggir hutan untuk menikmati hadirnya fenomena porang ini mengingat mereka lah yang ada lahan. ada waktu ada tenaga. 


moga bukan hanya para pemodal dan pengusaha yang kaya raya dari porang tapi yang utama adalah Petani porangnya.


Demikian sedikit tulisan mengenai  Petani Ramai Ramai Tanam Porang Ada Apa Sebenarnya ?

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!!

0 komentar:

Posting Komentar