Jumat, 25 Juni 2021

Kisah Nyata Belajar dari Tukang Ketoprak

 


Kisah Nyata Belajar dari Tukang Ketoprak


Pulang kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah. Kali ini dititipin ketoprak. Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong gak ada penjualnya yang jaga.


"Pak, ini tukangnya mana Pak? " 

tanyaku ke penjual cucur di sebelahnya.


Baca Juga : Kisah Nyata Anak Durhaka Menjual Rumah Orang Tua


"Oh, lagi sholat maghrib Pak. Sudah dari tadi, bentar lagi kayaknya datang" , jawabnya.


Mengingat ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal saja.


Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.


Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut.


"Beli ketoprak Pak satu", ucapku. 

Entah mengapa, tiba2 berubah pikiran, 

"Beli dua deh Pak".


Baca Juga : Kisah Nyata , Arti Kata Fokus


Kemudian datanglah beberapa orang yang 

antri ingin membeli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri gak ada orang lain, tiba2 mereka datang memesan ketoprak.


Masya Allah..

Tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai2 kantoran, rela menunda2 sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.


Baca Juga : Kisah Nyata Sandal Jepit Istriku


Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya untuk menunaikan sholat, seakan-akan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allahpun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Demikian sedikit tulisan mengenai  Kisah Nyata Belajar dari Tukang Ketoprak

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share !!!

Jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar !!

0 komentar:

Posting Komentar