Senin, 05 April 2021

APAKAH HARGA EMAS TIDAK PERNAH TURUN

 


APAKAH HARGA EMAS TIDAK PERNAH TURUN

#emas #investasi #hargaemas


Itu adalah kalimat pamungkas yang sering kali disampaikan oleh para penjual emas, termasuk Saya dulu, ketika ingin agar dagangan emas Saya laku 


Kenyataannya gak selamanya begitu. Harga emas bisa naik bisa turun, tergantung kondisi ekonomi global. Bahkan kalau di Indonesia, harga emas juga dipengaruhi oleh pergerakan kurs dolar Amerika.


Baca Juga : Cara Praktis Menghitung Zakat Mal


Pada tahun lalu, puncak harga emas di Indonesia adalah Rp 1.065.000 per gram, terjadi pada tanggal 7 Agustus 2020. Saat ini, harga emas yang sama diperjualkan dengan harga Rp 921.000. Lihat grafis. (Sumber: www.logammulia.com)


Artinya, saat ini harga emas sudah terdepresiasi sekitar 13,5%. 


Itu kalau beli.


Kalau jual bagaimana?

Tentunya harga patokan kita adalah harga buy back.


Harga buy back emas saat ini adalah Rp 804.000 per gram. 

Artinya, jika Anda menjual emas hari ini maka "investasi" emas Anda sudah terdepresiasi 24,5%. 


Hmmm... lumayan juga ya?


.

Lalu bagaimana dengan harga emas cilik yang sempat Saya bahas bulan Oktober 2020 yang lalu?


Dalam rekam jejak digitalnya, harga emas cilik ukuran 0,1 gr pada tanggal 7 Agustus 2020 adalah Rp 134.050.

Harga buy back emas cilik saat ini adalah sekitar Rp 97.150 (terdepresiasi  27,5%)


Baca Juga : Apakah Menyimpan Uang di Bank itu Riba ?


Apakah harga emas masih akan turun?


Bisa saja. Apalagi saat ini kondisi ekonomi belum benar-benar pulih. Belum stabil.


Seperti yang pernah Saya sampaikan sebelumnya, harga emas akan naik pada saat ekonomi global sedang mengalami krisis, dan akan turun sampai benar-benar stabil pada saat ekonomi kembali pulih.


Pertanyaannya, apakah saat ini ekonomi benar-benar telah pulih?

Anda sendiri bisa merasakannya kan?


Jadi potensi penurunan harga emas itu masih tetap ada.


.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari "investasi" emas ini?


Pertama, berinvestasilah pada "otak" Anda terlebih dahulu. Pahami instrumen investasi yang ingin Anda miliki. Setiap instrumen investasi (emas, saham, valas, cryptocurrency) memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Profil risikonya juga berbeda-beda.


Jadi jangan hanya sekedar ikut-ikutan trend.


Saat harga emas booming, ikut-ikutan beli emas.

Saat harga saham meroket, gregetan pengen invest saham juga.

Lihat harga cryptocurrency (bitcoin) melambung, ikut-ikutan latah mau beli bitcoin juga.


Baca Juga : 5 Dasar Cara Mengatur Keuangan


Jika Anda Sultan yang uangnya tidak berseri, mungkin tidak masalah jika uang Anda "nyangkut" di instrumen investasi yang Anda miliki.


Tapi bagaimana jika uang  Anda pas-pasan, tidak punya uang cadangan (dana darurat), tapi nekat ikut-ikutan investasi, seperti kebanyakan emak-emak yang beli emas cilik itu?


Maka bersiap-siaplah menjual aset dan menanggung kerugian yang tidak sedikit ketika Anda butuh uang lebih daripada biasanya.


.

Pelajaran kedua, sebelum berinvestasi, pastikan Anda memiliki dana cadangan (dana darurat) yang bisa digunakan sewaktu-waktu ketika Anda butuh uang, tanpa harus terpaksa menjual aset atau instrumen investasi yang Anda miliki. 


Berapa idealnya dana darurat?


Jika Anda single, minimal sebesar 3 bulan pengeluaran rutin Anda.

Jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak, Anda setidaknya perlu menyiapkan dana sebesar 6 sampai 12 bulan kali biaya bulanan Anda.


Demikian, semoga bermanfaat.

Boleh setuju boleh tidak

Demikian sedikit tulisan mengenai  APAKAH HARGA EMAS TIDAK PERNAH TURUN

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!

0 komentar:

Posting Komentar